
Aura dan Faris kini berada di dalam kamar. Mereka duduk di atas tempat tidur dengan Faris merangkul pundak Aura, sementara Aura menyandarkan bahunya di dada bidang Faris dan tangannya ia lingkarkan di pinggang pria itu.
Fikiran Faris kini dihantui oleh omongan Farrel tadi siang. Pria itu tampak melamun menatap kosong ke arah depan.
Aura yang menyadari hal itu, seketika mendongakkan kepalanya ke atas. Gadis itu menatap Faris dengan seksama.
"Kak Faris kenapa?" Tanya Aura.
Faris menoleh ke bawah. Menatap istrinya yang kini menatap dirinya penuh tanda tanya.
"Kamu mau punya anak berapa Ra?" Tanya Faris tiba-tiba. Ucapan Faris berhasil membuat pipi Aura memerah padam. Hm gadis itu masih merasa malu malu kucing meskipun hatinya kini menjerit.
"Kenapa kak Faris nanya gitu?" Tanya Aura.
"Nggak papa sih nanya aja." Sahut Faris.
"Hm. Aku nggak mau nargetin. Ya sedikasih nya aja" Sahut Aura.
"Kalo di kasi sekodi kayak yang diucapin Farrel gimana?" Tanya Faris polos.
Aura mengernyit. Gadis itu mendongak kembali. "Selagi aku sanggup dan dikasih umur panjang ya nggak masalah kok kak" Ucap Aura tersenyum.
"Wih mantep banget ini istri aku" Sahut Faris gemes. Pria itu seketika mengeratkan pelukannya pada Aura.
"Tapi kamu harus kerja keras jadinya. Karena kaki aku nggak bisa gerak" Ucap Faris cengengesan.
Raut Aura berubah datar. "Aku yakin, suatu saat kaki ini bisa gerak lagi" Aura memegang kaki suaminya itu sambil berdoa dan penuh harap di dalam hati.
"Aamiin. Makasih do'anya istri" Sahut Faris tersenyum.
"Sama sama suami" Senyum Aura tak kalah gemas.
***
Faris dan Aura baru saja keluar dari rumah sakit setelah mengantarkan Faris terapi hari ini. Gadis itu tampak mendorong kursi roda Faris dengan senang hati.
"Kak, kita hari ini makan diluar ya" Pinta Aura.
"Iya sayang" Sahut Faris.
Faris dan Aura kini sudah berada di dalam mobil yang disupiri oleh supir pribadi di rumah mereka. Yang tidak lain adalah suami Bi Anis.
Sedari tadi, tangan Aura tak terlepas dari lengan Faris. Aura menyandarkan kepalanya di bahu Faris. Membuat Faris merasa bahagia karena Faris merasa Aura nyaman di dekatnya.
Faris mengelus rambut Aura. Kemudian pria itu mengecup puncak kepala istrinya. Sementara Aura gadis itu tersenyum senang.
Beberapa menit di perjalanan, Aura dan Faris kini sudah sampai di depan restoran yang cukup terkenal di kotanya.
Aura hendak turun, namun Faris mencegah tangan istrinya itu.
"Kamu nggak malu bawa aku ke tempat keramaian kaya gini Ra?" Tanya Faris ragu.
"Ya enggak lah kak. Ngapain aku malu?" Sahut Aura.
"Hm. Yaudah deh" Sahut Faris.
Pasutri itu kini sudah duduk di meja yang ada di dalam restoran. Mereka hanya makan berdua, karena suami Bi Anis tidak mau saat mereka ajak untuk masuk ke dalam.
"Lapar banget kayaknya" Ucap Faris melihat Aura yang begitu lahan menyantap makanannya.
"Heheh jawab gadis itu cengengesan.
***
Aura hendak kembali berjalan menuju kamar mandi, namun kepalanya tiba-tiba saja terasa pusing.
"Kamu kenapa?" Tanya Faris saat melihat istrinya itu tengah memegang jidatnya sembari meringis kecil.
"Nggak ka. Aku nggak papa. Aku ke kamar mandi bentar ya kak." Pamit Aura yang diangguki oleh Faris.
Gadis itu perlahan berjalan menuju kamar mandi. Aura tidak tau kenapa kepalanya benar-benar terasa pusing.
Hingga tak lama setelah itu.
