
"April," ucap Nadira mengetuk pintu kamar anaknya.
Dengan mata bengkak dan air mata yang membasahi pipinya April membuka pintu kamarnya dan langsung memeluk ibunya.
"Bagaimana jika suatu saat nanti, dia tau bahwa aku juga telah membohonginya tentang kebenaran Ayah kandungnya, apakah dia juga akan membenciku?" batin Nadira saat memeluk April.
"Airlangga jahat Ma," ucap April sambil terus menangis sesenggukan.
"April, beri kesempatan suami untuk menjelaskan semuanya," ucap Nadira sambil membelai rambut April.
"Airlangga sedang sakit sekarang dia sangat membutuhkanmu," ucap Nadira lagi mencoba meluluhkan hati April.
April tetap tidak mau mendengarkan ucapan Nadira, hingga malam itu dia merasa resah dan tidak bisa tidur di buatnya karena terus menghawatirkan keadaan Airlangga di rumah sakit.
"Bagaimana keadaannya sekarang?" ucapnya sambil mondar-mandir di kamarnya.
"Rasanya aku tidak perlu memikirkan dia setelah apa yang dia lakukan," ucap April sambil beranjak ke ranjangnya dan menyelimuti dirinya.
Hingga pagi datang nyatanya April tidak bisa memejamkan matanya untuk satu menit saja hingga ibunya datang mengetuk pintu kamarnya.
"Ada apa Ma?" ucap April saat membuka pintu.
"Airlangga kritis," ucap Nadira dengan wajah sedih.
Mendengar ucapan ibunya tanpa cuci muka dan masih mengenakan piyama, April langsung menarik tas selempang nya dan berlari ke jalan umum untuk mencari taksi pagi itu.
Dengan nafas yang terengah-engah April membuka pintu kamar tempat Airlangga dirawat.
"Ada apa ini?" ucap April saat masuk dan melihat Airlangga di dikerubuti tapi tak ada orang yang menjawab pertanyaan nya.
"Bangun ga, aku cinta kamu tolong jangan tinggalin aku," ucap April lagi sambil menggoyang-goyangkan tubuh Airlangga.
"Aku janji nggak akan marah lagi, maafin aku," ucap April kali ini sambil membuka kain yang mengerubuti Airlangga.
"Ha ha ha," Airlangga tertawa lepas karena sudah tidak bisa menahan tawanya lagi.
"Kamu jahat ga," ucap April kaget dan malah tambah menangis karena dia baru sadar dia telah di kerjain semua orang termasuk mamanya sendiri.
Sedangkan April dewasa dan Dirga hanya saling tatap satu sama lain mengingat masa muda mereka, sementara Ayra sudah berangkat ke luar negri karena keadaan Airlangga sudah membaik.
Di depan April dewasa dan Dirga pengantin baru itu akhirnya berbaikan dan April bisa memaafkan semua kebohongan suaminya selama ini.
Setelah kejadian itu Airlangga memilih Risen dari tempat dia bekerja dan tidak berpura-pura miskin lagi, dia sudah mau menerima semua fasilitas dari kedua orang tuanya dan memegang bisnis Ayahnya yang berada di kota J.
"Kau mau membawaku kemana?" ucap April yang matanya di tutup kain oleh Airlangga.
"Tunggulah sebentar lagi kita akan sampai," ucap Airlangga.
Ketika penutup kain itu telah dibuka April merasa sangat takjub dengan rumah besar yan berdiri megah di hadapannya.
"Aku, kamu dan anak-anak kita nanti akan tinggal di sini, apakah kamu menyukainya?" ucap Airlangga sambil tersenyum.
"Aku menyukainya," jawab April sambil membalas senyuman dari Airlangga.
Dengan menggandeng tangan istrinya Airlangga mengajak istrinya berjalan-jalan mengelilingi setiap sudut rumah baru mereka, dengan warna cat tembok berwarna merah dan emas yang mendominasi rumah itu menambah hangat suasana di rumah itu.
...****************...