
Sore harinya, April dan Dirga pergi mengecek lokasi tanah yang baru saja dibeli oleh April. Rencananya, mereka akan membangun rumah kontrakan baru di sana. Dirga mendorong kursi roda April mengelilingi lokasi karena kebetulan rumputnya sudah dibersihkan oleh para pekerja.
"Mas Arya," ucap April sambil menoleh ke belakang.
Arya langsung mendekat dan jongkok di samping April.
"Aku menerima lamaran Mas Arya dengan syarat kedua orang tua Mas harus setuju," ucap April. Akhirnya, ia luluh dengan perhatian Arya selama ini.
"Pasti, Aku akan membawa kedua orangtuamu untuk melamar mu secara resmi," ucap Dirga sambil mencium punggung tangan April.
"Aku nggak yakin mereka akan setuju setelah melihat kondisiku," ucap April sambil menunduk.
Belum sempat Arya menjawab, tiba-tiba terdengar suara bayi menangis. Dirga dan salah seorang pekerja yang akan membangun proyek mencari asal suara bayi tersebut, sedangkan April menunggu di lokasi tadi.
Tak selang begitu lama, Arya keluar dari semak-semak dan mengendong seorang bayi yang sepertinya baru saja dilahirkan dan sengaja dibuang di tanah kosong itu. April dan Dirga segera membawa bayi itu ke kantor polisi dan melaporkan kejadian tersebut. Setelah menyerahkan bayi itu ke pihak berwajib, April sangat murung. Dirga berjanji pada April akan mengurus proses adopsi bayi itu sesuai peraturan yang berlaku.
Di tempat lain, seorang pria yang mengendong bayinya terus memegangi kepalanya yang terasa sakit. Untunglah, bayi itu segera diambil alih oleh istrinya.
"Mas, kepalamu sakit lagi?" ucap Kirana (istrinya) khawatir.
Singkat cerita, Dirga mengalami benturan keras di kepalanya dan mengalami koma selama dua bulan. Setelah dia sadar, dia tidak mengingat apapun, termasuk identitasnya sendiri (amnesia), dan kebohongan Nadira terbongkar sebelum Dirga sadar. Oma-lah yang menjebloskan Nadira ke penjara. Keadaan Dirga sudah membaik, dia bersiap karena hari ini acara 35 hari anak pertamanya. Dirga mengadakan aqiqah di rumahnya serta pemberian nama untuk putrinya.
"Aprilia Ayu Raharja," ucap Dirga dalam pemberian nama putrinya.
Oma sangat kaget mendengar nama buyutnya. Oma mulai menenangkan dirinya dan membuat dirinya terlihat setenang mungkin di depan Dirga. Oma takut Dirga mulai mengingat masa lalunya. Sedangkan Bima dan Mbok Darti hanya bisa saling menatap. Tanpa disadari, Mbok Darti pun meneteskan air matanya mengingat April.
Tepat di hari yang sama, April mengendong bayi yang telah ia temukan sebulan yang lalu. April dan Arya sering mengunjunginya, dan petugas pun mengizinkan Arya dan Dirga memberikan nama untuk bayi perempuan itu.
"Cantikku, Bintang," ucap April kepada bayi yang telah dia beri nama.
"Sabar ya nak, nanti Ibu akan membawa kamu pulang," ucap April sambil menatap bayi itu.
"April, kita harus segera berangkat. Mama dan Papa sudah menunggu kita," ucap Arya kepada April yang sedang sibuk mengajak Bintang mengobrol.
Hari ini, Arya akan memperkenalkan April ke orangtuanya. Mereka sempatkan mampir terlebih dahulu untuk menjenguk Bintang yang masih diurus oleh pihak terkait karena surat adopsi masih dalam proses.
...****************...