
Di ruang rawat, April hendak menelpon Arya karena khawatir karena ia belum kembali. Saat meraba kasur yang dia belakangi untuk mengambil ponselnya, hp-nya justru bergeser dan jatuh ke lantai. Dirga yang melihatnya langsung bergegas mengambil ponsel tersebut.
"Mbak, ini ponselnya," ucap Dirga kepada April yang sedang tertidur di ranjang.
April sangat bingung harus bersikap seperti apa kepada laki-laki yang secara negara dan agama masih menjadi suaminya.
"Terima kasih," ucap Arya yang baru datang buru-buru mengambil hp tersebut. Dirga hanya tersenyum dan duduk kembali menjaga Kirana.
"Kenapa Dirga tidak mengenaliku? Apa ini yang dimaksud Oma?" batin Arya kebingungan.
"Kenapa Mas Dirga cuek ke Mas Arya padahal mereka sahabat udah lama?" batin April juga kebingungan.
...****************...
Keesokan harinya, Kirana diperiksa oleh dokter.
"Masih ada keluhan nyeri, Bu?" tanya dokter.
"Sudah membaik, Dok," jawab Kirana.
"Lebih baik dipakai untuk istirahat dulu ya, Bu. Jangan melakukan aktivitas yang berat-berat dulu," ucap dokter sambil menatap Dirga penuh arti.
Tentunya Dirga tidak mengerti apa yang dimaksud oleh dokter, karena Kirana beralasan dia jatuh saat pulang dari pemotretan.
Sementara itu, April dan Arya yang mendengar ucapan dokter hanya saling bertatap satu sama lain karena mereka mengetahui apa yang dimaksud oleh dokter.
"Dulu Lo paling cool di kampus, Dir. Sekarang Lo gampang dibodohi istri Lo," batin Dirga.
Giliran April diperiksa oleh dokter lain.
"Ibu Aprilia, coba tidur telentang. Dokter akan kesulitan memeriksa keadaan Ibu," ucap perawat kepada April yang tidur miring.
"Aprilia," batin Dirga di sampingnya. Selain nama anaknya, Dirga merasa nama tersebut sangat berarti baginya. Tapi entahlah, sampai sekarang dia belum menemukan jawabannya.
April membenahi posisi tidurnya. Bersyukur dokter dan perawat berdiri tepat di sampingnya, dirga tidak bisa melihatnya.
"Masih pusing, Bu?" ucap dokter yang menanganinya, karena kepala April terbentur bantalan saat jatuh, mengakibatkan ia pingsan dan kepalanya harus dijahit.
"Suara itu, suara yang sama," batin Dirga. Suara April dan bayangan April selalu hadir di pikiran Dirga, tapi tidak menampakkan wajah yang jelas, hanya bayangan sekilas.
Ketika Dirga mencoba mengingat semuanya, kepalanya akan selalu terasa sakit.Dirga mulai penasaran dengan wanita yang selalu tidur membelakanginya itu. Saat Dirga hendak berdiri untuk menemuinya, perawat datang meminta Dirga untuk pergi ke kasir mengurus administrasi kepulangan Kirana.
Dirga berencana akan menemuinya nanti, setelah dari kasir. Setelah kembali ke ruang rawat Kirana, Dirga kecewa karena wanita itu sudah dipindahkan ke ruang rawat VIP. Tentunya, Dirga tidak punya alasan untuk menemuinya.
...****************...
Bunda Mona yang mendengar calon menantunya masuk rumah sakit buru-buru datang menjenguk. Bunda Mona menyuapi April dengan sangat telaten. Arya yang melihatnya sangat senang karena bundanya selalu mendukungnya dalam hal apapun.
Dirga meminta ibunya untuk menemani April sebentar karena dia ada pertemuan penting dengan kliennya.
"April, ini adalah permohonan dari seorang ibu. Bunda mengandung dan membesarkan Arya. Bunda ingin yang terbaik untuk Arya. Tolong..." ucap bunda sambil memegang tangan April.
"Iya, Bunda. April tahu April memang tidak pantas untuk siapapun," jawab April yang tidak menyangka bunda Mona hanya berpura-pura di depan Arya.
"Bunda tentunya mau yang terbaik untuk Arya," ucap bunda Mona lagi.
"Iya, Bun. Seharusnya April sadar diri dari awal," ucap April dengan suara terbata-bata sambil meneteskan air matanya.
"Bunda harap kamu bisa mengerti. Tolong bantu bunda," ucap bunda Mona lagi, sambil menatap April.
"Iya, Bunda. April akan menjauhi Arya. Arya berhak mendapatkan yang lebih baik dari April," jawab April.
"Tolong bantu Bunda jaga Arya nya. Bunda dan yang perlu kamu ingat, bahagianya Arya hanya sama kamu," ucap bunda Mona melanjutkan perkataannya sambil tersenyum.
April malah tambah kaget dengan ucapan bunda Mona. April merasa bersalah karena telah berburuk sangka pada bunda.
"Happy birthday to you," terdengar suara merdu Arya menyanyikan lagu ulang tahun, mendekati April dan membawa sebuah kue ulang tahun.
April menangis terharu karena baru sadar dia dikerjai. Dia juga terharu karena Arya dan Bunda Mona memberikan kejutan di hari ulang tahunnya.
...****************...