
Pagi hari, matahari sudah kembali menampakkan diri. Kevin baru saja terbangun dari tidurnya. Pria itu tersenyum ketika menadapati Tasya yang masih terlelap akan tidurnya.
Kevin mengecup kening Tasya gemas. "Bocah" Lirihnya kemudian mengelus rambut Tasya. "Gimana nanti kalo udah jadi Mama. Pasti lucu banget ini bocah" Sambung Kevin kemudian terkekeh sendiri.
Beberapa saat kemudian, Kevin melepaskan tangan Tasya dari pinggangnya. "Aku mandi dulu sayang" Lirihnya, padahal Tasya masih terlelap akan tidurnya. Kevin segera bangkit, kemudian berlalu menuju kamar mandi untuk segera membersihkan diri.
Beberapa menit kemudian
"Kak Kevin"
"Kak Kevin buka pintunya kak"
"Kak Kevin, buka pintunya, aku mual"
"Kak" Tasya berteriak sembari membekap mulutnya sendiri.
Kevin yang memang sudah selesai mandi, buru buru membuka pintu tersebut. Hingga Tasya menyelonong begitu saja masuk ke dalam sana saat pintu kamar mandi terbuka. Tasya kini berdiri di depan wastafel, mencoba membuang apa yang merasa mengganjal di tenggorokannya dengan keringat yang bercucuran di dahi Tasya. Nafas Tasya juga terlihat terpacu begitu cepat.
Kevin mengikuti Tasya dan mengelus punggung istrinya itu lembut.
"Udah?" Tanya Kevin.
Tasya mengangguk, Kevin segera membantu Tasya membersihkan mulutnya. Setelah itu, Tasya hanya bersandar lemah di pelukan Kevin ketika tubuhnya terasa begitu lemas.
"Kamu nggak papa?" Tanya Kevin.
"Lemes" Sahut Tasya.
Tanpa berfikir panjang, Kevin langsung saja mengangkat tubuh Tasya, menggendong istrinya itu ala bridal style kembali ke dalam kamar. Kevin membaringkan tubuh Tasya pelan di tempat tidur.
"Bentar ya. Aku mau ke bawah dulu ambil minum buat kamu" Pamit Kevin setelah mengecup kening Tasya.
Tasya hanya mengangguk pelan. Dengan cepat, Kevin buru buru ke lantai bawah mengambil segelas air hangat untuk sang istri.
"Ini sayang. Kamu minum dulu" Ucap Kevin setelah kembali ke dalam kamar. Kevin membantu Tasya duduk dan meminumkan pelan air tersebut pada Tasya.
"Kak Kevin mau kemana udah mandi pagi pagi gini?" Tanya Tasya.
"Aku mau nyiapin sarapan dulu buat kamu. Habis itu ke kantor."
Tasya mencengkram baju Kevin yang duduk di tepi ranjang.
"Kenapa?" Tanya Kevin saat merasa Tasya ingin bicara sesuatu tapi ia tahan.
"Hm. Kalo nggak usah ke kantor aja gimana? Temenin aku" Pinta Tasya sedikit takut.
Kevin tampak berdikir. "Tapi hari ini aku ada meeting penting sayang. Aku cuma sebentar, nanti kalo udah selesai aku langsung pulang ya. Nanti aku telfon kak Kinan dulu biar nemenin kamu disini" Bujuk Kevin.
Tasya hanya diam, menatap kosong ke sembarang arah. Di satu sisi Tasya tidak ingin egois. Tapi di sisi lain, Tasya juga membutuhkan Kevin.
"Sayang" Panggil Kevin, pria itu menggenggam tangan Tasya.
"Aku serius cuma sebentar, palingan cuma sampe jam sepuluh habis itu aku pulang ya" Bujuk Kevin.
"Janji?" Tasya mengangkat jari kelingkingnya dengan bibir cemberut.
Kevin tersenyum, sungguh wanita yang ada di depannya ini benar benar begitu menggemaskan.
"Iya janji" Kevin mengangkat jari kelingkingnya kemudian memeluk Tasya, mengusap punggung istri kecilnya itu.
"Aduhhh Mama sekarang manja banget ya" Goda Kevin.
"Aku belum jadi Mama Mama kak Kevin" Protes Tasya.
"Kan bentar lagi bakal jadi Mama muda" Jawab Kevin terkekeh.
"Iya juga sih"
"Yaudah. Aku siap siap dulu ya." Ucap Kevin mengelus rambut Tasya.
