April

April
56



Dirga memberikan beberapa buah lembar brosur kepada istrinya yang tengah asyik menonton tayangan televisi diruang tengah.


"Apa ini Mas?" sambil menatap brosur yang diberikan Dirga yang ternyata isinya beberapa Destinasi tempat honeymoon.


"Kamu ingin kita bulan madu kemana?" tanya Dirga sambil duduk disamping istrinya.


"Aku nurut kamu aja Mas, tapi aku ingin membawa Bintang ikut bersama kita," jawab April


"Rencananya aku Ingin menitipkan Bintang ditempat Ibu. Tapi kalo kamu pengen Bintang ikut, berarti kita bulan madu keluar pulau saja karena Bintang belum memiliki paspor."


"Aku tidak akan tega meninggalkan Bintang sendiri Mas."


"Baiklah, kita akan berbulan Madu ke kota L. tapi kita naik pesawat dari kota J. karena kita akan berpamitan dengan Oma terlebih dahulu."


"Iya Mas, terserah kamu saja," ucap April sambil mengangguk tanda setuju.


Sore itu Dirga melajukan mobilnya ke kota J ditemani Istrinya. Bintang dan Wina juga ikut serta.


Tiba-tiba di perjalanan Ban mobil Dirga kempes karena bocor. Dirga langsung berinsiatif menggantinya dengan ban serep yang dibawanya.


Dengan persetujuan April, Wina membawa Bintang keluar dari mobil karena anak itu sangat rewel, Bintang yang Sudah sangat aktif berjalan merengek minta diturunkan dari gendongan. Wina akhirnya mengajaknya bermain Di Taman dekat mobil majikanya berhenti. Tapi Padangan Wina sempat teralihkan hingga membuat dia kehilangan Bintang dari pandanganya.


"Bu April, Bintang ilang," ucap Wina Panik menghampiri majikannya.


"Ilang?" April lamgsung panik dan segera turun dari mobil serta memberitahu Dirga yang ternyata sudah selesai mengganti ban mobilnya.


Dengan Sangat khawatir mereka mencari Bintang secara bersama-sama. April sudah mulai menangis karena tidak bisa menemukan putrinya.


Hingga dari balik semak-semak April menemukan Bintang yang sedang asyik bermain disana.


"Bu...Bu," celoteh Bintang.


"Mas, Bintang Disini," teriak April sambil menoleh ke arah belakang.


April duduk dan menghampiri Bintang, April kaget ketika melihat Bintang ternyata duduk disamping sebuah Makam. yang ternyata tempat itu adalah area pemakaman, dan itulah satu-satunya makam ditempat itu.


"Arya wijaya bin Wisnu Wijaya," April tercengang ketika membaca tulisan di batu nisan itu.


Dia mulai menangis, ketika membaca tulisan tanggal lahir serta tanggal kematian di batu Nisan itu. Sekilas dia mengingat pertemuan terakhirnya dengan Arya yang menyuruhnya untuk melihat Bintang paling terang ketika April merindukannya.


"Bukan ini nggak mungkin...." ucap April sambil menutup mulutnya.


April yang shock berdiri dan berjalan mundur hingga menabrak Dirga yang sedang berjalan menghampirinya.


"Mas katakan itu makam siapa?" ucap April sambil menunjuk makam yang berada dibelakangnya.


Dirga langsung memeriksa dan melihat makam itu. Sedangkan Wina yang baru datang langsung menggendong Bintang.


"Arya dimakamkan disini," Batin Dirga kaget, sebenarnya Dirga sudah mengetahui kematian sahabatnya itu tapi atas Keinginan Arya sendiri, dia menyembunyikannya semua itu dari April. Bahkan dia sempat melayat bersama Ibu Arini, tapi Dia tidak mengikuti prosesi pemakamannya karena buru-buru harus kembali ke kota B. Karena khawatir meninggalkan April, Bintang dan Prilly saat itu, jadi dia tidak tahu lokasi pemakaman Arya.


April tiba-tiba Ambruk dan jatuh pingsan. Dirga langsung berlari menghampiri Istrinya.


Bersamaan dengan itu Bunda Mona datang untuk berziarah ke makam putranya. Bunda Mona yang melihatnya langsung menyuruh Dirga membawa April kerumahnya karena lokasinya tidak jauh dari tempat itu.


...****************...