April

April
51



"Kamu dimana sekarang? bagaimana kabarmu?" ucap April memandangi foto tampan itu sambil sesekali menghapus air matanya.


Tak disangka dari Balik pintu Dirga mengintip apa yang sedang di lakukan calon istrinya itu.


"Sampai kapan aku menyembunyikan semuanya," batin Dirga sambil menghembuskan nafasnya kasar.


"Masuk saja Nak. Takutnya April sedang tidur, jadi tidak tau kalau sedang dicari," ucap Ibu Arini yang membuat lamunan Dirga buyar.


"Dirga tunggu diluar saja, Bu," jawab Dirga.


Mendengar Dirga dan Ibunya sedang mengobrol di depan pintu kamarnya, April langsung bangun dan menyembunyikan foto Arya itu dibawah bantalnya.


"April, Nak Dirga sudah menunggu," Teriak Ibu dari balik pintu.


April segera merapikan Rambutnya yang sedikit acak-acakan dan segera keluar kamar.


"Kamu gantilah baju dulu!" ucap Dirga kepada April yang masih memegang handle pintu.


"Kita mau kemana, Mas?"


"Kamu lupa, hari ini fitting baju pernikahan kita di butik,"


"Iya," ucap April masuk ke kamarnya lagi sambil menepuk jidatnya.


"Mungkin ini yang dinamakan jodoh, setelah mereka terpisah lama mereka dipersatukan kembali," batin Bu Arini tersenyum.


Di Butik....


Dari balik kaca April menatap pantulan dirinya menggunakan kebaya brokat putih bercorak bunga dan Glitter, berpadu dengan rok batik yang menawan.


"Apa ini terlalu cepat?" jujur aku belum bisa melupakannya" batin April.


"Tapi semua ini demi Bintang, aku tidak akan bisa hidup jika aku juga harus kehilangan Bintang," batinnya lagi.


Tak berasa bulir bening menetes di pipinya yang mulus, dia segera menghapusnya dan bergegas keluar untuk menemui Dirga yang sudah menunggunya.


Mata Dirga terpaku ketika melihat wajah cantik itu keluar dari balik tirai. Matanya memandang takjub pada calon pengantinnya yang sedang mencoba baju pernikahannya.


"Mas," ucap April yang mengagetkan Dirga yang sedari tadi memandangnya tanpa berkedip.


"Kamu terlihat sangat cantik," tanpa sadar kata-kata pujian itu keluar dari mulut Dirga.


"Apa baju ini cocok denganku?" ucap April membuka pembicaraan setelah mereka saling terdiam.


"Cocok ," jawab Dirga singkat sambil tersenyum.


"Kak Dirga," ucap seorang wanita tiba-tiba menghampirinya.


"Ayra," sahut Dirga.


Perempuan bernama Ayra itu langsung berlari memeluk Dirga, yang membuat April yang berdiri disamping Dirga mengerutkan keningnya melihat Adegan itu, tentunya dengan beberapa pertanyaan di kepalanya.


"Kapan Kamu datang ke kota B?" tanya Dirga pada Ayra.


"Kemarin kak, aku menemani Ayah meninjau perusahaannya milik kakakku" jawab Ayra sambil melepaskan pelukannya.


"Kenapa kamu tidak mengabari ku," protes Dirga.


"Aku ingin memberikan kejutan pada Kak Dirga, malah bertemu di sini," ucap Ayra sambil tersenyum.


"Aku kira kamu sudah kembali ke luar negri," sahut Dirga.


"Aku anak menatap disini kak menemani Ayah dan Bunda, setelah kema..." ucap Ayra terputus karena dipotong Dirga.


"Datanglah ke pernikahanku Minggu depan?" sela Dirga.


"Pernikahan?" ucap Ayra mengulang ucapan Dirga, dan baru menyadari ada April berdiri disamping Dirga.


"Kenalkan ini calon istriku?" ucap Dirga sambil memandang ke arah April.


"Ini Ayra, adiknya Arya" ucap Dirga lagi sambil menepuk pundak Ayra.


"Aku April," ucap April sambil mengulurkan tangannya.


"Kak Dirga aku permisi dulu ya, aku buru-buru," ucap Ayra dengan menatap ke arah April sinis.


Tanpa membalas uluran tangan April, Ayra berlalu meninggalkan butik itu dengan beberapa paper bag di tangannya. Melihat sikap Ayra, membuat April bingung karena baru pertama kali ini mereka bertemu tapi Ayra sudah terlihat tidak menyukainya.


...****************...