
April pulang dengan wajah masam, Dia selalu kepikiran dengan Omongan Nadira, Kalau ibunya membuang Anak Dirga di kota ini. Pikirannya tertuju kepada Bintang yang ditemukan di hari yang sama.
"Nak, kamu sudah pulang?" tanya Bu Arini.
"Sudah Bu, Bintang sudah tidur?" balas April.
"Sudah, tadi Ibu Nadin datang kesini menemui Bintang dan membawakan banyak baju dan mainan," kata Bu Arini yang membuat April kaget.
Tanpa menjawab ucapan Ibunya April langsung bergegas menemui Bintang di kamar, Ibu Arini merasa bingung dengan tingkah April yang tidak terlihat seperti biasanya.
"Ibu, besok jangan bawa Bintang main di luar, cukup ke halaman belakang saja," ucap April kepada ibunya yang mengekor di belakang nya.
"Kalo Ibu lihat Bintang sangat mirip dengan Dir..." Bu Arini tidak melanjutkan perkataannya karena di potong April.
"Bu, besok April akan cari rumah baru. Kita akan pindah ke rumah yang lebih besar," ucap April yang terlihat sangat khawatir.
Ibu Arini yang merasa khawatir langsung menghubungi Arya, menceritakan kondisi April yang seperti orang ketakutan. Arya yang mendengarnya langsung buru-buru datang menemui April.
"Sayang kata Ibu kamu belum mandi, kamu mandi dulu saja. Biar aku yang jaga Bintang," ucap Arya yang langsung menghampiri April ke kamar Bintang.
"Sayang aku takut Bintang di ambil orang," ucap April sambil menangis.
"Ada aku, nggak bakal aku biarin siapapun ambil Bintang dari kamu," ucap Arya sambil mengusap air mata wanita yang sangat dia cintai itu.
Setelah berbagi bujukan dari Arya, akhirnya April mau menurunkan Bintang dari gendongannya. Dengan telaten Dirga menyuapi April yang tidak selera makan.
"Kamu ini kenapa? tadi kamu baik baik saja," ucap Arya khawatir.
Arya memeluk dan menenangkan April, Hingga akhirnya April tertidur dalam pelukan Arya. Arya membaringkannya pelan-pelan dan pamit hendak pamit pulang karena waktu sudah larut malam.
"Ibu, Arya pulang dulu ya," pamit Arya kepada Bu Arini yang masih menonton Tv di ruang tengah.
"Nak, kenapa kamu sembunyikan semuanya dari ibu," ucap Bu Arini yang menghentikan langkah Arya.
"Maksud ibu?" tanya Arya bingung.
"Laki-laki itu ternyata mantan suami April," ucap Bu Arini sambil mematikan tv dengan remote.
Arya duduk disamping Bu Arini dan tak menjawab perkataan Bu Arini.
"Nak, jika kamu serius dengan April. Ibu Minta 1 hal segerakan menghalalkan hubungan kalian," ucap Ibu Arini sambil memegang calon mantu idamannya itu.
"Iya Bu, Arya akan segera menghubungi Bunda dan Arya untuk datang melamar April. Toh Masa Iddah April juga akan segera berakhir," ucap Arya, yang membuat Ibu Arini merasa senang.
Setelah ngobrol panjang lebar Arya izin untuk pulang. Sampai di depan pintu Arya disambut tatapan sinis oleh Dirga. Dirga yang penuh amarah melayangkan pukulan kepada Arya. Mereka saling pukul, Hingga membangunkan April. April dan Bu Arini keluar melerai mereka, sedangkan tetangga yang lain untungnya tidak ada yang mendengar keributan itu. Hanya Seorang Security yang mencoba melerai mereka namun gagal.
"Berhenti!" April berteriak.
Arya dan Dirga langsung berhenti dan menoleh kearah April. Tiba-tiba Arya mimisan dan langsung ambruk tak sadarkan diri. Melihat itu April langsung panik dan meminta Dirga mengantarkannya ke rumah sakit.
...****************...