April

April
28



Sesampainya di rumah bunda Mona. April duduk di ranjang kamar tempat dia menginap, sambil memandangi barang barang Yang masih tertata di dalam paper bag, semua dibelikan oleh bunda Mona di mall tadi. Mulai dari baju, kosmetik dan tas.


Arya yang baru keluar kamar. Setelah mandi dan berganti pakaian langsung menuju ke Meja makan.


"April kok nggak ikut makan Bun?" tanya Arya ke bundanya, sambil duduk di meja makan.


"April agak capek, tadi seharian pergi ke mall Sama bunda," jelas bunda Mona sambil menghidangkan nasi ke piring anaknya.


"Ke mall? kenapa nggak ada yang bilang ke Arya?" ucap Arya menyelidik.


"Jadi bunda kalo mau pergi sama calon menantu sendiri harus izin dulu nih? takut ganggu kamu kerja jadi kami tidak mengabari," ucap bunda sambil melirik ke suaminya (Wisnu).


"Maksud Arya, takut April kenapa napa Bun," ucap Arya sambil menaruh lauk pauk ke dalam piringnya.


"Kamu tenang saja, semua aman," ucap bunda Mona sambil tersenyum pada Arya.


Arya menikmati makan malamnya dan menyendok makanan kedalam mulutnya.


"Oh ya tadi mama ketemu Dirga, temen kuliah kamu yang dulu sering main kesini itu lho. Dia baik banget bantu gendong April," ucap bunda Mona yang tidak mengetahui bahwa Dirga adalah suami April.


Raut wajah Arya berubah menjadi sangat marah, Arya segera meletakkan sendoknya dan beranjak ke kamar yang ditempati oleh April. Bunda Mona yang khawatir dan berniat mengikuti Arya. tapi dicegah oleh Ayah Wisnu.


April yang asyik bermain ponsel, kaget dengan kehadiran Arya yang tidak mengetuk pintu terlebih dahulu. Arya terlihat sangat marah dan menghampiri April sambil tak henti menatapnya tajam.


Arya mencengkeram dagu April dan mencium bibir April secara paksa. April berusaha melepaskan diri karena sesak tidak bisa bernafas.


untuk pertama kali Arya mencium wanita yang dicintainya itu, dengan kasar Arya melepas paksa baju piyama yang dipake April. April yang ketakutan hanya bisa menangis dan menutupi tubuhnya dengan tangannya. entah apa yang terjadi pada Arya.


Arya menindih April dan mencengkeram wajah April lagi.


"Maafkan aku," ucap Arya sambil menyelimuti tubuh April yang bertelanjang dada.


Arya berusaha menenangkan April yang terus menangis, memeluk April dari belakang. April menangis ketakutan sampai tertidur. Berbeda dengan Arya yang gelisah tidak bisa tidur karena rasa bersalahnya pada April,dia tetap di kamar itu menjaga April.


Pagi..


April membuka matanya,dia menatap tubuhnya. Dia lega menggunakan pakaiannya lengkap.


Arya masuk membawa sarapan untuk April dan segelas susu. Arya mendekatinya dan duduk di ranjang di samping April.


"April, maafkan aku," ucap Arya sambil memegang tangan April.


April hanya diam, tidak menjawab.


"Aku cemburu kamu di gendong Dirga," jelas Arya.


"Tapi tak seharusnya Kamu bertingkah seperti itu, kamu buat aku kecewa," ucap April membuang muka nya.


"Apa yang harus aku lakukan agar kamu memaafkan aku?" ucap Arya memohon.


"Aku ingin pulang," ucap April singkat tanpa mengiyakan permintaan maaf Arya.


"Kita 2 hari lagi ya disini, aku masih ada urusan dengan klien," ucap Arya memberi pengertian pada April.


April pun setuju dengan syarat Arya tidak mengulangi tingkahnya yang berlebihan.


...****************...