
Seperti janji April, April menyiapkan ayam bakar kesukaan Arya pagi itu. Ayam bakar lengkap dengan sambal dan lalapannya, namun Arya tak kunjung datang.
"Bu, mungkin April samperin mas Arya kerumahnya aja ya? karena ponsel nya nggak aktif," ucap April kepada ibunya. Mereka sudah duduk dimeja makan bersiap untuk sarapan.
"Biar Deril aja kak," ucap Deril yang siap dengan seragam sekolahnya.
April mengangguk mengiyakan ucapan adiknya.
Tak selang beberapa lama Deril kembali tanpa Arya.
"Kata Bik Sari, kak Arya sudah berangkat pagi pagi kak," ucap Deril sambil duduk di meja makan.
"Nggak biasannya Mas Arya begini," batin April bingung.
"April, mungkin Arya ada urusan mendadak dikantornya," ucap Bu Arini menenangkan April, yang melihat perubahan raut wajah April.
"Iya Bu, lebih baik kita segera sarapan. kasihan nanti Deril telat," ucap April sambil menghidangkan nasi ke piring adiknya.
Siang harinya ini April datang ke kantor Arya untuk membawakan makan siang. April memoles pipinya dengan bedak tipis dan bibinya dia poles dengan warna kalem, dengan dress warna senada dengan lipstick.
April datang dengan mengendarai taksi, karena walau mampu beli mobil, April memilih untuk tidak membelinya, alasan utama karena tidak bisa mengendarainya dan kemana mana selalu diantar oleh Arya.
"Baru ini aku naik taksi Mas, biasanya kemana mana diantar kamu," ucap April sambil melangkah agak kesulitan menuju ke ruangan Arya, karena selain menggunakan 2 kruk dan juga menenteng makanan.
April mendengar gurau canda tawa saat sampai di depan pintu ruangan Arya, niat April membuat kejutan untuk Arya. Malah dirinya yang dibuat terkejut.
April masuk melihat Arya asyik ngobrol dengan wanita cantik tanpa memperdulikan kehadirannya.
"Permisi," ucap April lirih.
"Eh, April kamu udah lama?" sapa Arya.
"April?" batin April protes karena beberapa hari ini Arya memanggilnya sayang.
"Aku bawakan makanan untukmu," ucap April sambil menaruh plastik berisi makanan keatas meja.
"Aku permisi ya, maaf sudah menggangu," sambung April.
April berlalu meninggalkan ruangan Arya, nafasnya sesak,dadanya terasa sakit seperti di tancap tancap jarum.
"Kenapa rasanya sesakit ini? dia juga tidak menghentikan aku pergi," batin April sambil terus berjalan menuju pintu keluar kantor Arya, air matanya tidak terbendung lagi. Hingga seseorang menghentikan langkahnya.
"Mbak April, biarkan saya mengantar," ucap Ivan, yang tak lain dan tak bukan adalah asisten pribadi Arya, yang tentu sudah sangat mengenal April.
"Nggak van, aku pulang sendiri aja nanti menggangu pekerjaanmu di kantor," ucap April berlalu sambil menghapus air matanya.
"Mbak April, saya mau mengambil berkas ketinggalan di rumah bos Arya, sekalian 1arah biar saya antar mbak April sekalian," ucap Arya lagi membujuknya.
"Nggak, makasih," ucap April lagi sembari berjalan buru buru meninggalkan Ivan.
April kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Ivan bergegas menolong April, Namun ada laki laki yang tiba-tiba datang dan mengendong April membawanya kedalam mobil.
Ivan yang melihat kejadian itu, langsung mengikuti mobil itu dan melaporkan kejadian itu pada bosnya.
Sebenarnya Arya punya rencana membuat April cemburu, dia ingin April menyatakan perasaannya padannya dan wanita yang mengobrol dengan Arya tidak lain tidak bukan adalah wanita bayaran Arya untuk memanas manasi April. Mendengar telefon dari Ivan Arya khawatir dan langsung meninggalkan kantor mengikuti mobil Ivan.
...****************...