
"Kak Faris, aku hanya ingin berada di samping kak Faris. Aku hanya ingin melindungi kak Faris seperti kak Faris melindungi aku. Kak, sejujurnya hati akun terasa sakit setiap kali mengingat segala kebaikan kak Faris selama ini, sementara aku, aku hanya memberikan kam Faris luka."
"Aku bahkan nggak menyadari saat-saat rapuhnya kak Faris. Maafin aku ya kak. Aku nggak nyangka, ternyata laki-laki seperti kak Faris ini masih ada di dunia ini. Aku senang, karena aku adalah gadis yang paling beruntung karena udah bisa dapatin kak Faris. Aku bahagia mengenal kak Faris, aku bahagia kita bisa kaya gini kak. Aku sayang kak Faris" Lirih Aura dalam hati. Gadis itu tak berhenti menatap Faris sedari tadi.
Faris tidak tau lagi harus berkata apa. Pria itu hanya diam dan terharu. Faris benar-benar tidak menyangka, gadis yang selama ini ia fikir mencintai orang lain, ternyata sangat mencintai dirinya juga. Kenapa Faris tidak pernah menyadari hal itu? Kenapa Faris selalu saja berfikir bahwa gadis itu masih mencintai Kevin? Padahal hati Aura sudah lama berubah. Hal itu terjadi karena kurangnya keterbukaan di antara mereka.
Faris menarik tangan Aura, pria itu membawa Aura kembali ke dalam pelukannya. "Makasih sayang" Lirih Faris.
"Kak, satu hal yang harus kita pelajari mulai saat ini. Aku harap, kedepannya kita lebih terbuka lagi satu sama lain. Kita harus berbagia apapun itu. Kita harus hadapi setiap masalah dan cari solusinya sama-sama. Aku nggak sanggup lagi jika hal ini harus terjadi dua kali. Aku hampir aja gila kak. Aku nggak sanggup"
"Setelah ini, jangan ada yang di tutupi lagi ya. Apapun yang kak Faris rasakan, kak Faris harus ngomong sama aku, begitu juga aku. Kita nggak boleh mendam apapun sendiri ya kak."
"Iya sayang. Maafin aku ya. Maafin aku udah bikin kamu nangis terus selama enam bulan ini.
"Aku nggak peduli lagi kak soal itu. Aku cuma mau untuk kedepannya. Aku mau kita bahagia, bukan saling menyakiti seperti kemaren"
"Iya sayang..."
***
Faris, Aura dan keluarga besar mereka kini sudah berkumpul di ruang tamu rumah Aura. Mereka semua juga sudah mengetahui bahwa Aura sudah tahu semuanya. Mereka sudah mengetahui bahwa Aura sudah tahu tentang Faris yang selama ini mereka tutupi.
Ya, semuanya memang mengetahui tentang keberadaan Faris. Dan memang, hanya Aura seorang yang tidak mengetahuinya atas permintaan Faris. Namun, karena paksaan dari Farrel dan juga keluarga, akhirnya Faris memberanikan diri untuk bertemu dengam gadisnya itu, gadis yang sangat Faris cintai.
Aura juga sama sekali tidak marah saat dirinya mengetahi keluarganya sengaja menyembunyikan Faris selama ini. Karena bagi Aura, itu semua tidak penting lagi. Yang lalu, biarlah berlalu. Karena hal yang terpenting saat ini, Farisnya sudah kembali, dan itu sudah lebih dari cukup. Aura tak ingin membahas yang telah berlalu. Karena yang saat ini ada di fikiran gadis itu adalah bagaimana hubungannya dan Faris untuk kedepannya.
"Aku nggak mau tau Mi. Pokoknya pernikahan aku sama kak Faris harus lebih dulu daripada Tasya sama kak Kevin" Ucap Aura tegas di depan keluarganya dan juga keluarga Faris.
Kevin dan Tasya memang akan melangsungkan pernikahan mereka satu bulan lagi. Benar, kedekatan mereka yang berawal dari kakak adik itu kini telah menjadi hubungan yang lebih spesial.
Benar kata orang, karena sejatinya tidak ada pertemanan atau persahabatan lawan jenis. Karena lambat laun, seiring seringnya kedekatan yang terjadi, perasaan itu akan timbul dengan sendirinya. Begitu juga dengan Tasya dan Kevin yang mulanya hanya sebagai kakak dan adik. Tanpa mereka sadari, perasaan itu tumbuh sendirinya seiring berjalannya waktu.
