
2 Tahun kemudian...
Biar nggak bingung, aku kasih paham dulu ya. Hehe.
Jadi, setelah mengandung selama kurang lebih sembilan bulan, akhirnya Tasya melahirkan seorang anak perempuan yang bernama Kesya. Yasp, mereka semua peremuan, hanya Zhio putra Faris Aura yang menjadi anak laki laki satu satunya untuk saat ini. Nggak tau kedepannya gimana.
Nah, satu tahun berikutnya umur anak Tasya udah satu tahun aja di genap genapin aja oke.
Jadi hitungannya itu gini.
Umur Shani sekarang udah lima tahun. Dan umur Shena berarti 3 setengah tahun. Ingat kan, Sabil hamil Shena waktu umur Shani masih tujuh bulan, jadi kurang lebih jarak mereka itu satu setengah tahun. Lima tahun dikurang satu setengah tahun berarti umur Shena tiga setengah tahun.
Terus waktu si Sabil hamil tujuh bulan Shena, si Aura juga hamil Zhio. Otomatis jarak antara Zhea & Zhio sama Shena juga satu setengah tahun. Jadi, umur Zhea & Zhio adalah umur Shena yaitu 3 setengah tahun dikurang satu setengah tahun, jadinya dua tahun.
Nah, waktu umur Zhea & Zhio masih tiga bulan, si Tasya juga hamil. Otomatis pas Tasya lahiran umur Zhea & Zhio kan udah satu tahun yaitu 3 bulan tambah 9 bulan Tasya melahirkan. Jadinya umur Kesya satu tahun.
Kesimpulan :
Umur Shani 5 tahun.
Umur Shena 3,5 tahun.
Umue Zhea & Zhio 2 tahun.
Umur Kesya 1 tahun.
___________________________________________
"Mama, hari ini kita mau nginap di rumah kakek ya?" Tanya Shani pada Sabilla yang kini tengah sibuk menyisir dan mengikat rambut putrinya itu.
"Iya sayang." Sahut Sabilla tersenyum masih fokus menata rambut Shani di depan meja rias.
"Dede Zhea Zhio sama dede Kesya ikut nggak Ma?" Tanya Shani.
Sabilla mencubit pipi Chubby putri cerewetnya itu. "Iya sayang. Dede Zhe, Zhio, sama dede Kesya juga ikut. Seperti biasa" Jelas Sabilla gemas.
Benar, setiap akhir bulan, anak anak, menantu, dan cucu pasangan Yasmin Asep itu memang selalu berkumpul di kediaman mereka. Sementara awal bulan, mereka akan pergi ke rumah keluarga dari pihak pasangan. Seperti Aura, ke rumah orang tuanya, dan Kevin ke rumah kakaknya. Kecuali Sabilla yang hanya tetap di rumah mereka.
"Horreeee. Aku nanti banyak temannya. Nanti" Sahut Shani girang.
Ceklek
Pintu kamar terbuka, terlihat Farrel tengah menggendong Shena masuk ke dalam kamar.
"Seneng banget anak papa kayanya sampe lompat lompat gitu" Ucap Farrel yang kini berjongkok sembari menurunkan Shena dari gendongannya.
"Papa" sorak Shani girang, gadis kecil itu berlari ke arah Farrel. Farrel dengan ceoat merentangkan tangannya menyambut putri sulungnya itu untuk ia peluk.
"Kata Mama di rumah nenek ada dede Zhe, Zhio, sama dede Kesya. Ayo papa kita pergi sekarang" Ajak Shani tidak sabar.
"Iya sayang. Bentar lagi kita berangkat" Jawab Farrel. "Anak Papa kenapa dua duanya cantik banget sih?" Tanya Farrel sembari mengecup kening Shani dan Shena yang ada di sisi kiri dan kanannya bergantian.
"Ya iyalah Pa. Kata nenek kan, aku cantik karena mirip sama Mama" Jawab Shani dengan suara yang begitu menggemaskan.
"Mirip Mama? Siapa bilang kamu mirip sama mama? Asal kamu tau ya sayang, cantik kamu itu karena nurun dari wajah papa yang tampan ini nih" Ucap Farrel percaya diri.
"Tapi, kata ounty uwa, ounty Tasya sama nenek, aku cantik karena mukanya mirip Mama" Jawab Shani polos sementara Shena hanya diam sembari memperhatikan kakak dan papanya itu dengan raut bingung tanpa ingin ikut serta.
"Nggak usah di ladenin kak, kalo adeknya ngomong. Nggak bakal mau kalah itu adek kamu" Ucap Sabil yang kini tengah bersiap siap di depan meja rias, berbicara pada Shani, jelas saja sindiran itu ditujukan pada sang suami.
Farrel menoleh ke arah Sabilla. Senyuman usil terlukis jelas di raut wajahnya.
