April

April
43



Pagi itu Arya mengajak April untuk berjalan-jalan, April merasa sangat senang. Dia berdandan sangat cantik berbeda dengan biasannya.


Arya mengajaknya berjalan-jalan ke pantai. Mereka duduk diantara hamparan pasir dan bermain ombak. Arya terus menatap April tanpa berkedip membuat April menggodanya dengan menyipitkan Air ke wajah Arya.


"Iseng," ucap Arya gemas.


"Abis kamu liatin aku terus Mas, kaya kita nggak bakal ketemu lagi," ucap April sambil tersenyum.


"Memang kita tidak akan bertemu lagi, sayang," batin Arya sambil tersenyum menyembunyikan kesedihannya.


"Sayang, nanti kalo kita udah nikah. Bintang punya Adik, pasti lucu seperti mereka" ucap April sambil menatap Kedua anak kecil yang asyik bermain membuat istana pasir.


April yang sedari tadi membelakangi Arya langsung menoleh ke Arah Arya, karena Arya tidak menjawab ucapannya. April tersentak kaget mendapati hidung Arya mimisan lagi.


"Sayang kamu nggak papa kan?" ucap April panik.


Arya yang merasa sangat pusing hanya Menggelengkan kepalanya dan menutup matanya. April langsung menelpon Ivan untuk meminta bantuan. Arya mengajak serta Asisten pribadinya itu untuk berlibur ke pantai, namun dia lebih memilih untuk beristirahat di villa karena tidak ingin menggangu bosnya.


Sampai di villa Ivan melarang April masuk kedalam kamar Arya karena Arya menolak untuk ditemani April. Sikap Arya membuat April semakin bingung dan khawatir.


Sampai hampir larut malam April belum bisa tidur karena terus memikirkan Arya. Ketokan pintu kamar terdengar, April buru buru membuka pintu kamarnya. Ternyata Ivan datang membawa sebuah paper bag.


"Mbak, Ditunggu bos Arya," ucap Ivan sambil menyerahkan paper bag itu.


April langsung berdandan dan menggunakan gaun brokat Hitam panjang yang berada di paper bag tadi, lipstik merah menyala menambah kecantikan penampilan April.


Dengan langkah tertatih menggunakan ke dua kruk April diantar Ivan menemui Arya. Sampai lah April di restoran pinggir pantai yang indah di hiasi banyak bunga dan lilin. Arya berdiri dengan tampan nya dengan menggunakan kemeja hitam dan celana dengan warna senada. Hanya deburan ombak yang terdengar membelah kesunyian malam itu.


"Sayang..." ucap Arya sambil memberikan setangkai mawar merah untuk April.


April tersenyum sambil menerima mawar itu, dia tidak menyangka Arya yang membuatnya sangat khawatir sekarang malah memberikan kejutan seromantis ini. Arya mengambil kedua kruk April, lalu memeluk pinggang April begitu pula April yang mengalungkan kedua tangannya ke leher Arya.


"Sayang, jika suatu saat kamu merindukan aku lihatlah bintang paling terang diatas sana," bisik Arya ke telinga April.


Arya Diam tak menjawab dia malah semakin mengeratkan pelukannya kepada wanita yang sangat dia cintai itu, sesekali mencium pucuk rambut April. Arya memeluk lama tubuh April, hingga April tertidur. Dia menggendong April dan membawanya kembali pulang ke rumah.


Pagi Hari....


April membuka matanya yang berat dia tidak menyangka dia sudah berada di kamarnya.


"Dasar Mas Arya, kebiasaan," ucap April tersenyum sambil membayangkan semalam Arya menggendong nya pulang saat dia tertidur.


April segera bergegas bangun dan membuat sarapan karena setiap pagi Arya pasti sarapan di rumahnya. Ibu Arini hanya menatap April sedih melihat dia sangat bahagia membuat sarapan. Semua makanan sudah terhidang mereka bertiga sudah siap dan menunggu kehadiran Arya.


"Bu, Mas Arya kok belum datang ya? Apa dia mau buat drama lagi untuk menguji April," ucap April kepada Ibunya yang diam tak menjawab.


"Deril, jemput kakakmu. Kenapa kamu diam saja? biasanya kamu jemput Mas Arya kan?" ucap April kepada adiknya.


Deril hanya Diam menunduk tak menjawab. Karena sangat bahagia April tidak memperdulikan sikap Ibu dan Adiknya itu. April terus menghubungi Arya, tapi ponsel Arya tidak bisa dihubungi.


Akhirnya April memutuskan untuk mendatangi rumah Arya. April mengetok pintu berkali kali tidak ada jawaban, bahkan April mencoba masuk membuka handle pintu tapi terkunci. Tidak biasannya rumah Arya kosong karena selalu ada Bik Sari dirumah.


"Mbak April, Mas Arya sudah pindah rumah semalam," kata Security komplek menghampiri April.


"Pindah Pak? Pindah kemana?" tanya April kaget.


"Saya tidak tau tapi Mas Arya menitipkan surat ini kepada saya untuk diberikan kepada Mbak April," jawab Security tadi sambil menyerahkan sepucuk surat.


April buru-buru membuka surat itu dan membacanya. Hancur hati April saat membaca tulisan surat itu, membaca alasan Arya pergi karena menemukan wanita yang lebih baik dari April. Dia tidak mampu menerima keadaan April yang cacat, Arya meminta April untuk melupakannya karena dia tidak akan pernah kembali. Setelah membaca surat itu April pingsan tak sadarkan diri.


Dirga yang hendak pergi ke kantor langsung Berlari saat melihat April pingsan lalu menggendong nya pulang.


...****************...