April

April
bekal makan



Nathan melancarkan misinya ketika pulang kantor tiba-tiba dia meminta Gani untuk berpura-pura menjadi sopir pribadinya dengan meminjam mobil milik saudaranya, sedangkan Airlangga di minta berperan sebagai asisten pribadinya, karena pada dasarnya Airlangga seorang Asisten pribadi tentu tidak akan membuatnya mengalami kesulitan. Airlangga dan Gani hanya bisa pasrah ketika Nathan meminta mereka untuk berpura-pura tanpa bertanya apa tujuannya.


Sesuai rencana malam itu mereka menjemput seorang gadis disalah satu studio foto, pacar baru Nathan yang baru dia kenal beberapa hari.


Saat Nathan sampai gadis yang tak lain dan tak bukan adalah Luna itu langsung memeluk Nathan.


Dengan wajah sumringah Luna mengikuti pacar barunya itu naik kedalam mobil, senyumnya itu sekita memudar ketika mendapati Airlangga yang baru dia tolak beberapa hari lalu berada di mobil yang sama, tepatnya disamping kemudi.


"Sayang kenalin, sopirku Gani dan asistenku Airlangga," ucap Nathan mencairkan suasana.


"Kenapa harus dia yang harus jadi Asisten Nathan? tentunya aku akan lebih memilih Nathan yang kaya, dari pada Airlangga yang kere," batin Luna sambil tersenyum menatap Airlangga.


Sedangkan Airlangga hanya bisa menahan perasaan sedihnya dan terus memaku tatapannya ke depan, ternyata wanita pujaannya itu lebih memilih sahabatnya Nathan.


Airlangga dan Gani hanya bisa saling tatap mendengar obrolan mesra kedua sejoli yang sedang di mabuk cinta itu.


"Beb dimana Alamat rumah kamu?" ucap Nathan yang hendak mengantarnya pulang.


"Nathan nggak boleh sampai lihat rumah kumuh ku, bisa gawat," batin Luna sambil memutar otaknya memikirkan sebuah cara.


"Berhenti!" ucap Luna mendadak membuat Gani mengerem mendadak.


"Ada apa beb?" ucap Nathan bingung.


"Itu Rumahku," ucap Luna sambil menunjuk rumah mewah disamping jalan.


"Ternyata rumahnya sebagus ini," batin Nathan kagum.


"Apa kamu tidak berniat mengajakku mampir terlebih dahulu?" ucap Nathan saat keluar dari mobil pinjamannya itu.


"Baiklah kalo begitu, aku permisi dulu" ucap Nathan kembali masuk kedalam mobil.


"Kamu hati-hati," ucap Luna sambil menatap kepergian mobil pacarnya itu.


Setelah dikira mobil yang membawa Nathan pergi jauh, Luna langsung menuju rumahnya yang tidak terlalu jauh dengan menaiki angkot.


Sedangkan di dalam mobil Airlangga diam membisu memilih menutup rapat-rapat perasaannya dan merahasiakan semuanya dari Nathan dan Gani tentang dirinya dan Luna.


...****************...


Siang itu dengan membawa kotak bekal makan siang April datang ke kantor Alina untuk menemui Airlangga di sana, tentunya karena merasa berhutang Budi pada uang dua juta milik Airlangga.


"Hai..." ucap April mendekati ruang kerja Airlangga.


April sedikit heran dengan pria dihadapannya, para pekerja yang lain meninggalkan ruangan mereka untuk pergi makan siang sedangkan Airlangga masih sibuk terus menatap laptopnya.


"Aku membawakan mu makan siang," ucap April lagi sambil menaruh barang bawaan itu.


"Bawalah kembali, aku tidak lapar," ucap Airlangga dingin.


"Cobalah dulu," ucap April lagi sambil membuka kotak itu.


"Aku bilang aku tidak mau," bentak Airlangga sambil mendorong makanan itu hingga tumpah berceceran.


April segera bergegas pergi melihat kejadian itu, sedangkan Airlangga hanya bisa mengusap wajahnya kasar. Dia tidak mampu menguasai dirinya, karena rasa sakit yang telah dihadiahkan Luna dan Nathan kepadanya hingga April menjadi korban kemarahannya.


...****************...