Tasya mengangguk. Kemudian Kevin berjalan menuju walk in closet untuk mengganti baju.
***
"Yaelah lebay banget lo curut" Celetuk Kinan memutar bola matanya malas.
Oiya, sedikit info, jadi orang tua Kevin itu tidak tinggal di Indonesia ya. Kevin di Indonesia hanya tinggal berdua dengan sang kakak, Kinan. Mereka hanya pulang sebentar pada acara pernikahan Tasya-Kevin, mengingat pekerjaan kedua orang tua Kevin sungguh sibuk.
Begitu juga dengan orang tua Tasya yang tidak tinggal di Jakarta. Awalnya kedua orang tua Tasya akan membawa Tasya dan Kevin ikut mereka ke Bandung, tapi karena kantor Kevin dan pekerjaannya di Jakarta, maka orang tua Tasya terpaksa harus membiarkan putrinya itu terpisah lagi dari mereka setelah kuliah Tasya selesai selama empat tahun lamanya.
"Sayang. Aku ke kantor dulu ya. Nanti aku cepetan pulang. Kamu mau dibeliin apa nanti?" Tanya Kevin yang kini duduk di tepi tempat tidur sembari memegang bahu Tasya.
Tasya menggeleng.
"Nggak mau apa apa. Cuma mah kak Kevin cepat pulang" Sahutnya manja. Entahlah, semenjak hamil rasanya Tasya selalu saja ingin dekat dekat dengan Kevin. Rasanya Tasya benar benar tidak mau jauh jauh dari suaminya itu.
"Siap ratu. Selesai meeting aku langsung pulang. Baik baik di rumah. Jangan bandel, nggak boleh makan Ice cream kalo nggak sama aku. Oke"
"Iya iya bawel banget sih" Celetuk Tasya.
"Bawel demi kamu dan anak kita kan ngagk papa" Kevin mengecup kening Aura kemudian berlalu keluar dari kamar.
***
"Gimana Sya? masih lemes? Kamu mau makan?" Tanya Kinan yang kini sudah duduk di tepi ranjang di samping Tasya.
Tasya menggeleng "Enggak kak. Tasya nggak lapar." Sahut Tasya.
"Terus? Kangen Kevin?" Goda Kinan yang berhasil membuat pipi Tasya merah menahan malu.
"Idih blushing" Goda Kinan.
"Kak Kinan jangan gadain terus Tasya malu" Tasya menutup wajahnya dengan selimut.
"Pantes aja nggak butuh lama Kevin jatuh cinta sama kamu. Orang anaknya gemes gini" Kinan mengacak rambut Tasya dengan bibir tak henti tersenyum.
"Tapi kata kak Farrel Tasya bocah, kata kak Kevin juga. Padahal kan udah besar, udah 22 tahun" Ucap Tasya benar benar seperti anak kecil.
"Iya. Umurnya udah 22. Tapi kelakuannya 15 tahun" Canda Kinan.
"Ihh kak Kinan mah sama aja sama mereka semua"
"Hehe enggak becanda deng" Kinan merengkuh Tasya dan membawa adik iparnya itu ke dalam pelukannya.
"Kak Kinan" Panggil Tasya.
"Apa?" Sahut Kinan.
"Enggak. Kak kinan cantik" Puji Tasya.
"Makasih" Sahut Kinan." Senang.
"Tapi jomblo" Sambung Tasya kemudian.
"Aishhh nakal banget kamu ya" Ucap Kinan gemes mencibit pipi Tasya.
"Makannya cepatan nikah dong. Udah 27 juga umurnya." Ucap Tasya. "Masa kalah sama aku" Giliran Tasya menggoda Kinan.
"Tunggu aja kalo udah saatnya" Sahut Kinan tersenyum.
Kedua manusia itu kini tertawa bahagia di dalam sana. Kinan dan Tasya memang sudah dekat dan mereka sudah seperti kakak adik. Kinan benar benar menyayangi Tasya, begitu juga sebaliknya. Kedua manusia itu kini tampak sibuk tertawa dan bercerita tentang apa saja yang ingin mereka ceritakan.
"Tasya sayang kak Kinan"
"Kak Kinan juga sayang Tasya bocil, imut, gemes"
.
.
...Setelah aku nggak pernah bikin jangan lupa like lagi ternyata like nya beneran berkurang ya. Wkwk jangan lupa like nya dong berarti banget itu buat aku😭 Makasih💙...