"Bentar ya. Papa mau ngasih Mama pelajaran dulu" Ucap Farrel pada Shena dan Shani. Pria itu kemudian berdiri meninggalkan kedua anaknya yang kini menatap langkahnya bingung.
"Tadi kamu bilang apa? Kamu bilang aku adeknya Shani? Bisik Farrel saat tangannya sudah berhasil melingkar di pinggang Sabilla.
Cup
"Ini hukuman buat kamu" Ucap Farrel mengecup pipi Sabilla.
Sabilla menghembuskan nafas diiringi oleh bola matanya yang memutar malas.
"Lah, kan aku ngomong sesuai fakta. Mana pernah kamu mau ngalah dan terima kalo dua duanya anak aku memang mukanya mirip sama aku"
"Anak siapa tadi, kamu tadi bilang anak siapa? coba di ulang lagi?" Ucap Farrel gemas.
"Ya anak aku" Jawab Sabilla polos.
"Mereka juga anak aku kalo kalo kamu lupa"
"Pinter banget alesan" Farrel mengacak acak rambut Sabilla gemas.
"Yaudah sih aku mau siap siap dulu sayang. Jangan digangguin ih" Seru Sabilla kesal.
"Yaudah deh. Aku sama anak anak tunggu di bawah ya"
"Iya"
Farrel menoleh ke balakang. Kemudian kembali berjalan ke arah kedua putri kecilnya yang hanya menonton kemesraan mereka sedari tadi dengan raut wajah bingung.
"Ayok sayang. Kita tunggu Mama di bawah aja" Ucap Farrel kemudian menggendong kedua anaknya menuju lantai bawah.
***
Sabilla, Farrel, Shani, dan Shena sekarang sudah berada di dalam mobil menuju rumah Yasmin dan Asep. Mobil itu terdengar begitu ricuh dengan suara nyanyian nyanyian yang keluar dari bibi mungil Shani dan Shena yang duduk di jok belakang. Sementara Farrel dan Sabilla hanya tersenyum melihat kedua putrinya itu tertawa.
Balonku ada lima
Rupa rupa warnanya
Merah kuning kelabu
Hijau muda dan biru
Meletus balon hijau dor
Lihat kebunku, penuh dengan bunga
Ada yang putih, dan ada yang merah
Satu satu, aku sayang ibu
Dua dua juga sayang ayah
Entah sudah berapa banyak nyanyian anak anak yang terputar sedari tadi. Hingga saat sudah merasa bosan, Shena akhirnya merengek ingin duduk di depan Sabilla.
"Mama, dek au duk pan (Mama, dedek mau duduk depan)" Ucap Shena kini sudah tampak gelisah.
Sabilla menoleh ke belakang. "Yaudah ayok sini" Sabilla segera meraih tangan putrinya itu dan mendudukkan Shena di pangkuannya.
"Mama kakak juga mau duduk di depan sama Mama" Rengek Shani yang tidak mau di tinggal sendiri.
"Kakak, kakak di belakang aja ya. Nanti Mama susah lo pangku kalian dua duanya." Sahut Farrel sesekali menoleh ke arah belakang.
"Nggak mau. Kakak juga mau duduk di depan sama Mama." Protes Shani cemberut.
"Kak..."
"Udah sayang biarin aja." Potong Sabilla.
"Yaudah sayang. Ayok sini sama Mama" Sabilla meraih tangan Shani saat putrinya itu berpindah duduk ke pangkuannya. Kini, dua bocah yang berusia 5 tahun dan 3,5 tahun itu tengah duduk di paha Sabilla dalam dekapan Sabilla.
"Paha kamu nggak sakit apa sayang? Badan Shani udah mulai berat itu" Ucap Farrel sesekali menoleh ke samping.
"Nggak papa kok. Aku nggak mau nanti salah satu mereka merasa kita pilih kasih." Jawab Sabilla tersenyum kemudian mengecup puncak kepala putrinya satu persatu.
"Aku sayang banget sama mereka berdua" Ucap Sabilla lagi kemudian membawa Shena dan Shani ke dalam pelukannya.
"Hm. Sama mereka aja nih sayangnya? Sama aku enggak?" Sindir Farrel.
"Kalo sayang sama kamu itu udah beda lagi" Jawab Sabilla cengengesan.
"Tapi kok aku nggak dicium juga?" Goda Farrel.
"Nggak usah macem macem deh. Kamu lagi bawa mobil"
Farrel hanya tersenyum memperhatikan istri cantiknya itu. Tanpa mereka sadari, kedua malaikat kecilnya itu sudah tertidur lelap sedari tadi dengan kepala yang mereka sandarkan di dada Sabilla.
"Anak aku" Ucap Farrel mengelus rambut Shani yang dekat dari jangkauannya. Namun, tetap fokus mengendarai mobil.
"Anak aku juga kalo kalo kamu lupa"
"Idih sensian buk" Goda Farrel.
......Jangan lupa like nya makasih :)......