April

April
37



Arya masih terus main kucing kucingan dengan April. Dia tidak pernah lagi datang ke rumah April, bahkan menelpon April.


April merasa sangat sedih dengan perubahan sikap Arya, dia merasa seperti ada yang kurang dalam hidupnya. Hingga suatu hari, April memberanikan diri untuk mendatangi rumah Arya, tak bisa dipungkiri dia sangat merindukan Arya.


"Hai..." Sapa April kepada Arya yang sibuk membaca koran di teras.


Arya nampak cuek dan terus membaca korannya.


"Apa aku mengganggumu?" ucap April lagi.


Tidak ada jawaban dari Arya, dan terus berpura pura tidak memperdulikan kehadiran April.


April yang merasa kehadirannya tidak dihiraukan buru buru pergi dan kembali pulang, dia berjalan sambil menoleh kebelakang, hingga tanpa sadar dia menabrak Dirga yang sedang berjalan terburu buru menuju kerumahnya, dengan sigap Dirga menangkap tubuh April yang hampir terjatuh.


"Maaf, aku..." April tidak melanjutkan kata katanya, dia sudah tidak bisa membendung air matanya lagi karena ulah Arya.


Seperti sudah mengetahui apa yang telah terjadi, Dirga menatap tajam ke arah "Sudahlah, biar aku antar kamu pulang," ucap Dirga membenahi kruk yang dipake April, sedangkan April buru buru menghapus air matanya agar tidak dilihat oleh Arya.


April mempersilahkan masuk Dirga dan membuatkannya secangkir kopi.


"Kamu ada masalah sama dia?" ucap Dirga memulai obrolan.


"Bukan urusanmu," jawab April cuek.


"Oiya, kemana Kirana? beberapa hari aku tidak melihatnya?" sambung April basa basi.


"Aku pisah rumah dengan dia, dia berselingkuh," jelas Dirga.


"Pikirkanlah lagi demi Prilly!" ucap April memberikan nasehat.


"Lalu bagaimana denganmu dan Arya?" tanya Dirga balik.


"Mungkin dia marah dan kecewa padaku,tapi kalaupun dia menjauhiku mungkin ini yang terbaik, dia berhak mendapatkan wanita yang lebih baik dariku," jawab April yang akhirnya mau bercerita.


"Apa kamu menyukainya?" tanya Dirga lagi sambil menatap April serius.


"Bagaimana aku tidak menyukainya?dia punya seribu hal untuk disukai," jelas April.


Mendengar jawaban April, Dirga sedikit kecewa. Dia tidak menyangka dirinya di hati April telah digantikan sosok Arya.


Dirga teringat sedikit obrolan di masa lalunya bersama Arya, yang Arya bilang akan menunggu April sampai janda. Dirga memejamkan matanya, agar bisa tenang dan menguasai dirinya dari rasa cemburu.


Disaat bersamaan Arya mendapatkan pesan WhatsApp dari nomer baru, yang tak lain adalah Dirga yang ingin mengajaknya bertemu.


"Dia melihatku seperti orang asing, sekarang mengajak bertemu, apa yang dia inginkan?" batin Dirga merasa aneh.


...****************...


Sore itu Arya datang ke cafe tempatnya berjanjian, rupanya Dirga sudah menunggu kedatangannya.


"Bagaimana kabarmu?" ucap Dirga basa basi.


Arya hanya mengerutkan keningnya, karena selama ini mereka seperti orang asing, tak mengenal satu sama lain setelah kecelakaan itu terjadi.


"Apa yang kamu mau dariku?" ucap Arya duduk di hadapan Dirga.


"Kembalikan April kepadaku!" ucap Dirga sambil menghisap rokoknya.


Tanpa aba aba Arya melayangkan sebuah pukulan ke pipi kanan Dirga.


Dirga hanya tersenyum sambil memegang pipinya yang lebam terkena pukulan Arya.


"Dia milik Arya, jangan pernah kamu Menggangu nya!" ucap Arya sambil mengarahkan jari tengahnya ke arah Dirga.


Mendengar ucapan Arya. Dirga langsung membalas Arya dengan menghadiahkan pukulan ke wajah Arya.


"Dia milikku yang kamu ambil," bentak Dirga dengan tatapan penuh Amarah.


Perkelahian semakin menjadi, sampai akhirnya pihak keamanan cafe turun tangan melerai mereka.


Dengan wajah penuh lebam, Ivan mengantar bosnya pulang. April yang berada di teras bergegas menyusul Arya. Saat bersamaan mobil Dirga datang, Dirga keluar sedikit sempoyongan dengan muka lebam pula hingga membuatnya terjatuh. April yang hendak menyusul Arya, mengurungkan niatnya karena menolong Dirga yang ada di dekatnya. Melihat kejadian itu Arya memilih untuk segera masuk kedalam rumah.


April membawa Dirga kedalam rumahnya dan membantu merawat luka Dirga.


"Kamu habis berantem?" tanya April sambil mengompres wajah Dirga.


"Aku cuma ingin mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku," jawab Dirga sambil memandang April penuh Arti.


April yang sadar di pandang Dirga langsung menundukkan pandangannya dan berpamitan pulang, tanpa rasa curiga kalo Dirga dan Arya bertengkar memperebutkan dirinya.


...****************...