
Sesampainya di rumah Dirga langsung menemui Oma.
"Ada apa Dirga?" ucap Oma yang melihat wajah Dirga yang terlihat serius.
"Siapa Aprilia Oma? jangan berbohong lagi," ucap Dirga meminta penjelasan.
"April siapa,?" balas Oma balik bertanya.
"Aku melihat wanita itu di dalam ingatanku, jelas Dirga.
Oma terdiam dan mulai menjelaskan sesuatu kepada Dirga.
"Dia istrimu. Dia pergi memilih pergi bersama laki laki lain di saat kamu koma dan laki laki itu sahabatmu sendiri," jelas Oma berbohong.
Dirga terdiam mendengar penjelasan Oma, ternyata wanita yang dia temui 2 hari ini adalah istrinya.
"Tapi kamu tenang saja semua akan segera selesai, kamu kan sekarang juga sudah bahagia dengan Kirana," ucap Oma sambil mengelus pundak cucunya yang terduduk di sofa.
"Kalo kamu masa laluku kenapa kamu bersikap seolah tidak mengenalku?" batin Dirga, sambil mengusap usap kepalannya dan terus berusaha mengingat masa lalunya.
...****************...
Arya dan April telah kembali ke kota mereka dan mereka menjemput Bintang, yang telah syah jadi anak adopsi April.
Ibu Arini yang mengurus bintang di rumah, sedangkan April sibuk mengurus bisnisnya. Kehadiran Bintang di rumah itu memberikan warna baru, entah kenapa April selalu merasa damai ketika melihat wajah bayi itu.
Beberapa waktu berlalu sidang perceraian April dan Dirga berlangsung lancar walau hanya diwakilkan pengacara dari kedua belah pihak. Arya yang mendengar kabar itu langsung bergegas ke rumah April untuk mengabarinya.
Di taman belakang rumah Bu Arini meninggalkan bintang dengan stroller di taman, karena buru buru ke kamar karena kebelet.
April terus mencoba memutar memutar Roda kursinya tapi tetap tidak mau bergerak. April memangil ibunya karena Deril memutar musik terlalu kencang, Ibu Arini tak mendengar April memangilnya dan tak mendengar suara hujan.
April berusaha sekuat tenaga untuk bangkit dari kursi rodanya. Keajaiban terjadi, April bisa berdiri tapi kakinya terasa berat dan kaku. April menyeret kakinya dan berjalan beberapa langkah namun April terjatuh. April berusaha duduk dan mengesot karena hujan semakin deras. Suara kencang bintang menangis karena kehujanan.
Bersamaan dengan itu Arya datang, melihat April dan bintang Arya langsung berlari menyelamatkan April dan bintang.
"Nenek minta maaf ya bintang, ini salah nenek," ucap Bu Arini mengendong bintang yang sudah diganti pakainya dan memberikan bintang susu.
"Kok Dokternya belum datang juga?" ucap April gelisah.
April memangil dokter untuk memeriksa keadaan Bintang karena April sangat khawatir.
"Bintang anak kuat, pasti dia akan baik baik saja," ucap Arya menenangkan April. Sambil mengobati luka April di lutut karena terjatuh tadi.
Dokter datang dan memeriksa keadaan Bintang, semua orang di rumah itu merasa lega karena bintang baik baik saja.
Setelah mengurus Bintang, Arya dan April lanjut mengobrol di teras belakang sambil menikmati secangkir teh dan kue.
April duduk di kursi rodanya yang baru, dia menceritakan pada Arya kalo dirinya sudah bisa berdiri dan menyeret kakinya beberapa langkah. Arya yang mendengar ucapan itu sangat bahagia. Disaksikan Arya, April melakukannya lagi, berdiri perlahan dengan tubuhnya yang gemetaran. Dia menyeret kakinya yang terasa berat ke arah Arya.
"Mas Arya aku takut" ucap April sambil menutup matanya. Arya yang melihatnya langsung membantu April untuk duduk kembali.
Setelah April tenang Arya menceritakan tentang perceraiannya dengan Dirga.
April tidak tau harus senang atau sedih dengan status barunya sekarang. Dirga masih dihatinya. Tapi hatinya juga sudah mulai menerima Arya.
...****************...