
April sedang berada diruang tamu sibuk menatap laptopnya memeriksa laporan keuangan restorannya. April memang masih terlihat sangat cantik diusianya yang memasuki umur 32 tahun, bahkan April kelihatan jauh lebih muda dari umurnya. April yang merasa sedikit lelah memijat-memijat pundaknya dan matanya melihat ke sekeliling ruangan, pandanganya terhenti kepada Dirga yang ternyata sudah berdiri di depan pintu sambil menatapnya penuh arti.
"Mas kamu udah lama, kok nggak masuk?" ucap April menyapa.
"Aku takut ganggu kamu," ucap Dirga sambil melangkah masuk.
"Kamu kelihatan aneh," ucap April, yang berpikir Dirga merasa canggung karena pengakuannya beberapa hari yang lalu. karena setelah kejadian itu Dirga baru menemuinya lagi sekarang.
"April, aku mau pinjam Bintang sebentar. Prilly sangat rewel dirumah," ucap Dirga.
"lho mbak Wina kemana?" tanya April tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun kepada Dirga.
"Mungkin dia ingin bermain dengan Bintang," jelas Dirga.
"Iya boleh, tapi jangan lama-lama ya mas soalnya ini udah mepet waktunya Bintang tidur siang," ucap April sambil kembali menatap laptopnya.
"Jika kamu memang anakku, kamu sangat beruntung, Nak. Dibesarkan Ibu seperti April," batin Dirga.
"Lho Mas kok malah ngelamun," ucap April membuyarkan lamunan Dirga.
"Iya, Aku bawa Bintang dulu, ya?" ucap Dirga sambil berlalu dan menggendong Bintang keluar dari kamarnya lalu membawanya bermain Kerumahnya.
Tak selang beberapa lama setelah Dirga berlalu ponsel April berdering. April segera bergegas untuk mengangkatnya.
"Halo April, apakah aku mengganggumu?," ucap Nadira di seberang sana.
"Tidak Nad, Tapi maaf aku belum bisa menemukan alamat Dirga," jawab April berbohong.
"Itulah yang ingin aku katakan, aku sudah bertemu Dirga tadi," balas Nadira.
"Apa?" ucap April Terperanjat.
"Iya, Dia akan mengembalikan putriku," ucap Nadira terdengar sangat senang.
"Benarkah? ucap April lirih,"
"Kamu tau, nama putriku sama denganmu. Aku tidak menyangka dia masih mengingat namamu saat dia Amnesia. karena saat dulu aku Amnesia aku tidak mampu mengingat apapun walau sedikit saja," ucap Nadira lagi.
April menjatuhkan ponselnya tanpa menjawab ucapan Nadira.
" Dirga Tidak boleh mengambilnya dariku," batin April sambil menangis pilu.
Sementara dirumahnya Dirga terus menatap Bintang yang sedang bermain deng Prilly.
"Tanda lahir yang sama? apakah kau benar adalah putriku?" batin Dirga. yang tadi sempat mengecek tanda lahir Bintang sebelum bermain dengan Prilly.
"Bagaimana caraku berbicara dengan April? jika kamu memang terbukti putriku, apa aku Akan tega mengambil mu darinya," batin Dirga lagi sambil menutup kedua matanya.
"Bintang," ucap April yang baru datang dengan tubuh gemetaran. Dia tidak sadar dia pergi kerumah Dirga tanpa menggunakan ke dua kruk nya.
"April, kamu sudah sembuh?" ucap Dirga sambil berjalan mendekatinya.
Mendengar ucapan Dirga, April langsung mengalihkan pandangannya ke pada kedua kakinya. Dia sendiri tidak menyadarinya datang kerumah Dirga tanpa menggunakan kedua kruk nya.
"Mas, aku takut," ucap April gemetaran.
Tiba-tiba April terjatuh ke pelukan Dirga, karena kakinya merasa lemas setelah menyadari dia berjalan tanpa kruk nya. Pikiran April hanya tertuju pada Bintang, hingga membuatnya melupakan dirinya sendiri.
Dirga menggendong nya dan mendudukkannya di sofa.
"Minumlah," ucap Dirga sambil menyodorkan secangkir teh.
April menerimanya dan dan segera meminumnya. Setelah April terlihat tenang Dirga mulai mengajaknya berbicara.
"April bolehkah aku tau dimana dulu kamu menemukan Bintang?" tanya Dirga sambil memandang kearah April.
"A-Aku lupa Mas," jawab April gugup.
"Lupa?" tanya Dirga sambil mengerutkan keningnya.
April hanya menjawab nya dengan anggukan sambil meminum teh yang Dirga buatkan, untuk menyembunyikan kegugupannya karena Dirga terus menatapnya dengan tatapan menyelidik.
"Bolehkah aku bertanya lagi?" ucap Dirga lagi.
"Tentang apa?" ucap April gemetar.
"Jika suatu saat nanti orang tua Bintang datang menjemputnya, apa kamu akan mengembalikannya?"
Pertanyaan Dirga membuat April sangat syok, bukannya menjawab dia malah menjatuhkan cangkir yang dia pegangnya hingga pecah.
Dirga yang melihatnya langsung memunguti pecahan cangkir itu agar tidak mengenai Prilly dan Bintang yang Asyik bermain.
"Mas..." ucap April lirih.
"Iya," sahut Dirga sambil membersihkan pecahan kaca.
"Ki-kita rujuk saja, bagaimana?" ucap April gugup.
Dirga yang mendengar ucapan April langsung menghentikan aktivitas nya. Tidak menyangka April akan mengucapkan kalimat itu. Tentunya Dirga sangat bahagia mendengar kannya.
"Aku akan melatih kakiku semaksimal mungkin, agar aku bisa berjalan normal. Maukah Kau menikahi ku kembali?" ucap April sambil menahan nafasnya.
"Tentu kita akan menikah dan membesarkan Bintang bersama-sama," ucap Dirga sambil berlutut memegang tangan April yang terduduk di sofa.
April meminta Dirga menikahinya bukan tanpa Alasan tapi karena dia tidak ingin kehilangan Bintang. kalaupun nanti identitas Bintang terbongkar, April akan tetap menjadi Ibunya Bintang karena dia adalah istrinya Dirga. Walaupun nama Arya Masih terukir begitu dalam menghiasi hatinya.
...****************...