
April kembali masuk setelah selesai menikmati Dua hari cuti yang diberikan cuti oleh Axel, bukan dengan wajah sedih lagi melainkan dengan wajah sumringah April membawa beberapa undangan pernikahannya ke kantor untuk di bagikan ke rekan-rekannya dikantor dan juga bosnya.
Rekan-rekan staf yang lain merasa senang setelah mendapatkan undangan itu karena tuduhan Alina kepada teman mereka tidaklah benar.
Sedangkan Axel yang membaca undangan pernikahan April dan Airlangga langsung menyemburkan kopi yang sedang diminumnya di pagi itu karena kaget.
"Kapan dia pacaran dengan asisten barunya Alina," batin Axel kepo.
"Selamat atas pernikahanmu, aku minta maaf atas kelakuan Alina tempo hari," Ucap Axel yang langsung menemui Asisten pribadinya itu di ruangannya.
"Terimakasih pak, semoga Bu Alina tidak mencemburi saya lagi," ucap April kepada Atasannya.
Sebagai permintaan maafnya Axel membantu biaya pernikahan April dan Airlangga sehingga bisa di gelar dengan sangat meriah.
Airlangga kembali tidak melibatkan April dan Dirga dalam acara pernikahannya seperti saat lamaran karena mendadak, dia datang bersama sahabatnya Gani dan Nathan yang masih memerankan perannya sebagai bosnya Airlangga di depan Luna serta Nadira dan juga Farhan.
Acara ijab qobul berjalan dengan lancar, tidak hanya itu mas kawin yang diberikan Airlangga berikan membuat semua orang terkejut tak terkecuali April yang mendapatkan mas kawin itu.
Airlangga yang dikenal hanya sebagai karyawan yang yang baru bekerja nyatanya mampu memberikan uang mahar Dua ratus juta dan 30 gram emas dua puluh empat karat. Sebenarnya Airlangga bisa memberikan berkali-kali lipat dari itu namun dia tidak mau jika orang semakin curiga tentang siapa sebenarnya dirinya.
"Dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu?" batin April dengan wajah bingungnya tapi tetap terlihat cantik dengan riasan penggantinya.
"Dia nyolong dimana?" batin Luna iri.
Acara pernikahan pun berlangsung lancar, April menyalami Tamu undangan dengan seribu tanda tanya yang memenuhi pikirannya, dia ingin acara itu cepat selesai agar dia bisa menanyakan apa yang menggangu pikirannya kepada suaminya itu.
"Aku tak ingin membebaninya dengan mahar itu, apa dia termakan semua omongan Luna? apakah dia berhutang?" semua pertanyaan memenuhi pikiran April sambil menatap ke arah suaminya disela-sela menyalami Tamu undangan yang silih berganti.
Seperti sudah tau yang dipikirkan oleh April, Airlangga mencoba bersikap tenang sambil memikirkan alasan yang tepat.
Tamu tak diundang pun juga ikut menghadiri pernikahan Airlangga dan April. Dengan langkah gontai Aji naik ke panggung pelaminan untuk menyalami pengantin dan keluarganya di antara tamu undangan yang mengantri bersalamam.
"Siapa sebenarnya dia? tatapan matanya sangat begitu teduh membuatku ingin selalu menjaga dan melindunginya," batin Aji saat bersalaman dengan April.
"Ayahnya ibu Alina," batin April yang mengalaminya Aji dengan senyum ramahnya serta mengucapkan terimakasih karena kedatangannya di pernikahannya.
Tiba giliran Aji bersalaman dengan Nadira, dengan tubuh gemetar sekaligus kaget Nadira terpaksa menyalami Aji tanpa sepatah katapun.
Seketika kaki Nadira terasa lemas setelah kepergian Aji dan jatuh pingsan. Membuat Acara meriah seketika berhenti karena ibu mempelai wanita yang jatuh pingsan.
Farhan segera menggendong istrinya ke sebuah kamar yang tersedia di gedung itu di ikuti Airlangga dan April yang mengekor dibelakangnya.
...****************...