
April berdiri mematung di depan pintu ruangan Arya, April enggan membuka pintu itu. Sejenak pikirannya membayangkan kenangan masa lalunya, Arya sering mengajak April ke kantornya untuk menghabiskan waktu bersama. Kenangan-kenangan itu muncul, hingga tidak terasa April meneteskan Air matanya.
"Silahkan mbak April," ucap Ivan membuyarkan lamunan April, yang sedari tadi berdiri mematung di depan pintu.
"Ivan, dimana bos kamu?" ucap April menatap ke arah Ivan.
"Mbak April silahkan masuk! di dalam ada Pak Wisnu yang sudah menunggu Mbak April," ucap Ivan sambil membukakan pintu.
"Ayah apa kabar?" sapa April kepada Ayahnya Arya itu, saat memasuki ruangan itu.
"Ayah baik, Nak. Baru ayah mau menemui kamu tapi ternyata kamu malah datang nyamperin Ayah," ucap Pak Wisnu sambil melepas kaca matanya.
"April kesini cari Mas Arya," ucap April yang seketika raut wajahnya berubah menjadi masam.
"Lupakan Arya, Arya sekarang sudah bahagia, lanjutkan hidupmu tanpa Arya," jawab Pak Wisnu yang terlihat sangat bersedih.
April seketika menangis banyak sekali yang dia pikirkan, Arya meninggalkannya begitu saja tanpa berpamitan sekarang Ayahnya malah mendukung putranya.
"Kamu jangan salah paham sama Ayah, Nak. Ayah sangat bahagia waktu Arya memperkenalkan mu sebagai calon mantu Ayah, suatu saat kamu akan mengerti," ucap Pak Wisnu sambil memegang pundak April, yang menangis tersedu-sedu.
"April mau mengembalikan barang-barang pemberian Mas Arya, yah," ucap April, sambil menatap Deril yang duduk disampingnya sambil memangku kardus.
" Tolong, Nak. Kabulkan 1 permintaan Ayah. Simpan barang-barang itu, Ayah mohon," ucap Pak Wisnu tiba-tiba menangis.
April yang tidak tega akhirnya mengiyakan keinginan Pak Wisnu, Pak Wisnu juga memberikan sebuah kotak perhiasan yang dititipkan Arya untuknya. April menerima dan membuka nya, Air mata April tidak terbendung lagi ketika membuka kotak itu, ternyata isinya cincin yang dulu digunakan Arya untuk melamarnya berkali kali tapi selalu ditolak April, karena April belum mampu melupakan Dirga.
Setelah ngobrol panjang lebar Akhirnya April berpamitan pulang, di lobi April bertemu dengan Dirga.
"Mas kenapa kamu disini?" tanya April.
"Aku ada meeting disini," jelas Arya.
"Gawat, jangan sampai Nadira melihat Mas Dirga," batin April.
"U-udah selesai kah, Mas?" ucap April gugup.
"Udah," jawab Dirga sambil menunduk menaikan ponselnya.
Dari ujung Samping terlihat Nadira berjalan membawa sebuah Map. April yang panik spontan memeluk Dirga yang asyik bermain ponsel, agar Nadira tidak melihatnya.
"Maaf, Mas aku mau jatuh," ucap April berbohong setelah Nadira melewatinya.
"Kamu lapar? ya udah kita makan dulu. Sekalian Aku antar pulang," ucap Dirga sambil memapah pundak April yang menggunakan kruk di ikuti oleh Deril.
"Maafkan aku Nadira, tapi aku juga tidak ingin kehilangan Bintang. Dia semangat hidupku saat ini," Batin April sambil berlalu meninggalkan kantor Arya.
...****************...
Dirga mengajak April dan Deril mampir di sebuah restoran untuk makan siang. Arya memesan menu Ayam bakar untuk mereka bertiga. Dengan lahapnya Dirga dan Deril menyantap hidangan mereka. Sedangkan April malah menangis sesenggukan, melihat hal itu Dirga langsung menghentikan aktivitas makannya.
"April kamu kenapa?" tanya Dirga bingung.
"Ayam bakar makanannya favorit Mas Arya," ucap Deril menjelaskan.
"Kita ganti pesan makanan lain saja kalau begitu," ucap Dirga mencoba menenangkan April.
"Nggak usah Mas, mulai sekarang aku memang harus belajar melupakan pria itu," ucap April sambil menghapus air matanya.
Belum Dirga menjawab ucapan April, datanglah Kirana menghampiri Mereka. Ternyata Kirana makan ditempat yang sama dengan mereka.
"Mas Dirga," ucap Kirana lirih.
Dirga tidak menjawab dan malah memalingkan wajahnya.
"Mas Dirga aku tahu, aku sudah berbuat kesalahan tapi aku ingin bertemu dengan Prilly, Mas," ucap Kirana lirih.
"Ibu macam Apa kamu? setelah berbulan bulan baru datang mencari anakmu?" ucap Dirga sinis.
"Aku minta maaf, Mas," jawab Kirana.
"Datanglah besok, aku memang sudah lama menunggu kedatangan mu," ucap Dirga santai, karena dia memang sedang merencanakan sesuatu.
Mendengar ucapan Dirga membuat Kirana sangat senang. Sedangkan Dirga memilih mengajak April dan Deril beranjak pulang. Tatapan sinis Kirana terus tertuju pada April, karena dia tidak suka melihat suaminya itu sangat perhatian padanya. Singkat cerita Kirana berencana mendekati Dirga kembali karena Ryan telah meninggal nya.
...****************...