
Karena kecintaan April kepada Bakso saat hamil, April membuka cabang ke 6 restorannya yang tentunya yang bermenu kan aneka macam Bakso. Restoran April yang baru buka beberapa hari itu selalu tidak pernah sepi pengunjung.
Hari itu April di temani Dirga suaminya datang untuk meninjau bisnis barunya itu. Melihat pengunjung yang silih berganti berkunjung ke restorannya membuat April begitu merasa sangat senang.
"Aku nggak menyangka bakal seramai ini?" ucap April kepada Dirga.
"Mas akan selalu dukung kamu, yang penting kamu jangan capek-capek," ucap Dirga sambil menikmati semangkok bakso di hadapannya.
"Apalagi mulai Minggu depan aku sudah harus mulai mengurus perusahan milik Arya," ucap April terlihat resah, karena sebenarnya dia merasa tidak enak kepada Bunda Mona dan keluarganya karena menjadi pewaris peninggalan dari harta Arya.
"Kamu pasti bisa sayang, Bunda Mona sudah mempercayakan semuanya sama kamu," ucap Dirga mencoba menyemangati istrinya.
"Sebenarnya Aku merasa Ayra tidak menyukai hal ini, Mas. Aku takut dia akan berbuat macam-macam," sahut April.
"Ayra itu anak baik, Mas sudah mengenal dia dari dari lama."
Ditengah April sedang Asyik mengobrol dengan suaminya tiba-tiba terdengar suara teriakan dari salah satu pengunjung di tempat makannya itu. Semua pelanggan dan karyawan langsung berkerumun mencari tau Apa yang sebenarnya terjadi.
Betapa kagetnya April dan Dirga mendapati Ayra lah yang berada di sana.
"Panggilkan pemilik restoran ini, restoran ini menjijikan masa ada kecoa di dalam mangkok baksonya," ucap Ayra marah-marah.
"Tapi saya tadi menyajikan dalam keadaan bersih, lagian di restoran ini tidak ada kecoa," jelas salah satu karyawan April.
Para pengunjung yang datang di restoran itu mulai ricuh karena melihat kecoa mati di mangkok Ayra. Bahkan beberapa dari mereka ada yang mual dan muntah setelah melihatnya, tak sedikit dari mereka mengambil foto dan memviralkannya di sosial media.
Kejadian yang memang sengaja direncanakan Ayra untuk menjatuhkan April itu, membuat Ayra tersenyum penuh kemenangan karena semua sesuai dengan yang di inginkan ya.
"Mampus kamu April," batin Ayra.
"Sayang lebih baik kita segera pergi dari sini, aku nggak mau kamu kenapa-napa," ucap Dirga khawatir.
"Kita ke ruanganku dulu Mas, biarkan semuanya seperti ini dulu," ucap April terlihat sangat tenang.
Setelah semua keadaan sudah bisa terkondisikan, April menyuruh karyawannya untuk menutup restorannya lebih awal.
"Saya yakin sekali tadi saya menyajikan nya dalam keadaan bersih," jelas karyawan April.
"Jangan main-main kamu, ini menyangkut nama baik istri saya," ucap Dirga marah.
"Saya tidak berbohong, Pak," jelas karyawan April.
"Jangan menuduhnya tanpa bukti Mas," ucap April kepada suaminya.
"Tapi sayang..." ucapan Dirga terputus karena April meletakkan jari manisnya di bibir suaminya.
"Mas besok kita akan tutup beberapa hari, kamu dan teman-temanmu dari 5 cabang restoran yang lain nanti kalian akan liburan ke pantai dan beberapa destinasi wisata lainnya anggap ini bonus dari saya ," ucap April kepada karyawannya.
"Terimakasih Bu April nanti akan saya sampaikan kepada karyawan yang lain, saya permisi dulu Bu," pamit karyawannya.
April dengan santai memakan semangkok bakso di depannya.
"April," protes Dirga.
"Kenapa Mas?" tanya April.
"Apa kamu melupakan kejadian barusan?" ucap Dirga khawatir dengan kesehatan istrinya.
"Kecoa, maksudmu?" ucap April sambil memencet tombol remote di depannya.
