April

April
46



Disebuah Padang bunga yang terhampar luas, Arya Mengenakan baju serba putih datang menemui April. Dia hanya tersenyum tanpa berbicara sepatah katapun. dari kejauhan dia terus menatap April dan berjalan mundur menjauhi April hingga akhirnya menghilang diantara kabut yang mengelilinginya.


"Mas Arya...." teriak April, nafas April terengah-engah sambil menatap sekeliling kamarnya. ternyata pertemuannya dengan Arya hanyalah mimpi.


"Nak, ada apa?" ucap Ibu Arini khawatir berlari mendekati April.


Ibu Arini memeluk April yang nampak gemetaran dengan tubuhnya yang demam tinggi. Bu Arini menatap jarum jam waktu menunjukkan tepat pukul 00.30, dia menyelimuti dan mengompres April namun suhu tubuh April tidak kunjung turun dan terus mengigau memanggil nama Arya.


Akhirnya Bu Arini memberanikan diri untuk meminta tolong pada Dirga, untuk membawa April kerumah sakit.


"Ibu dirumah saja menjaga Bintang, Dirga akan menjaga April," ucap Dirga menangkan Bu Arini.


"Terimakasih, Nak Dirga," balas Bu Arini sambil memandang mobil Dirga yang berlalu membelah keheningan malam.


April harus dirawat karena menderita Tipes, karena sejak Arya menghilang dia tidak memperdulikan dirinya sendiri termasuk urusan perutnya.


"Mas Arya..." ucap April mengigau sambil memegang tangan Dirga yang duduk disebelah ranjangnya.


"April, sebegitu dalam kah perasaanmu padanya?" batin Dirga cemburu.


Dengan telaten Dirga merawat dan menjaga April dirumah sakit, hingga pagi datang Dirga tertidur menyandarkan kepalanya di ranjang. dengan posisi masih duduk dibangku.


"Ya ampun Mas Dirga, kasihan tidurnya," April terbangun dan menoleh ke arah Dirga.


"Pacarnya perhatian sekali Mbak, saya jadi iri," goda cleaning servis yang datang membersihkan ruangan April.


April hanya tersenyum menjawab godaan cleaning service itu yang segera berlalu meninggalkan ruangannya. April sebenarnya merasa tidak enak dengan perhatiannya Dirga karena dia mempunyai istri.


"April kamu sudah sadar?" ucap Dirga bangun langsung memegang kening April untuk mengecek suhu panasnya.


"Mas, aku udah baikan," sambil menghempaskan tangan Dirga.


"Pulanglah Mas, kamu punya janji ketemu Kirana," ucap April sambil menatap Dirga.


"Aku akan pulang nanti siang untuk menemui Kirana sebentar, sekarang aku akan menjagamu," ucap Dirga sambil menyuapkan sendok kearah April.


Tidak ada penolakan dari April, Dirga menyuapi April dan membantunya minum obat. Sebenarnya Dirga ingin sekali berterus terang tentang kejadian buruk 4,5 tahun lalu itu. Tapi dia merasa waktunya belum tepat, apalagi April masih bersedih atas kepergian Arya dan dirinya masih berstatus suami dari Kirana.


"Perasaan ini masih sama, bahkan setelah aku kehilangan ingatanku selama 4 tahun. Aku masih sangat mencintaimu," batin Dirga.


Pandangan Dirga teralihkan pada ponselnya yang berdering, dia mendapatkan sebuah pesan dari Kirana yang akan datang menemui nya. Dirga langsung bergegas pulang dan menitipkan April yang sedang tertidur kepada perawat.


...****************...


Di rumah Dirga...


"Prilly... mama kangen nak," ucap Kirana berlari lalu mengendong Prilly.


"Halah biasannya juga nggak peduli," batin Wina (baby sister Prilly). Yang tak hentinya menatap kearah Kirana sinis karena tak henti menciumi Prilly.


"Win, dimana bos kamu?" tanya Kirana.


"Nyonya, sudah ditunggu Pak bos di ruangan kerjanya," ucap Wina berpura pura terlihat ramah Karena dia tidak menyukai sifat jelek Kirana.


"Mas Dirga ingin menemui ku, pasti dia merindukanku" Batin Kirana sambil tersenyum penuh kemenangan.


Kirana Masuk keruangan Dirga, Melihat Dirga yang terduduk di kursi kerja nya sambil menutup kedua matanya, Kirana langsung mendekat dan memijat bahu Dirga seperti yang sering dia lakukan dulu kepada Dirga.


"Mas aku merindukan," goda Kirana sambil terus memijat.


Dirga membuka Matanya dan memencet tombol remote yang dia pegang, Tv di ruangan itu menyala menampilkan adegan ketika Kirana dan Ryan ketauan berselingkuh di hotel waktu itu. Kirana terbelalak menyaksikan vidio itu dan tidak tau maksud Dirga menunjukkan rekaman vidio itu.


"Tanda Tangan!" ucap Dirga sambil menyerahkan sebuah kertas dan pena.


"Aku tidak ingin bercerai dari kamu Mas," ucap Kirana setelah membaca surat itu yang ternyata adalah surat cerai.


"Tanda tangan atau karirmu sebagai model dan selebgram Akan hancur? tentunya setelah vidio itu tersebar," ucap Dirga mengancam Kirana.


Dengan tangan gemetar Kirana menandatangani surat itu, lalu pergi. Mau marah pun percuma, karena dialah yang telah menghancurkan pernikahan nya sendiri.


Dirga mengambil dan menatap surat itu dan menghembuskan nafasnya lega, karena kalo tidak dengan cara begini seorang Kirana tidak akan mungkin mau tanda tangan.


...****************...