April

April
60



Sesuai dengan keinginan April, Dirga membawa istri dan anaknya berjalan-jalan menikmati suasana sore itu di taman kota.


April meminta Wina untuk beristirahat di rumah dengan alasan ingin menikmati kebersamaannya dengan anak dan suaminya, padahal dia ingin mengatakan apa yang selama ini dia rahasiakan nya kepada Dirga.


"Mas aku ingin mengatakan sesuatu," ucap April kepada suaminya yang tengah asyik meniup gelembung sabun dengan Bintang.


"Apa anakku menginginkan gudeg dari kota Y lagi?" jawab Dirga.


"Ini tentang Bintang," ucap April terlihat terlihat serius.


"Katakanlah," jawab Dirga singkat karena dia sebenarnya sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan oleh April.


April menyerahkan sebuah Amplop yang berisi tentang surat DNA Dirga dan Bintang, Dirga menerima dan membukanya.


"Aku sudah tau dari dulu," jawab Dirga sambil melipatnya kembali.


"Maksud Mas Dirga?" tanya April kaget.


"Aku sudah tau dari lama, tapi lebih baik memang seperti ini identitas Bintang disembunyikan karena aku tidak mau Kirana merusak kebahagiaan kita," jelas Dirga.


"Apa Kirana sudah mengetahui tentang Prilly?"


Dirga hanya mengangguk mendengar ucapan Istrinya.


"Pantas Dia tidak pernah mengunjungi rumahmu Mas," ucap April lagi.


"Aku tidak mau jika Kirana memperalat Bintang nantinya karena Dia wanita licik yang akan melakukan apa saja untuk mencapai keinginannya," jelas Dirga.


"Kita akan membesarkan Bintang bersama-sama Mas, aku menyayanginya seperti anak kandungku sendiri," ucap April sambil tersenyum.


"Kamu memang Ibu terbaik untuk Bintang," sahut Dirga sambil mengelus rambut istrinya.


Mereka menikmati kebersamaan mereka dengan diselingi canda gurau, Hingga mereka tak menyadari ada yang memperhatikan mereka dan menguping pembicaraan mereka.


"Sayang, Hari sudah semakin sore lebih baik kita segera pulang," Ajak Dirga.


"Tapi aku ingin Mampir makan dulu," sahut April.


"Baiklah kita akan mampir di restoran mu."


"Aku menginginkan Bakso yang di dalamnya ada anaknya, Di restoranku kan nggak ada Mas," ucap April manja.


"Baiklah sayang kita akan mencarinya," ucap Dirga sambil beranjak menggendong anaknya dan menggandeng istrinya.


Hingga Dia melupakan selembar kertas yang berisi tentang tes DNA itu, Seseorang dibelakang tadi langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengambil surat tersebut.


"Aku harus mencari Kirana, kamu nggak boleh hidup bahagia setelah mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku," Batin wanita yang tak lain adalah Ayra itu.


Ayra langsung menyuruh beberapa orang untuk mencari informasi tentang keberadaan Kirana. Dengan senyum jahatnya dia berlalu meninggalkan tempat itu.


...****************...


"Mas Bakso disini enak sekali," ucap April.


"Apa kamu tidak kasihan dengan anak bakso yang barusan kamu makan?" canda Dirga membuat April membulatkan matanya.


"Aku sangat menyukai mereka, bahkan aku akan membungkusnya untuk dibawa pulang," sahut April.


"Kalian apa kabar?" ucap seorang wanita tiba-tiba menghampiri mereka.


"Kirana," April terkejut menatap Kirana Lah yang menyapanya.


"Kami baik," ucap Dirga.


"Selamat untuk pernikahan kalian berdua, Maaf aku tidak bisa datang menghadiri undangan kalian," ucap Kirana lagi.


"Tidak apa-apa, duduklah dulu bersama kami," sahut April ramah.


"Mungkin lain kali aku sedang terburu-buru, Oya Mas apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan Putri kita," tanya Kirana.


"Belum," ucap Dirga singkat.


"Baiklah aku permisi dulu aku harap kita segera bisa menemukan Putri kita," ucap Kirana sambil menatap ke arah Bintang, tanpa mengetahui bahwa sebenarnya Bintang adalah putrinya.


Setelah kepergian Kirana, Dirga meraba-raba kantong celananya teringat surat DNA tadi.


"Sayang Apa surat tadi kamu yang bawa?" ucap Dirga.


"Kan tadi aku memberikannya sama kamu Mas."


"Suratnya nggak ada sayang," jelas Dirga terlihat panik.


April menyemburkan minumannya saat mendengar ucapan Dirga.


"Berarti tertinggal Di Taman," ucap April menatap Dirga.


"Baiklah, kita harus segera kembali ke taman," jawab Dirga.


Mereka langsung kembali ke taman untuk mencari surat itu, tapi setelah dicari surat itu tidak ditemukan. Bahkan Dirga juga sudah bertanya kepada petugas kebersihan dan beberapa orang di sana tapi tidak ada yang melihat nya.


"Mas Bagaimana ini?" ucap April pucat.


"Kamu tenang ya, tidak ada yang bisa mengambil bintang dari kamu," ucap Dirga menenangkan istrinya.


...****************...