Ayra tidak tahu jika April menaruh kamera tersembunyi didalam restorannya bahkan karyawannya dan suaminya pun juga tidak ada yang tau. Dalam tangkapan layar itu nampak jelas Ayra mengambil kecoa dari dalam tasnya.
"Mas lihat kan?" ucap April santai menatap Dirga yang terlihat kaget tidak percaya.
Belum Dirga menjawab ucapan istrinya, ponsel April berdering. April segera mengangkatnya karena itu telepon dari Ibunya.
"Nak, apa benar berita yang ibu baca dari media sosial itu?" ucap wanita paruh baya di ujung sana.
"Ibu tenang saja ya, besok semuanya akan beres. Ini hanya ulah orang iseng saja kok Bu," ucap April mendengarkan ibunya.
"Ibu lega mendengarnya semoga masalahnya cepat selesai."
"Iya Ibu doain ya," ucap April mengaliri panggilan teleponnya.
"Sayang selanjutnya apa yang akan kamu lakukan? kasus ini sudah benar-benar viral," ucap Dirga khawatir.
"Lebih baik kita bermalam disini saja, Mas. Besok kita akan selesaikan semuanya," ucap April berlalu sambil membuka pintu belakang ruangannya
April merebahkan tubuhnya ke Atas Ranjangnya yang empuk, walau tidak sebesar kamar di rumahnya tapi Rungan itu terasa nyaman baginya untuk mengistirahatkan diri nya dari rasa lelah yang menderanya seharian ini. Dirga menyusul Istrinya dan memeluk istrinya dari belakang.
"Sayang," bisik Dirga ditelinga istrinya.
"hmmm," sahut April setengah tertidur.
"Sepertinya tempat ini cocok untuk kita berbulan madu" bisik Dirga lagi sambil tangannya bergerak nakal di tubuh istrinya.
Tidak ada penolakan dari April, membuat Dirga terus melanjutkan Aktivitasnya. Sesekali diselingi dengan ciuman, lenguhan dua insan itu memenuhi ruangan sunyi itu. Dirga melakukannya dengan pelan-pelan dan hati-hati karena April sedang hamil muda.
"I love you, Mas" ucap April kepada suaminya di sela-sela aktivitas mereka.
Dirga tidak menyangka ucapan itu keluar dari mulut istrinya, setelah sekian lama cintanya bertepuk sebelah tangan. Karena kesabarannya dia telah mendapatkan hati April kembali.
"I love you to sayang," ucap Dirga sambil mengakhiri permainannya. Lalu tertidur pulas memeluk tubuh polos istrinya.
Pagi...
"Badanku terasa sakit semua, Mas" rintih April kepada suaminya.
Dengan iseng Dirga malah mempererat pelukannya, hingga membuat April kesulitan bernafas.
"Ini sudah siang Mas, kita harus bersiap. Antarkan aku ke kantor polisi," ucapnya.
"Untuk apa sayang?" ucap Dirga heran.
"Tentunya Aku ingin mengembalikan nama baikku," ucap April sambil berlalu ke kamar mandi, disusul Dirga yang iseng.
"Mas kamu kok ikut masuk?" protes April melihat suaminya mengikutinya ke kamar mandi.
"Barengan saja, biar nggak nanti nggak kesiangan," ucap Dirga sambil mengedipkan matanya.
Alih-Alih ingin mempersingkat waktu Dirga malah mencium bibir ranum istrinya, tangannya mulai bergerilya menyusuri tubuh istrinya. Dan Akhirnya mereka melanjutkan bulan madu mereka di kamar mandi, lenguhan dua insan itu kembali memenuhi ruangan itu.
Setelah mereka selesai menyelesaikan aktivitasnya di kamar mandi, Dirga dengan telaten mengeringkan rambut istrinya dengan hairdryer.
"Sungguh beruntungnya aku," ucap April sambil tersenyum memandangi dirinya di kaca.
"Kenapa senyum-senyum?" ucap Dirga yang melihat pantulan istrinya dari balik kaca.
"keinget aja sama tingkah bintang kemarin," ucap April mengelak.
"Baiklah," ucap Dirga sambil menyelesaikan mengeringkan rambut istrinya.
Akhirnya pagi itu mereka segera bergegas ke kantor polisi serta membawa bukti-bukti kezaliman Ayra.
...****************...