
April mulai menjalani hari-harinya menjadi nyonya Airlangga dia juga mengikuti jejak suaminya untuk berhenti bekerja dari kantor tempatnya bernaungnya selama ini.
Hingga undangan pernikahan dari para mantan bos nya itu datang.
"Alina akan menikah dengan Axel," ucap Airlangga saat menerima undangan itu.
"Kapan?" ucap April penasaran.
"Minggu depan," ucap Airlangga sambil menaruh undangan itu.
"Datanglah sendiri," ucap April sambil mengingat terakhir kali pertemuan ya dengan Alina yang sangatlah buruk.
"Ikutlah, aku akan mengajak Mama Nadira juga untuk datang bersama kita, lagi pula Axel itu kan bekas bosmu," bujuk Airlangga.
"Baiklah," ucap April dengan berat hati.
...****************...
April berdandan dengan sangat cantik saat mendatangi acara resepsi pernikahan Axel dan Alina, dia menggunakan baju senada dengan suaminya yang menambah serasi penampilan mereka.
Sedangkan Nadira juga diajak ke acara tersebut tanpa mengetahui yang menikah adalah anak dari Aji.
Sesampainya di tempat acara Airlangga mengajak istri dan mertuanya untuk menikmati beberapa menu hidangan sebelum naik panggung dan bersalaman dengan kedua mempelai dan keluarganya.
Nadira tak menyadari keberadaan Aji karena tertutup Tamu undangan yang silih berganti datang, hingga gilirannya berjabat tangan dengan Aji. Membuatnya kembali pingsan.
"Ma, bangun Ma?" ucap April yang tepat berdiri di belakang Nadira dan sempat menangkap tubuh Nadira sebelum jatuh ke lantai.
"Kenapa jika Mama selalu bertemu om Aji selalu pingsan, ada apa sebenarnya?" batin April mulai bingung.
Dengan di bantu para undangan Lain, Nadira di bawa kesebuah kamar yang tersedia di gedung itu.
"Bangun Ma," tangis April sambil mengusapkan minyak angin ke hidung Nadira.
"Sayang Apa perlu kita bawa Mama ke rumah sakit," ucap Airlangga khawatir dengan kondisi mertuanya.
Belum sempat April menjawab ucapan suaminya, tiba-tiba Nadira bangun dan menjerit histeris karena bayangan-bayangan dari masa lalunya kembali menghantui pikirannya.
"Jangan sentuh aku," teriak Nadira sambil menyilangkan tangannya di dadanya.
"Ma, sadar Ma ini April," ucap April yang mulai menangis melihat kondisi ibunya.
"Lepaskan aku," teriaknya lagi.
"Ada apa ini sebenarnya?" ucap Airlangga bingung.
"Aku bukan anak papa Farhan, aku anak hasil pemer..." ucap April menangis tidak melanjutkan perkataannya.
"Bukan Nak, kamu adalah anakku," ucap Aji tiba-tiba masuk, yang tidak mereka ketahui ternyata Aji sudah lama berada di balik pintu.
April bak disambar petir di siang bolong saat mengetahui fakta sebenarnya, dia tidak menyangka Alina yang selama ini memperlakukannya dengan buruk adalah saudaranya sendiri. Sementara Nadira terus berteriak sambil bersembunyi di bawah selimut.
"Kita harus segera bawa Mama ke rumah sakit," ucap Airlangga yang tak tega melihat kondisi mertuanya.
Mereka segera bergegas membawa Nadira ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secepatnya tanpa melanjutkan obrolannya dengan Aji.
Farhan dan Luna segera menyusul ke rumah sakit tempat Nadira di rawat, dia bisa bernafas lega karena kondisi Nadira sudah membaik dan sudah lebih tenang.
"Apa hal seperti ini sering terjadi pada Mama?" tanya April kepada papanya.
