
Malam itu Airlangga dan April mulai tidur dikontrakan mereka. untuk pertama kalinya April jauh dari Mama dan Papanya tak terasa air matanya membasahi pipinya mengingat mereka.
"Kau kenapa?" ucap Airlangga yang menyusul istrinya tidur di atas ranjang.
"Aku rindu Mama dan Papa," ucapnya sambil menghapus Air matanya.
"Rumah mereka kan dekat nggak sampai setengah jam juga sudah sampai," sahut Airlangga.
"Tapi aku belum pernah jauh dari Mama, kecuali bekerja," ucap April kembali menangis.
"Dasar anak manja," celetuk Airlangga lirih.
"Apa kau bilang tadi?" ucap April jengkel.
"Kau sangat cantik, tadi aku tadi bilang begitu," ucap Airlangga mengelak.
"Dasar suami tukang bohong," ucap April sambil mengambil guling dan memukulnya ke badan Airlangga.
April tak menghiraukan permintaan ampun dari Airlangga hingga membuatnya menindih tubuh istrinya agar mau berhenti memukulinya.
Ketegangan pun terjadi April hanya mampu membulatkan matanya ketikan mendapati suaminya menatapnya tajam saat menindihnya.
"Turunlah kau membuatku sesak nafas," teriak April.
"Apa dia tidak bisa mengerti sedikit saja saat suasana sedang romantis," batin Airlangga kesal dan beranjak membaringkan tubuhnya di ranjang.
"Kenapa setelah aku menikah dengannya malah menjadi tom and Jerry," batin Airlangga lagi hingga membuatnya tertidur sampai melewatkan dua kali malam pertamanya.
Hingga pagi hari telah tiba, April menguap dan tak sengaja tangannya memukul hidung Airlangga hingga merah dan membuatnya bangun karena menguap terlalu kencang.
"Maafkan aku, aku lupa kalo punya teman tidur sekarang," ucap April yang mengelus hidung Airlangga.
"Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu," ucap Airlangga yang membuat April membulatkan matanya.
Airlangga langsung menyerang bibir ranum itu, April menahan nafasnya dan mencoba membalas permainan dari Airlangga walaupun kaku dan canggung karena ini ciuman bibir pertamanya.
Tangan Airlangga mulai bergerilya menelusuri tubuh istrinya sambil masih terus menyerang bibir ranum milik April, hingga April dibuat menjerit kesakitan setelah lubang sempit itu berhasil di bobol.
"Aku akan pelan-pelan," bisik Airlangga di telinga April sedangkan April hanya mampu pasrah dan menahan Air matanya karena nyeri yang menjalarinya.
Beberapa saat kemudian setelah mereka kembali tidur suara ketokan pintu terdengar hingga membangunkan kedua sejoli itu.
"April, Airlangga," teriak Nadira sambil mengetok pintu dari luar.
"Cepat pakai bajumu, Mama datang," ucap Airlangga sedangkan April hanya bisa membulatkan matanya mendengar suara mamanya datang.
Dengan buru-buru mereka mengenakan pakaian lengkap mereka dan Airlangga segera membuka pintu untuk mertuanya.
"Maaf ma menunggu lama," ucap Airlangga.
"Iya tidak apa-apa," ucap Nadira masuk sambil membawa rantang makanan.
Sambil menahan perih di area benda berharganya April mencoba berjalan normal ke dapur membuat minuman, karena malu dengan ibunya.
"Apa kamu sedang sakit pril?" ucap Nadira yang memperhatikan April yang kembali membawa nampan berisi teh.
"Nggak ko Ma," jawab April cepat sedangkan Airlangga terlihat ketar-ketir.
Airlangga menyuapi Istrinya dengan makanan yang dibawa mertuanya setelah mertuanya pulang. April merasa sangat senang dengan semua perhatian suaminya itu bahkan pagi ini mereka belum bertengkar lagi seperti biasannya.
...****************...
Airlangga dan April sudah mulai masuk bekerja lagi setelah cuti menikah mereka habis. Hari ini mereka berangkat bersama berboncengan dengan motor butut milik Airlangga.
Di ujung gang mereka bertemu Luna yang menekuk wajahnya. April meminta Airlangga berhenti sebentar karena dia ingin menyapa adiknya itu.
"Lun, apa kabar?" sapa April.
"Dibayar berapa kamu sama temanmu itu sampai kalian bersekongkol menipuku sebagai CEO dan Asisten," ucap Luna yang tidak menjawab ucapan April dan malah menghampiri Airlangga.
Rupanya Nathan telah mengakui semua kebohongannya hingga membuat Luna kecewa dan memilih mengakhiri hubungannya dengan nya karena Nathan bukan kriterianya.
"Jaga sikapmu, dia kakak iparmu," sahut April sedangkan Airlangga hanya memilih untuk Diam.
"Bela saja suamimu yang kere itu," ucap Luna sambil berlalu pulang sedangkan Airlangga dan April segera kembali melanjutkan perjalanan mereka berangkat ke kantor.
...****************...