
Aura dan Faris masih berjalan-jalan menikmati pemandangan di taman kota yang begitu ramai. Pasangan suami istri itu berjalan sambil memeluk pinggang satu sama lain dengan mesra. Membuat beberapa pasang mata sedari tadi hanya tertuju pada mereka.
"Kamu mau beli makanan nggak yang?" Tanya Faris menoleh ke bawah menatap sang istri.
"Iya. Aku mau nasi goreng itu" Ucap Aura menunjuk nasi goreng yang ada di pinggir jalan.
Faris tersenyum sembari mengacak-acak rambut Aura.
"Oke boss" Sahutnya. Mereka kemudian berjalan menuju penjual nasi goreng yang ada di pinggir jalan tersebut.
***
Di kediaman Kevin - Tasya, terlihat seorang pasangan suami istri tengah berdebat hal yang tidak penting hanya karena siaran televisi.
Benar, Kevin dan Tasya memang sudah sah menjadi suami istri dari sebulan yang lalu. Mereka kini masih tinggal sementara di kediaman Kevin sebelum pindah ke rumah mereka yang sengaja di beli oleh Kevin atas permintaan Kinan kakak Kevin.
"Suami macam apa sih kamu kak nggak mau nurutin kemauan istri. Sebel banget aku" Celetuk Tasya memutar bola matanya malas. Pasalnya, Tasya ingin sekali menonton drama korea kesukaannya. Benar, Tasya dan Aura memang memiliki hobby yang sama, menonton drama korea. Tapi tidak dengan Sabilla.
Namun, Kevin justru ingin menonton pertandingan sepak bola kesukaannya. Sedari tadi, pasangan suami istri itu tak henti berdebat.
"Tapi ini bagus loh yang. Oper kiri, oper kanan, putar belakang golllll" Ucap Kevin antusias.
Tasya mendelik memutar bola matanya malas. Sementara Kinan, kakak Kevin yang sedari tadi menyaksikan hal itu dari kejauhan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Pasalnya, Tv di rumah tersebut tidak hanya satu. Tapi mereka justru suka berdebat daripada harus mengalah satu sama lain.
"Udah ah. Kamu nonton sendiri aja, aku mau ke atas" Ucap Tasya kesal. Gadis itu melototi Kevin yang masih duduk di sofa. Tasya segera berjalan untuk kembali menuju kamarnya. Begitulah kehidupan Kevin dan Tasya. Tiada hari tanpa perdebatan hal yang tidak jelas.
Kevin menatap kepergian sang istri. Pria itu menghembuskan nafas kemudian menyusul Tasya ke atas.
Kevin membuka pintu kamar mereka perlahan. Kamar yang mulanya hanya kamar Kevin seorang, sekarang sudah menjadi kamarnya dan Tasya sang istri.
Faris perlahan mendekat. Pria itu melihat Tasya sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut termasuk kepala.
"Jangan ngabek dong sayang" Ucap Kevin tiba-tiba memeluk Tasya dari balik selimut. Dan itu benar-benar membuat Tasya sesak nafas.
Tasya meronta-ronta ingin dilepaskan. Tapi Kevin justru semakin mempererat pelukannya.
"KEVIN, LO MAU BUNUH GUE BIAR BISA NIKAH LAGI?" Sorak Tasya yang seketika membuat Kevin kaget. Pria itu segera melepaskan pelukannya dan membuka selimut yang membungkus tubuh Tasya.
Gadis itu tampak ngos ngosan karena sesak nafas. "Astaga sayang, aku minta maaf ya" Ucap Kevin saat melihat wajah istrinya itu memerah. Tasya hanya diam, dia sama sekali tidak menyauti ucapan Kevin. Gadis itu masih sibuk mengambil nafas.
"Kalo mau cari istri baru lagi bilang. Nggak usah bunuh gue segala. Emak gue cuma punya anak satu. Kasian sama mereka kalo harus kehilangan gue" Ucap Tasya datar kemudian bangkit dari tempat tidur. Gadis itu bahkan berucap dengan kata lo gue saking kesalnya.