Farhan hanya menjawabnya dengan anggukan kepala tanda dia mengiyakan ucapan April, selama ini Nadira memang sering berteriak histeris jika ada hal yang membuatnya mengingat tentang masa lalunya yang buruk, tapi Farhan selalu bisa menyembunyikan semuanya dari anak-anaknya untuk tetap menjaga identitas April, April yang mendengar cerita Farhan hanya mampu menangis dan memeluk Farhan yang sudah dianggapnya sebagai Ayahnya sendiri.
"April aku ingin berbicara denganmu," ucap Alina memberanikan diri.
Tidak ada jawaban yang terlontar dari mulut April hingga Airlangga dan Farhan berhasil membujuknya.
"April, aku minta maaf atas semua kesalahanku kepadamu selama ini," ucap Alina kepada April di bangku taman rumah sakit ditemani Axel dan juga Airlangga.
"Tolong temui Ayah untuk terakhir kalinya," ucap Alina lagi sambil menangis dan bersimpuh di kaki April yang membuat April sangat terkejut.
"Bangunlah," ucap April akhirnya mau berbicara.
"Ayah sudah mendapatkan semua hukuman atas kesalahannya di masa lalu, jadi aku mohon temui Ayah yang sedang kritis," ucap Alina sambil menangis sejadi-jadinya karena penyakit ginjal Aji telah kembali kambuh.
Dengan di temani suaminya akhirnya April luluh hatinya dan mau menemui Aji yang sedang terbaring lemah dengan berbagai alat penunjang yang melekat pada tubuhnya di rumah sakit yang sama dengan Nadira.
"Kemari Lah," ucap Aji lemah yang membuat hati April tersentuh dan berjalan mendekatinya.
"Izinkan aku mendengar kau memanggilku Ayah untuk terakhir kali," ucap Aji semakin melemah.
April menatap kearah Airlangga yang setia menemaninya dan juga Alina yang menyusul mereka masuk.
"A-ayah," ucap April terbata.
Aji tersenyum dan menutup matanya perlahan hingga Alat jantung itu terlihat berubah menjadi garis lurus pada layar monitornya.
"Ayah," teriak Alina menangis histeris.
Sedangkan Airlangga memencet bel untuk memanggil dokter, Dokter dan perawat segera datang untuk memberikan penanganan namun sayang Aji yang menderita penyakit ginjal sejak lama sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
"Sekali lagi aku meminta maaf untuk semua kesalahanku di masa lalu," ucap Alina yang datang berkunjung bersama Axel Ke rumah Airlangga setelah beberapa hari kematian Ayahnya.
"Aku sudah memaafkan mu," ucap April singkat.
"Kau adalah adikku walau kita berbeda ibu, aku datang kemari untuk menyampaikan wasiat terakhir dari Ayah kita," ucap Alina lagi sambil memberikan berkas yang di bawanya.
April segera membuka dan membacanya dia tak menyangka bahwa ayah kandungnya memberikan setengah kekayaannya untuknya dan setengah lagi untuk kakaknya Alina.
"Tolong terima aku sebagai kakakmu setelah apa yang kita pernah lewati," ucap Alina membuyarkan lamunan April.
"Beri aku waktu," jawab April singkat.
"Baik," ucap Alina memeluk adiknya untuk pertama kali yang membuat hati April merasa tersentuh.
Sejak pertemuan itu hubungan kakak beradik itu semakin dekat bahkan sekarang mereka sedang hamil bersamaan, membuat mereka sering membuat janji ke dokter bersama, makan diluar, bahkan berbelanja bersama.
April merasa sangat beruntung dikelilingi orang-orang yang sangat menyayanginya mulai suami, orang tuanya, mertuanya dan juga saudara-saudara nya apalagi Luna yang sudah banyak berubah sekarang.
...****************...
****Tamat****
*****Terimakasih yang sudah membaca karyaku dari awal bab hingga akhir bab, Terimakasih juga yang sudah memberikan dukungannya untuk like,komen, subscribe dan juga vote nya.*****
*****jangan lupa untuk mampir di karyaku yang selanjutnya...🥰🤗*****
Cinta untuk Sheila...