
Petugas berwajib berhasil mengamankan Ayra di hotel tempat dia menginap, berdasarkan laporan bukti-bukti yang ada April melaporkannya dengan kasus pencemaran nama baik. Bukan hanya itu saja April juga menyebarkan Vidio Ayra di sosial media untuk membersihkan nama baiknya.
"Aku datang menawarkan perdamaian, aku akan mencabut laporanku asal kamu mau minta maaf di depan media dan membersihkan nama baikku," ucap Alia menemui Ayra yang telah di tahan polisi.
"Aku tidak Sudi, aku akan meminta Ayah menyewa pengacara termahal untuk mengeluarkan aku dari sini," ucap Ayra sambil membuang mukanya.
"Baiklah, aku permisi," ucap April sambil menghembuskan nafasnya kasar.
April berlalu menuju ruang tunggu menemui suaminya, tak disangka Ayah Wisnu dan Bunda Mona juga sudah berada di sana menunggu giliran untuk menemui Ayra.
"April ada apa ini sebenarnya?" ucap bunda sambil menghampiri April meminta penjelasan.
" Seperti yang sudah Bunda lihat di sosial media, kurang lebih seperti itu yang terjadi," ucap April menjelaskan.
"Bunda meminta maaf atas nama Ayra, Nak. Tolong kamu cabut laporan kamu," ucap Bunda Mona sambil menangis.
"April juga sudah mencoba untuk berbicara dengan Ayra Bunda, tapi sepertinya Ayra lah yang tidak mau berdamai," jawab April.
"Kamu tunggu disini ya, Nak. Bunda akan menemui Ayra terlebih dahulu," ucap Bunda Mona sambil berlalu kerena sudah dipanggil oleh petugas dan dapat giliran untuk menemui Ayra.
"Bunda," ucap Ayra berlari dan memeluk Bunda Mona. tapi bukanya pelukan yang dia dapat melainkan sebuah tamparan.
"Aku tidak pernah mendidik mu menjadi seperti ini," ucap Bunda Mona dengan suara bergetar.
"Jadi Bunda lebih memilih membela orang lain, dibandingkan putri Bunda sendiri," ucap Ayra sambil menangis memegangi pipinya bekas di ditampar oleh Bunda Nya.
"Bunda kecewa dengan sikapmu Ayra, sikapmu berbanding terbalik dengan kakakmu Arya," ucap Bunda Mona menahan Amarahnya.
"Kalo kamu tidak minta maaf dengan April, jangan harap kamu bisa keluar dari tempat ini karena Ayah dan Bunda tidak akan pernah membantumu," ucap Bunda Mona berlalu meninggalkan Ayra.
Bunda Mona menemui April dan Dirga serta Pak Wisnu yang menunggu di ruang Tunggu.
"Lebih baik kita segera pulang, anak itu tetap keras kepala," ucap Bunda Mona sedih.
"Kami akan segera menarik laporan kami Bun, setelah Ayra bisa di ajak berdamai," Jawab Dirga sambil menoleh ke arah ke Bunda Mona dan Pak Wisnu.
"Kami percayakan semua kepadamu, Nak. Kami tidak akan mencampuri urusan ini," ucap Pak Wisnu menepuk pundak April.
"Bunda, Ayah sebelum kalian kembali ke kota J. Kami akan sangat senang jika kalian mau menginap di rumah kami," bujuk April ke pada 2 orang yang sudah di anggap seperti orang tuanya sendiri.
"Baiklah kami setuju," ucap Bunda Mona sambil tersenyum.
Sesampainya Di rumah Dirga, Ayah Wisnu dan Bunda Mona langsung di jamu dengan aneka macam makanan yang terhidang di atas meja makan. Oma menyambutnya dengan sangat senang, tanpa mempermasalahkan hubungan yang pernah antara April dan Arya di masa lalu.
"Senang sekali jeng Mona kita bisa bertemu di rumah anak-anak kita, Apalagi sebentar lagi kita akan segera menimang cucu," ucap Oma disela-sela makan malam mereka.
"Oh ya, kenapa April tidak mengabari Bunda?" protes bunda Mona sambil menatap April.
"April sebenarnya ingin membuat kejutan untuk Bunda tapi gagal karena Oma malah sudah membocorkannya terlebih dahulu," ucap April sambil tersenyum.
"Bunda sangat bahagia mendengarnya," ucap Bunda Mona sambil memegang tangan April.
"Arya, wanita yang kamu cintai sekarang sudah hidup bahagia kamu bisa tenang Nak disana," Batin Pak Wisnu haru.
Keharuan mereka berubah canda tawa sesekali di selingi candaan Oma, membuat suasana makan malam itu menjadi hangat.
...****************...