Kevin tercengang. Pria itu kaget mendengar ucapan sang istri. Kevin sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti Tasya. Tadi dia hanya berniat untuk membujuk istrinya itu. Kevin juga tidak tau akan seperti ini jadinya.
Ya begitulah, Kevin memang harus selalu paham dan sabar dengan wanita labil ini. Wanita yang lebih kecil tiga tahun dari Kevin ini sungguh sangat menyebalkan dan gampang sekali perasa. Membuat Kevin benar-benar harus sabar menghadapi dirinya.
Tapi, Kevin memang sudah mengetahui bagaimana Tasya jauh sebelum pria itu memutuskan untuk meminta Tasya menjadi istrinya. Kevin tau bagaimana gadis itu dari saat saat mereka bersama. Kevin tau bagaimana Tasya dari kedua orang tuanya yang sebelumnya sudah me wanti wanti Kevin saat pria itu meminta Tasya untuk menjadi istrinya.
Tapi Kevin tidak peduli sama sekali. Dia sungguh merasa nyaman dengan gadis itu meskipun Tasya sering kali menyebalakan. Kevin mencintainya, dan Kevin memang sudah siap untuk menghadapi tingkah konyol dan kadang anehTasya.
Kevin menarik tangan Tasya untuk menghentikan langkah gadis itu. Tapi Tasya sama sekali tidak mau menoleh ke arah belakang. Mata gadis itu kini tampak memerah dan berkaca-kaca.
Kevin seketika menarik tangan Tasya, membawa Tasya ke dalam pelukannya. "Maafin aku sayang. Aku nggak ada niat apa-apa, aku nggak ada niat cari istri dan sampe bunuh kamu segala. Aku tadi cuma mau becandain kamu doang. Aku nggak tau kalo perlakuan aku tadi bikin kamu sesak nafas. Maafin aku ya" Ucap Kevin di sela pelukannya.
Kevin menyapu air mata yang membasahi pipi istrinya itu. Kemudian Kevin mengecup bibir Tasya cukup lama.
"Maaf sih maaf. Tapi nggak usah nyosor juga" Kesal Tasya memutar bola matanya malas setelah ciuman mereka terlepas.
"Tapi kamu juga diem aja nggak nolak" Rayu Kevin dan itu berhasil membuat pipi Tasya merona.
"Kamu makin cantik kalo lagi blushing gini" Rayu Kevin.
"Udah ah nggak usah gombal mulu" Celetuk Tasya.
"Panggil sayang dulu" Ucap Kevin.
"Nggak mau" Tolak Tasya.
"Cepetan sayang?" Mohon Kevin.
"Iya, tapi ada syaratnya dulu" Pinta Tasya.
"Apa? Tanya Kevin.
"Temenin aku nonton suami aku" Ucap Tasya cengengesan.
"Suami? Suami kamu kan aku?" Tanya Kevin bingung.
"Itu lo sayang, suami aku yang di Korea" Ucap Tasya. "Udah kangen banget ini" Sambung gadis itu kemudian.
"Eh tadi bilang apa? Coba ulang lagi"
"Bilang apa? Aku nggak bilang apa apa" Ucap Tasya pura pura tidak tau.
"Coba ulang lagi bilang sayangnya"
"Enggak mau. Temenin aku dulu nonton suami suami aku" Pinta Tasya.
"Ck! Bilangin aku mau nyari istri baru aja sampe marah begitu. Lah, giliran dia enak enakan aja mengakui si korea itu suaminya" Gerutu Kevin.
"Aku masih dengar loh kak Kevin. Telinga aku masih sehat" Ucap Tasya tersenyum tipis melihat kekesalan dari raut wajah Kevin.
"Iya, aku tau telinga kamu masih sehat" Ucap Kevin datar.
"Cemburu nih?" Rayu Tasya.
"Enggak! Biasa aja, sahut Kevin dingin"
"Ciee cemburu"
"Engak. Aku bilang enggak ya enggak" Sahut Kevin masih datar. "Udah ah, katanya mau nonton suami kamu" Kevin segera berdiri dan menarik tangan sang istri kembali ke ruang keluarga untuk menemani Tasya menonton yang katanya suaminya.
.
.