April

April
53



Pagi itu Dirga dan April akan kembali kerumah, April sudah sangat merindukan Bintang. Di perjalan pulang mereka banyak mengobrol di selingi dengan canda gurau. Saat sampai di persimpangan jalan April mulai menyadari Dirga tidak melajukan Mobilnya ke Arah rumah mereka.


"Mas, seharusnya kita kan belok kanan bukan nya lurus," ucap April bingung.


"Kamu lihat saja nanti," ucap Dirga sambil tersenyum.


"Harusnya kalau kamu ada acara kamu antar aku pulang dulu mas, Aku bisa pingsan karena sangat merindukan Bintang," ucap April jengkel.


"Terimakasih sayang kamu sudah mau menyayangi anakku layaknya seorang anak kandung," batin Dirga.


Tidak selang begitu lama, Dirga memberhentikan mobilnya di depan rumah yang besar dan megah.


"Ayo kita turun, Bintang sudah menunggu kita," ucap Dirga.


"Ini rumah siapa Mas?besar banget," ucap April sambil memandang takjub rumah itu.


Dirga segera turun membuka pintu mobil disebelah istrinya dan menuntunnya untuk turun.


"Ayo kita masuk," ucap Dirga lagi.


Pipi April selalu memerah ketika Dirga selalu memanggilnya Sayang setelah hari pernikahan mereka.


"Mas," ucap April.


"Ada apa?"


"Kenapa kamu memanggilku sayang?" ucap April polos.


"Aku kan suamimu, apa aku tidak boleh memanggilmu seperti itu?,"


"Boleh kok," jawab April singkat ketika karena melihat wajah manyun Dirga.


"Bu..." panggil seorang gadis kecil dari teras rumah.


"Bintang," April berlari menghampirinya dan menggendong nya.


"Selamat datang Non April," ucap Mbok Darti.


"Mbok kamu disini?" ucap April menoleh ke arah mbok Darti yang berdiri berdampingan dengan Wina. April sangat senang melihat mereka, terutama mbok Darti yang lama tidak dia jumpai.


"Sayang mulai sekarang kita akan tinggal disini, Mbok Darti dan Mbak Wina akan membantu kamu," jelas Dirga.


"Lalu dimana Ibu dan Oma?" ucap April sambil menoleh ke sekeliling.


"Oma tetap tinggal di kota J, Ibu dan Deril juga tetap tinggal di rumah lama. Mereka tidak mau menggangu kita membuatkan Adik untuk Bintang," jelas Dirga sambil tertawa iseng.


Sementara Bintang yang sedang di gendong oleh April, merengek minta Di gendong oleh Dirga yang berada di sampingnya.


"Sini sayang ikut Ayah," ucap Dirga sambil menggendong Bintang.


"Yah," ucap Bintang sambil tertawa menampilkan giginya yang baru tumbuh beberapa biji.


"Dia memang Ayahmu, bintang," batin April sambil menatap mereka.


Di dalam kamar....


Mbok Darti Darti memijat April yang sedang kelelahan karena Acara pernikahannya kemarin.


"Mbok badanku sakit semua," ucap April merengek.


"Apa Tuan Dirga yang membuat Non April sekarat begini?" ucap Mbok Darti menggoda April..


"Iya, Mbok," sahut April yang sebenarnya tidak mengerti Arti ucapan Mbok Darti.


"Berarti Non Bintang bakalan cepat punya Adik, Oma pasti akan senang mendengarnya," sambung mbok Darti sambil terus memijat majikannya itu.


"Kok jadi Adik sih Mbok? aku lelah karena Mas Dirga terlalu banyak mengundang tamu."


Bersamaan dengan itu Dirga Datang lalu menghampiri April yang sedang di pijat.


"Mbok Kamu Masak saja buat makan siang, biar aku yang gantiin pijat." ucap Dirga.


"Baik Tuan," ucap Mbok Darti lalu berlalu keluar kamar.


"Mas pegelnya udah ilang," ucap April seketika langsung bangun dan duduk diatas ranjang.


"Benar?" ucap Dirga duduk disampingnya.


April hanya mengangguk karena tidak mau di pijat oleh Dirga.


"Berarti nanti malam kita sudah bisa buatkan Adik untuk Bintang?" ucap Dirga sambil tersenyum penuh kemenangan.


"I-iya," ucap April gugup.


"Senjata makan Tuan ini namanya, aku belum siap," Batin April sambil memejamkan kedua matanya.


...****************...