April

April
40



Pagi itu Oma memutuskan akan kembali ke kota J, Oma telah mengetahui bahwa rumah April bersebrangan dengan Dirga. Oma membiarkannya bahkan kalau April dan Dirga bisa kembali bersatu Oma akan Merestuinya walaupun dengan kondisi April yang masih bergantung pada 2 kruk.


Sebelum berangkat Oma membawa banyak paper bag bertamu ke rumah April.


"Ibu Nadin," ucap ibu Arini setelah membuka pintu. Lalu mempersilahkan Oma masuk.


"Apa kabar Ibu Arini?" sapa Oma sambil tersenyum.


"Alhamdulillah kami sekeluarga baik. Tapi maaf kalo Ibu mau bertemu dengan April, dia sedang pergi ke restoran nya," ucap Bu Arini menjelaskan.


"Saya tidak mencari April, saya ingin bertemu Bintang sebelum saya kembali ke kota J," jelas Oma.


"Bintang?" ucap Ibu Arini kebingungan.


"Iya, Bintang Anaknya April," jelas Oma lagi.


Oma mengendong dan mengajak berbicara Bintang setelah Ibu Arini mempersilahkannya. Oma tampak senang menimang Bintang yang saat ini memasuki umur 3 bulan.


"Maaf sebelumnya, kalo boleh saya tau. Apa Ibu sedang mengurus bisnis ibu di kota ini? dan ibu Apa sudah pernah bertemu dengan Bintang sebelumnya?" tanya Bu Arini penasaran, setelah menghidangkan teh dan kue untuk Oma.


"Saya datang mengunjungi cucu saya Dirga, kebetulan kemarin bertemu Bintang di taman," ucap Oma menjelaskan.


"Dirga? tetangga di depan?" ucap Bu Arini sambil menutup mulutnya. Tak disangka tetangganya selama ini adalah mantan menantunya.


Oma hanya menjawab pertanyaan Bu Arini dengan Anggukan kepalannya. Setelah puas bertemu dan menggendong Bintang, Oma berpamitan kepada Bu Arini. Walau Dirga masih marah dan belum mau berbicara padanya, Oma berharap Dirga segera memaafkan kesalahannya.


...****************...


Di Restoran April...


"Ibu April, Orang yang mau melamar jadi waiters sudah datang," ucap salah satu karyawati April yang menemui April diruang kerjanya.


"Nadira," ucap Arya kaget saat melihat pelamar itu. Begitu pula April yang seketika mengarahkan pandangannya ke pintu.


"Nad, masuklah dan duduklah kemari!" ucap April ramah.


Nadira duduk di hadapan Arya dan April dengan wajah menunduk merasa malu dengan apa yang telah dia perbuat di masa lalu kepada April. Sedangkan April memberi isyarat kepada karyawatinya untuk kembali bekerja.


"Kamu ini kan Sarjana, Apa kamu yakin mau jadi waiters di warung makan kecilku ini?" ucap April merendah.


"Sebelumya aku mau minta maaf untuk kesalahanku dimasa lalu. Yang mungkin susah untuk kamu lupakan, Aku datang ke kota ini untuk mencari Dirga tapi aku juga butuh pekerjaan untuk bertahan hidup, aku juga tidak tau kalo restoran ini milikmu" ucap Nadira sambil tubuhnya gemetaran.


"Untuk Apa kamu cari Dirga, Nad?" sambung Arya.


"Arya, kita kan teman. Tolong bantu aku mencari Dirga," ucap Nadira memohon.


"Iya, Tapi kamu jawab dulu pertanyaan ku," ucap Arya penasaran.


"Aku harap kalian bisa membantuku, Aku tidak tau harus minta tolong ke siapa lagi. 3 bulan lalu aku melahirkan. Mungkin ini karma ku dimasa lalu. Aku hamil anak hasil pemerkosaan..." ucap Nadira menangis tak melanjutkan kata katanya.


"Kamu tenang dulu Nad, Kami akan membantu semampu kami," ucap April menenangkan Nadira.


"Bayi itu Diculik ibuku dan ditukar dengan Bayi Dirga. Aku perlu bertemu Dirga untuk membicarakan ini," ucap Nadira makin terisak.


"Kamu nggak ngaco kan, Nad?" ini bukan rencanamu kan untuk bisa bersama Dirga lagi kan?" ucap Arya memastikan.


"Untuk Apa aku berbohong... Ibu merasa Dendam pada keluarga Dirga karena telah memenjarakan ku, dan Ibu tidak mau menerima anakku, Jadi ibu berbuat seperti itu," ucap Nadira lagi sambil menunjukkan bukti-bukti kehamilannya.


April dan Arya saling pandang, mereka bingung harus percaya tidak dengan ucapan Nadira tapi mereka sepakat untuk tidak memberitahukan keberadaan Dirga terlebih dahulu. Sebelum terbukti kebenarannya. Arya memutuskan menerima Nadira bekerja di kantornya. Dengan berbagai pertimbangan Arya menerima Nadira untuk berkerja di kantornya saja.


...****************...