
"Ini rumah Siapa Yah?" ucap April kepada suaminya sambil menggenakan daster pink warna favoritnya.
"Sudah Ibu nikmati saja peran Ibu sebagai pemilik rumah ini," ucap Dirga kepada istrinya.
April menuruti semua perintah suaminya mulai dari mengenakan Daster dan mau di ajak ke rumah sempit dan sangat sederhana itu, yang tentunya sangatlah jauh dari kehidupan mereka yang sebenarnya tanpa Dirga menjelaskan apa tujuannya melakukan semua ini, hingga membuatnya sangatlah penasaran.
"Tolonglah beritahu Ibu," ucapnya lagi penasaran.
"Nanti kamu juga bakal tau sendiri Bu, yang terpenting ketika tamu kita nanti datang, Ibu harus berakting seolah-olah ini rumah kita," ucap Dirga kepada istrinya yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah paruh baya.
"Ibu," teriak anak laki-laki tampan yang sangat dia rindukan datang dan langsung memeluk April erat.
"Airlangga," sahut April yang juga sangat merindukan anak laki-lakinya.
"Kenapa kau tidak memberitahu Ibu jika mau datang?" protes April.
"Permisi," ucap wanita muda lembut yang tak lain adalah April muda.
"Silahkan duduk, Nak" ucap Dirga dengan atribut penyamarannya kacamata,wig palsu, serta kumis dan brewok palsu karna April sudah mengenalinya di saat rapat bersama di kantor milik Alina.
"Ayahnya Airlangga seperti tidak Asing bagiku," batin April merasa aneh.
Dengan ramah Dirga dan April dewasa menyambut kedatangan April muda dan berakting seolah-olah mereka tinggal di rumah itu.
"Bu, Yah Airlangga ingin memperkenalkan calon mantu Ibu dan Ayah," ucap Airlangga gemetaran.
Mendengar ucapan putarannya itu membuat April sangatlah kaget bukan main, apalagi dalam kondisi berbohong dengan kehidupan ekonomi mereka, Airlangga memperkenalkan calon istrinya sedangkan Dirga yang telah mendengar semuanya dari Airlangga terlihat lebih santai dalam menyikapinya.
"Siapa namamu, Nak?" ucap April dewasa terlihat ramah.
"Jika aku punya cucu nanti tolong jangan berikan dia nama April juga," protes April dewasa dengan tersenyum.
April muda langsung menatap ke arah Airlangga meminta penjelasan atas ucapan ibunya.
"Namamu dan Ibu itu sama," jelas Airlangga yang membuat April juga ikut kaget setelah mendengarnya.
"Mungkin karena tandanya kalian berjodoh," celetuk Dirga yang membuat semua orang di ruangan itu tertawa renyah.
"Sekarang kamu tau kan kondisi keluargaku seperti ini, aku bukan anak orang kaya," ucap Airlangga kepada April yang duduk disampingnya sedangkan Dirga dan April hanya bisa saling menatap setelah mendengar ucapannya.
"Itu tidak masalah bagiku, aku mau menikah denganmu bukan karena kekayaanmu," sahut April dengan lembutnya.
"Kamu sangatlah pintar memilih calon menantu untuk Ayah dan ibu," puji April dewasa kepada putarannya.
Setelah banyak mengobrol dan berkenalan akhirnya mereka makan siang bersama dengan menu ala kadarnya, April sampai heran dengan Dirga karena menyiapkan semuanya dengan sangat matang tanpa sepengetahuannya.
Mereka bertiga terus memperhatikan April muda yang terlihat melahap sayur asam,sambal dan tempe goreng.
"Dia memang calon mantu yang tepat untukku," batin April dewasa senang.
"Kenapa setiap melihat gadis ini selalu mengingatkanku kepada Prilly," batin Dirga sedih.
Setelah seharian mengunjungi Ayah dan ibunya, Airlangga segera berpamitan untuk kembali ke kota J karena esok hari dia dan April harus segera bekerja kembali. Sedangkan April tentunya merasa Sangatlah senang karena bisa diterima dengan baik di keluarga Airlangga.
...****************...