BRUKKKKK
Suara itu terdengar jelas dari kamar mandi. Faris kaget.
"Ra, itu suara apa?" Tanya Faris. Namun, tak ada sahutan dari Aura.
"Sayang, kamu nggak papa kan?" Tanya Faris. Namun, masih tak ada sahutan dari Aura.
"Aura" Sorak pria itu semakin keras." Pria itu mulai cemas. Karena tidak ada sahutan dari istrinya itu.
Faris bersusah payah untuk bangkit. Kali ini kursi roda pria itu tidak terletak di dekat rangjang, membuat Faris benar-benar kesusahan. Tapi Faris tidak menyerah sama sekali. Pria itu kini menjangkau meja atau benda apapaun untuk bisa ia pegang.
Sungguh, Faris sangat kesusahan. Berkali-kali pria itu terjatuh dan tergeletak di lantai. Namun, Faris tidak menyerah. Dan disaat seperti ini, kenapa harus tidak ada orang di rumah, Faris benar-benar merasa panik dan Frustasi. Karena Bi Anis dan suami baru saja pulang kampung sore tadi karena putri bungsu mereka akan segera menikah. Sekarang, di rumah hanya ada Aura dan Faris.
Butuh waktu lama Faris berhasil untuk sampai di kamar mandi. Dan pria itu benar-benar di kagetkan dengan Aura yang sudah tergeletak di lantai. Mata Faris membulat, tangannya seketika gemetaran.
"Ra, bangun Ra. Kamu kenapa sayang. Aura bangun. Lirih Faris. Pria itu sungguh sungguh Frustasi. Faris ingin membawa istrinya itu ke rumah sakit sekarang ini juga. Tapi apalah daya ia tidak bisa berbuat apa apa.
Pria itu bahkan menangis sambil memeluk tubuh Aura yang tidak sadarkan diri.
Pria itu dengan terpaksa harus kembali ke dalam kamar untuk mengambil ponsel yang terletak di atas nakas samping tempat tidur.
Pria itu kembali bersusah payah berdiri dan terjatuh berkali-kali sambil menjangkau apapun yang bisa membantu tubuhnya untuk bediri.
Sungguh, Faris tidak kuat lagi. Pria itu kesal, Faris berteriak. Ia memukul kakinya sambil menyumpahi dirinya sendiri.
Dengan penuh emosi, Faris kembali mencoba berdiri dan menjangkau ponsel yang terletak di atas nakas.
Faris mengotak atik layar ponsel mencari nama Yasmin di sana.
"MA, CEPAT KESINI SEKARANG JUGA. BANTUIN AKU MA. AURA PINGSAN DI KAMAR MANDI" Ucap Faris berteriak seolah tak ada lagi sopan santun pada ibunya.
"Apa? Aura pingsan di kamar mandi. Oke oke, Mama sama Papa segera kesana sekarang juga. Kamu udah telfon Farrel belum kak?" Tanya Yasmin.
Namun, Faris tak lagi mengubris pertanyaan ibunya itu. Ponselpun kini sudah tidak lagi ia letakkan di telinga.
Faris tercengang. Pria itu baru tersadar bahwa sekarang dirinya berdiri sendiri. Faris tidak percaya. Ia melihat kebawah menatap kakinya yang bergetar hebat. Tanpa Faris sadari, air mata kini menetes begitu saja di pipinya. Faris tidak percaya, tapi ini sungguh nyata.
Yasmin yang tidak mendengar sahutan dari putra sulungnya itu lagi memutuskan untuk segera berangkat ke rumah Faris bersama Asep setelah wanita itu membangunkan suaminya.
.
.
Maaf ya kalo banyak typo. Aku lagi banyak tugas jadi nggak sempat revisi sebelum di publish. Sekali ketik langsung ku publish aja. .Tapi nanti setelah tamat akan aku Revisi semuanya. Harap dimaklumi dengan Typo yang bertebar di mana mana. Hehe jangan lupa like, komen dan vote ya.
Oiya satu lagi, jangan lupa mampir di karya aku yang berjudul My Cold Husband, ceritanya nggak kalah seru.
Terus yang punya aplikasi ******* juga silahkan mampir di karya aku yang ada di sana. Username aku di ******* LUSIAFRIAA. Makasih banyak💙