
Khawatir dengan Arya, April segera bergegas ke rumah Arya. Dari balik pintu April mengintip bos dan asistennya itu.
"Pelan saja!" ucap Arya sambil merintih menahan perih.
"Apa perlu saya panggilkan Dokter bos?" ucap Ivan sambil terus mengompres luka di wajah bosnya.
"Nggak perlu Van, aku akan rawat bos kamu sampai sembuh," ucap April sambil berjalan mendekati mereka.
Arya mencoba untuk bersikap cuek, apalagi setelah dia melihat April lebih memilih menolong Dirga terlebih dahulu dibanding dirinya, juteknya makin bertambah. Mendapatkan isyarat dari April, Ivan langsung berpindah tempat duduk.
"Sayangku kenapa?" ucap April duduk sambil di samping Arya.
Mendengar ucapan wanita yang sangat dicintai itu membuat Arya jadi salah tingkah, karena tidak biasannya April menggodanya.
"Van, kamu kembali ke kantor saja!" perintah Arya kepada asistennya. Sambil berdiri beranjak dari sofa melanjutkan rencananya untuk berpura pura Mengabaikan April.
April yang melihatnya langsung berinisiatif mengejar Arya, tapi saat hendak Melangkah kruk April tersandung meja membuat April terjatuh dan keningnya kepentok Meja, sehingga darah mengucur banyak.
Melihat kejadian itu Arya yang tadinya pura pura Acuh langsung Panik dan segera menggendong April untuk di bawa ke rumah sakit. Dengan diantar Ivan Arya memangku Wajah April yang bersimbah darah.
"Sayang maafin aku ya?" ucap Arya merasa bersalah.
"Aku yang nggak hati hati Mas," jawab April lemas, karena shock tangannya bersimbah darah bekas memegangi keningnya.
"Kamu tenang ya sayang, Aku disini jagain kamu," ucap Arya lagi.
"Kalau kamu jauhi aku karena wanita itu aku ikhlas Mas, setidaknya kamu mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku," ucap April lalu pingsan.
Melihat April pingsan membuat Arya semakin panik. Akhirnya mereka sampai di rumah sakit, April mendapatkan perawatan di IGD. Tak selang beberapa lama datang Dirga menyusul, Dirga Melihat Arya dan Ivan panik mengikuti Mereka karena takut terjadi Apa apa pada April.
"Lo Apakan,April?" Ucap Dirga penuh Amarah, sambil menarik kerah kemeja Arya.
Sedangkan Arya diam seribu bahasa,Dia sangat merasa bersalah pada April. Tak selang berapa lama dokter yang menangani April Keluar.
"Keluarga Ibu April," ucap Dokter tersebut.
"Saya suaminya," jawab Dirga.
"Saya calon suaminya, Dok," Sahut Arya.
Melihat keduanya Dokter merasa bingung dan bergantian memandang mereka berdua.
"Sebelumnya saya ingin menjelaskan kondisi Ibu April karena lukanya terlalu lebar maka kami berikan sedikit jahitan di kening, sekarang Keadaanya sudah membaik dan langsung bisa pulang tidak memerlukan rawat inap," ucap dokter menjelaskan.
Mendengar penjelasan dokter membuat Arya dan Dirga lega. Mereka berebut untuk masuk menemui April.
"Sayang Maafkan Aku," ucap Arya yang menghampiri April terlebih dahulu.
"Kamu nggak salah kok Mas, Tolong kamu jangan bersikap seperti itu lagi," balas April.
"Semua itu hanya permainanku, untuk mengetahui perasaanmu yang sebenarnya. Wanita itu bukan siapa siapa," jelas Arya sambil memegang tangan April.
"Aku mencintaimu, sudah ku bilang kan," Kata April sambil menangis.
"Bagaimana jika laki laki itu (Dirga) memintamu untuk kembali?" Tanya Arya lagi.
"Dia masa laluku, kamu masa depanku, jawab April.
Sedangkan Dirga yang sedari tadi mengintip dari belakang tirai merasa perasaannya sangat hancur dan memutuskan pergi tanpa menemui April.
...****************...