Aura Story

Aura Story
Nggak Percaya



Kevin baru saja sampai di halaman rumahnya. Pria itu melirik ke kanan sejenak, menatap Tasya yang masih tampak belum sadarkan diri.


Dengan cepat, Kevin segera keluar dari mobil. Pria itu menelfon kakaknya yang ada di dalam rumah terlebih dahulu untuk membuka pintu dan menemui dirinya di bawah.


Kevin menggendong Tasya yang ia rasa sangat berat sekali untuk masuk ke dalam rumahnya setelah kakak Kevin yaitu Kinan membuka pintu untuknya.


Kinan melihat Kevin yang tengah menggendong Tasya dengan raut wajah datar. Raut wajah yang menyimpan tanda tanya diasana. Siapa gadis itu? kenapa Kevin membawanya kerumah? Tanda tanya itu terbesit di benak Kinan. Pasalnya, seumur-umur Kevin sangat anti dan bahkan tidak pernah membawa seorang wanita ke rumahnya.


"Siapa? pacar lo?" Tanya Kinan yang kini sudah berdiri di ambang pintu kamar tamu seraya melipat kedua tangannya didada. Kinan memperhatikan Kevin yang baru saja membaringkan tubuh Tasya di kamar tamu rumahnya.


Tanpa mengubris pertanyaan Kinan, Kevin terlebih dahulu mencari ponsel Tasya yang berada di slingbag gadis itu yang barusan ia taruh di atas nakas.


Jemari Kevin kini dengan lihai mengotak-atik layar ponsel milik adik sepupu Faris dan Farel tersebut. Benar, Kevin mencoba menghubungi Yasmin. Pria itu mengirimkan pesan kepada Yasmin atas nama Tasya. Pria itu terpaksa berbohong pada Yasmin dengan mengatakan bahwa Tasya kini tidak bisa pulang dan menginap di rumah teman kuliahnya untuk menyelesaikan skripsinya.


Benar, Tasya memang sudah menjadi mahasiswa semester akhir yang sebentar lagi akan menyelesaikan studynya di Universitas Trisakti. Tidak terasa memang, waktu akan terus berjalan. Rasanya baru kemaren Tasya menyandang status mahasiswa. Tapi sayang, dibalik semua itu, semenjak bermasalah dengan Alvin. Tasya justru lalai dengan skripsinya. Gadis itu mengabaikan kewajiban yang seharusnya ia lakukan karena Alvin.


Tasya jadi tidak fokus. Gadis itu setiap hari hanya merenungkan nasibnya yang ia rasa begitu menyedihkan.


Kinan yang semula berdiri di ambang pintu mulai berjalan menghampiri Kevin yang tengah duduk di samping tempat tidur dimana Tasya berbaring.


"Siapa? Pacar lo?" Tanya wanita yang lebih tua dua tahun dari Kevin itu sekali lagi.


"Adik teman gue" Sahut Kevin datar. "Tolong gantiin baju dia. Pake baju lo dulu" Ucap Kevin kemudian bangkit dari duduknya. Pria itu hendak meninggalkan kamar tersebut untuk segera membersihkan tubuhnya yang tadinya kena muntah Tasya.


"Kenapa dia bisa mabok kaya gini? Abis lo apain anak orang?" Tanya Kinan dengan raut wajah sedikit kesal. Kinan manatap Kevin dengan tatapan curiga dan penuh amarah.


Kevin menoleh ke arah belakang. Pria itu memperhatikan raut wajah kakaknya. Kevin melihat tatapan tajam Kinan. Ia bisa mengartikan apa yang kini dimaksud oleh kakaknya.


"Gue nggak sebajingan itu" Sahut Kevin kemudian pergi meninggalkan Tasya dan Kinan di dalam sana.


***


Kevin masuk ke dalam kamarnya. Pria itu melirik bajunya yang masih basah meskipun tadinya sudah dirinya lap dengan Tisyu.


"Tasya.. Tasya. Bodoh banget lo sampe ngelakuin hal kaya gini" Gumam Kevin membayangkan kelakuan bodoh yang dilakukan oleh Tasya sebelum pria itu masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersihkan diri.