Tasya dan Kevin memang sering bertemu setelah saat itu. Hingga benih-benih cinta dan kenyamanan itu timbul dengan sendirinya di antara mereka berdua. Pada saat itu, Kevin juga membantu Tasya agar cepat menyelesaikan skripsinya. Dan pada saat itulah, semenjak sering menghabiskan waktu bersama Kevin, Tasya akhirnya menyadari, bahwa dirinya ternyata memang membutuhkan sosok lelaki yang lebih dewasa. Lelaki yang paham akan dirinya dan lelaki yang akan selalu menuntunnya ke arah kebaikan.
Namun, Kevin tidak pernah meminta Tasya untuk menjadi kekasihnya. Setelah gadis itu wisuda, Kevin tanpa ragu melamar Tasya saat itu juga. Karena Kevin tidak ingin lagi menunda nunda dan tidak ingin lagi kehilangan orang yang ia cinta untuk yang ketiga kalinya. Hingga pernikahan mereka sudah fix akan dilaksanakan bulan depan.
Jika orang-orang beranggapan bahwa Tasya hanya pelarian bagi Kevin? Mereka salah besar. Pasalnya, kini pria itu benar-benar sudah melupakan Aura maupun Sabilla. Yang ada di hati Kevin saat ini hanyalah Tasya. Bukankah perasaan seseorang memang bisa berubah kapan saja?
"Itu tangan kenapa dari tadi nempel mulu?" Sindir Farrel yang menyadari Aura tak sedetikpun melepaskan genggaman tangannya dari Faris sedari tadi.
Aura melirik ke arah Farrel, kemudian, tatapan gadis itu beralih ke arah tangannya dan juga Faris yang memang tidak ia lepaskan sedetikpun sedari tadi.
"Aku nggak akan pergi lagi sayang" Ucap Faris tersenyum.
"Enggak! Aku nggak percaya!" Ketus Aura yang semakin mengeratkan genggamannya.
Sementara keluarga mereka yang ada di sana, hanya tertawa dan menggeleng-geleng kepala melihat tingkah Aura yang sudah kembali kekanakan seperti dulu. Rasanya membahagiakan setelah melihat gadis itu sudah kembali cerita. Tidak seperti enam bulan belakangan ini yang tampat tidak bersemangat.
"Kak Aura sekarang kenapa jadi ngeselin sih? Biarin aku bahagia dulu kenapa sih? Ngalah kek, biar kita nikahnya duluan" Sahut Tasya sewot.
"Gapapa ngeselin. Pokoknya harus aku yang nikah duluan sama kak Faris. Titik nggak pake koma, gaboleh bantah, oke" Putus gadis itu sepihak.
"Tapi kak kemaren kan semuanya udah fix?"
"Ya, itu karena kemaren kak Faris aku belum ketemu. Tapi sekarang udah. Jadi tetap dong, aku sama kak Faris harus nikah duluan"
"Hm. Gimana kalo resepsi kalian barengan aja?" Usul Yasmin membuka suara di sela perdebatan kedua manusia itu.
Tasya dan Aura menoleh bersamaan. "Enggak Mau!" Sahut mereka serentak. Dua gadis itu kini saling melotot tajam.
"Pokoknya harus kita yang duluan! Iya kan sayang?" Ucap Aura menggandeng tanga Faris yang duduk di samping dirinya manja.
"Sayang. Hmm. Gimana kalo kita ngalah aja. Tasya kan lebih kecil, jadi ngga papa dong kita ngalah sama yang lebih kecil" Ucap Faris membuka suara.
"Kalo gitu kak Kevin harusnya juga ngalah dong sama aku, karena aku juga lebih kecil dari kak Kevin. Gimana?" Sahut Aura tak mau kalah.
"Aduhhh..."
"Kak, aku nggak mau di tunda-tunda lagi. Aku nggak mau ditinggal lagi" Ucap Aura. Suara gadis itu kini melemah, menandakan dirinya benar-benar takut kehilangan Faris lagi.
"Ra, aku nggak akan ninggalin kamu lagi. Janji" Ucap Faris meyaikinkan.
"Enggak! Aku nggak butuh janji. Tapi aku butuh bukti!" Sahut Aura lantang.
.
.
Jangan lupa like, komen dan vote yang kenceng yah. Makasih banyak😍 Setelah mereka nikah maunya End aja apa masih lanjut nih? Komen sebanyak banyaknya ya. Spam juga boleh. Wkwk