
"Apa aku jahat jika memisahkan seorang Ibu dari anaknya?" batin April sambil menatap bulan ke langit sambil menikmati udara malam di taman belakang rumahnya.
"Tumben kamu melamun?" ucap Dirga yang tiba-tiba datang membuyarkan lamunan April.
"Mas, menurutmu apakah aku salah jika aku menutupi sebuah kebenaran?" ucap April sambil menunduk.
"Terkadang kita memang harus berbohong demi kebaikan," jawab Dirga karena dirinya sendiri juga menyembunyikan banyak hal dari April terutama tentang Arya.
"April bolehkah aku mengatakan sesuatu? timpal Dirga.
"Apa Mas?" sahut April.
"Kamu pernah bilang waktu itu di restoran, mantan suamimu melupakanmu dan tidak mengingatmu," ucap Dirga.
"Iya karena ternyata dia Amnesia," Jawab April yang membuat Dirga kaget, dia tidak tahu kalo Oma telah memberitahu April.
"Mantan suamimu itu sekarang ingatannya sudah kembali," ucap Dirga menjelaskan tentang dirinya sendiri.
"Apa?" April kaget mendengar ucapan Dirga dia bingung entah apa yang akan dia katakan.
"Aku harap tidak ada kecanggungan diantara kita setelah kamu mengetahui semuanya," ucap Dirga lagi.
April hanya bisa menganggukkan kepalanya karena bingung mau menjawab apa, dia memang merasa sangat canggung setelah Dirga berbicara mengakui semuanya. Karena sebelum terpisah, mereka mempunyai perasaan yan sama. dan setelah mereka bertemu lagi mereka berpura pura saling tidak mengenal satu sama lain.
...****************...
Pagi itu Dirga terburu buru pergi ke kantor nya. Karena ada meeting penting dengan kliennya. Dirga melewati Halte tempatnya kemarin bertemu dengan Nadira. Ada saja hal yang dilakukan Nadira agar bisa menemui Dirga. Mengetahui mobil Dirga melintas, Nadira nekat berdiri ditengah jalan hingga Dirga hampir menabraknya.
"Anda sudah gila?" ucap Dirga turun dari mobilnya dengan penuh amarah.
"Tolong berikan satu kesempatan untukku berbicara denganmu," ucap Nadira memohon.
"Baiklah, saya punya waktu sebentar," ucap Dirga sambil melirik Jam ditangannya.
Dirga menepikan Mobilnya dan mendekati Nadira yang sudah menunggunya di sisi jalan.
"Anak yang kamu rawat itu adalah anakku," ucap Nadira gemetar.
"Apa maksud anda?" ucap Dirga sambil mengerutkan keningnya. Dirga berpikir ini hanyalah tipu muslihat Nadira.
"Ibu menukar bayimu dan bayiku saat mereka terlahir, karena Ibu merasa sangat sakit hati. Aku mohon percayalah padaku. aku bersedia melakukan test DNA untuk membuktikan semuanya," ucap Nadira memohon.
"Anda ini jangan ngaco kalau berbicara," ucap Dirga tertawa lepas dan hendak berlalu dari tempat itu.
"Apakah kau tidak ingin mencari anakmu yang telah di buang Ibu? entah bagaimana nasibnya sekarang," ucap Nadira berusaha menghentikan Dirga yang hendak pergi.
Ucapan Nadira itu membuat Dirga menghentikan langkahnya. Dirga berbalik badan menatap tajam kearah Nadira dan mulai mendekati nya. Dirga menarik rambut kasar Nadira dan mengambil beberapa helai rambut milik Nadira. Dengan perasaan tidak karuan dan pikirannya yang kacau Dirga beranjak meninggalkan tempat itu.
...****************...
Dua Minggu berlalu akhirnya hasil tes DNA itu keluar, benar saja hasilnya diluar dugaan Dirga. Surat itu memang menyatakan Nadira adalah Ibu biologis dari Prilly. Pikiran Dirga mulai kacau memikirkan bagaimana nasib anak kandungnya yang telah dibuang Ibu Intan.
Dirga yang kebingungan langsung bergegas mencari Nadira, agar dia mendapatkan petunjuk dimana keberadaan putrinya.
"Ibu bilang ibu membuang anakmu di kota ini," ucap Nadira. Karena anak Dirga terlahir di kota J.
"Apa Anda punya petunjuk?" ucap Dirga dengan wajahnya yang tampak murung.
"Ibu sempat mengirimkan Foto ini sebelum membuang anakmu," ucap Nadira sambil memberikan ponselnya kepada Dirga.
"Kenapa bayi ini sangat mirip dengan Bintang," batin Dirga setelah melihat foto bayi itu.
Dirga mengirim foto itu ke ponselnya dengan seksama Dirga terus mengamati foto tersebut, akhirnya dia mulai menemukan petunjuk. Putrinya memiliki tanda lahir di bagian dada, walaupun hanya nampak terlihat sedikit di dalam foto, itupun karena kancing baju atasnya yang terlepas.
Pikiran Dirga langsung tertuju pada Bintang, untuk memastikan semuanya Dirga segera beranjak pergi dari cafe tempatnya menemui Nadira, dia ingin segera menemui Bintang.
Dirga juga sudah berjanji kepada Nadira akan segera mengembalikan Prilly kepadanya, setelah putrinya ditemukan.
...****************...