***


Kevin sudah terlihat rapi dan bersih kembali. Pria itu segera turun ke lantai bawah hendak melihak keadaan Tasya.


"Sini lo Vin" Panggil Kinan yang tengah duduk di depan Tv di ruang tengah.


Kevin menoleh, diiringi dengan henghela nafas pasrah. Pria itu melangkahkan kaki mendekat ke arah Kinan.


"Gimana dia? Udah sadar?" Tanya Kevin sebelum Kinan melontarkan pertanyaan duluan.


"Nggak usah nanya sama gue. Lo apain itu anak kenapa bisa sampe begitu?" Ketus Kinan bertanya.


"Terus kenapa dia bisa ada sama lo dalam keadaan mabok?"


"Gue nggak sengaja ketemu dia di bar!"


"Di bar?" Sahut Kinan kaget. Mata wanita itu membulat tidak percaya. "Lo pergi ke bar?" Tanya wanita itu memastikan. Karena seumur-umur Kinan sangat tahu bagaimana Kevin. Kina tahu bahwa selama ini Kevin tidak akan pernah pergi ke tempat seperti itu.


"Iya, gue kesana!" Sahut Kevin datar.


Plakkkkk


Satu tamparan melayang di wajah Kevin. "Bagus banget lo sekarang ya. Jadi ini yang selama ini lo lakuin selama di London? Sampe-sampe kebawa bawa ke Indonesia? Gue nggak habis fikir ya Vin lo. Papa sama Mama nggak pernah ngajarin anak-anaknya melakukan hal-hal yang nggak seharusnya kita lakukan. Apalagi pergi ke tempat kaya gitu" Geram Kinan.


"Gue baru pertama kali ke sana. Selama di London gue nggak pernah pergi ke tempat semacam itu" Bantah Kevin.


"Lo fikir gue percaya gitu aja? Di Indonesia aja lo udah kaya gini. Apalagi di sana Vin! Gue bukan anak kecil yang bisa lo bodoh-bodohin" Bentak Kinan.


"Lo nggak percaya sama gue?"


"Enggak! Gue emang nggak percaya sama lo!" Sahut kinan.


"Aishh" Kevin mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Gue juga nggak tau kenapa fikiran gue bisa tiba-tiba kesana saat gue nggak mampu lagi nyelesaian masalah gue. Gue lagi nggak bisa mikir. Masalah gue nggak kelar-kelar Nan. Gue fikir kesana bakalan bikin hati gue tenang kaya orang-orang. Tapi ternyata enggak sama sekali" Jelas Kevin.


"Terus udah berapa banyak lo minum? Sama cewek itu? Dan sekarang lo berani bawa dia ke rumah ini? Apa masalah lo yang sangat berat menurut lo itu hingga lo harus milih jalan kaya gini ha?"


"Nan, lo kenapa nggak percaya sama gue sih? Gue nggak minum sama sekali!" Bentak Kevin.


"Lo nggak minum? Terus cewek itu? Cewek itu mulutnya bau alkohol dan dia sampe pingsan dan muntah-muntah gitu lo fikir gue bakal percaya gitu aja kalo lo nggak ikutan minum?"


"Gue nggak boong. Tadi gue kesana sendiri, dan gue belum sempat mesan apa-apa. Saat gue mau pergi dari sana. Gue liat dia lagi di gangguin sama laki-laki. Dia udah mabok sendirian. Dia adik sahabat gue. Dan gue nggak mungkin ninggalin dia disana sendirian. Gue juga tau banget masalah dia apa sampe dia ngelakuin hal ini. Gue cuma kasian sama dia. Makannya gue bawa dia ke rumah ini." Jelas Kevin.


"Gue nggak percaya. Gue kecewa sama lo Vin" Ucap Kinan kemudian bangkit dari duduknya dan segera pergi dari sana.


"Aishhh" Kevin mengacak-acak rambutnya kasar. Pria itu benar-benar merasa frustasi.


.


.


.


Jangan lupa like, komen, dan vote ya. Makasih 💕