
Keesokan harinya Arya Mengajak April pergi ke dokter, karena memang sudah jadwal kontrol April ke rumah sakit.
Dokter yang menangani April, sangat senang melihat perkembangan April. Sekarang April sudah kuat berdiri walau saat melangkah masih kaku dan berat.
Kini April sudah tidak menggunakan kursi roda lagi tapi menggunakan 2 kruk.
Di perjalanan pulang April mampir ke salah satu restorannya miliknya. Para karyawan dan karyawati merasa senang melihat bosnya datang sudah tidak memakai kursi roda lagi.
Arya beristirahat di ruangan April sedangkan April sibuk memasak membantu para karyawan nya karena restoran sedang ramai.
Seorang pria terlihat sangat menikmati hidangan di restoran nya April.
"Enak sekali makanan ini, sepertinya aku pernah memakan masakan yang seperti ini," batin pria itu, yang tidak lain adalah Dirga yang sedang berkunjung ke kota B untuk meninjau bisnisnya di sana, karena Dirga tenyata punya pabrik di kota itu.
Dirga memangil pelayan, dan ingin menambah makanannya.
"Berikan aku sepiring lagi! masakan ini sangat enak," ucap Dirga kepada pelayan itu.
Setelah selesai makan Dirga memangil pelayan itu kembali, dan berniat memesan box makanan dalam jumlah yang banyak untuk acara perusahaannya.
"Kebetulan pemilik restoran sedang ada disini pak, karena pemesanan dalam jumlah yang banyak bisa langsung ke beliau," ucap pelayanan itu sambil mempersilahkan Dirga menuju ke ruangan April.
Di Ruangan April...
Arya tertidur di sofa, April duduk disebelahnya dan mengusap pipinya pelan.
"Mas Arya bangun, makan dulu," ucap April lembut.
Arya perlahan membuka matanya dan mencium aroma masakan lezat buatan April.
Arya yang iseng langsung duduk terbangun, memeluk April yang duduk disampingnya dari belakang.
Pintu ruangan itu terbuka, mereka berdua langsung menoleh ke arah pintu dengan posisi Arya masih memeluk April.
"Maaf pak, Bu karena tidak mengetok pintu terlebih dahulu," ucap karyawati April yang ketar ketir karena merasa tidak enak.
Sedangkan Dirga yang berada di samping karyawati itu, langsung membalikkan badannya ketika melihat April bermesraan dengan Arya. Dia tak menyangka bahwa restoran ini milik April.
April mempersilahkan Dirga masuk, April bersikap profesional karena Dirga adalah pelanggan di restorannya. Karena sudah terlanjur Dirga juga memesan ribuan box makanan di restoran April.
Dirga meninggalkan restoran itu dengan dengan menahan amarah.
Sampai di dalam mobil, Dirga belum beranjak pergi dia melupakan segala emosinya memukul mukul setir mobilnya.
Sedangkan April berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh, karena dia tidak ingin menyakiti hati Arya.
Arya yang menyadari ekspresi wajah April berubah setelah kehadiran Dirga. Arya menggelitik pinggang April, karena tidak ingin April terus memikirkan Dirga. Benar saja April tertawa kegelian karena ulah Arya.
"Sudah tertawanya aku kamar kecil dulu," pamit Arya.
Setelah kembali dia melihat wanita yang dicintainya tertidur diatas sofa, dia membelai wajah cantik itu. Dia menatapnya tanpa bosan.
Sudah larut akhirnya restoran tutup. Karena April tak kunjung bangun, Arya memutuskan untuk menggendongnya pulang.
Dirga yang tertidur di parkiran mobil, terbangun dan melihat Arya menggendong April.
Entah apa yang membuat Dirga mengikuti mereka, Dirga mengikuti mobil Arya sampai berhenti di depan rumah April.
Tapi ada yang membuat Dirga bingung, saat Arya keluar dan masuk ke rumah yang bersebelahan dengan rumah April. Banyak pertanyaan di benak Dirga. Dia mulai berfikir apakah Omanya berbohong tentang April. Karena dari satpam tetangga April, Dirga mengetahui informasi. Kalau April dan Arya belum menikah. Dia mulai berfikir bahwa dialah yang telah mengkhianati April dengan menikahi Kirana 2 tahun lalu. Dirga yang merasa bingung terus memukul mukul kepalannya mencoba mengingat semua karena dia merasa sangat cemburu melihat Arya dan April.
...****************...