April

April
47



6 bulan berlalu April sudah mulai bisa melupakan Arya yang hilang bak ditelan bumi. Walau terkadang April masih suka menangis saat teringat kenangan indahnya bersama Arya. Sedangkan Dirga sudah berstatus duda 2x karena sudah resmi bercerai dari Kirana.


Hubungan April dan Dirga semakin hari semakin membaik, mereka bersahabat dekat dan saling membutuhkan satu sama lain terutama dalam mengurus Bintang dan Prilly. Tanpa April ketahui jika mantan suaminya itu telah pulih dari Amnesianya.


Sore itu Dirga dan April mengajak Bintang dan Prilly untuk bermain di taman. kedua Batita itu sama sama memasuki usia 11 bulan. Bintang sudah mulai aktif berjalan sedangkan Prilly masih berpegangan merambat.


"Mas kemarin aku lihat gaun lucu, kayanya lucu kalo nanti Bintang dan Prilly pake bajunya kembaran pas ulang tahun, kan ulang tahunya barengan," ucap April disela sela keasyikan mereka bermain.


"Iya kamu siapin aja semuanya, yang penting kamu happy," ucap Dirga sambil memperhatikan Prilly dan Bintang bermain. Hingga sebuah lemparan bola hampir mengenai Bintang.


"Maafkan anak saya ya Jeng," ucap ibu ibu itu sambil menatap ke arah Bintang.


"Nggak apa-apa Kok ibu, namanya juga anak kecil pasti nggak sengaja," jawab April ramah sambil tersenyum.


"Anaknya cantik sekali jeng mirip sekali dengan Ayahnya, bak pinang dibelah dua," puji ibu itu sambil berlalu.


Ucapan Ibu itu membuat April sangat gelisah, takut suatu saat nanti Dirga mengambil Bintang Darinya. Diam-diam tanpa sepengetahuan Arya, April pernah melakukan tes DNA dengan diam-diam mengambil Sempel rontokan rambut Dirga dan hasilnya cocok dengan Bintang.


"April, kamu kenapa?" tanya Dirga khawatir melihat April yang pucat dan berkeringat.


April tidak menjawab dan hanya Menggelengkan kepalanya. Dirga semakin khawatir dan akhirnya mengajak April pulang.


"April, kamu sakit?" tanya Dirga lagi sambil memutar stir mobilnya.


"Mas bolehkah aku bertanya?" ucap April yang berada di belakan kursi kemudi. karena harus menjaga Bintang dan Prilly.


"Boleh," ucap Dirga sambil menengok kesamping.


"Apa kamu bakal ambil Bintang dari aku?" kata April yamg terdengar aneh di telinga Dirga.


Dirga mencoba mencerna kata kata April. Tapi seseorang tiba tiba menyebrang jalan. membuat Dirga mengerem mendadak dan sedikit menyerempet orang itu. Dirga kaget dan langsung turun dari mobil.


"Anda tidak apa-apa?" tanya Dirga kepada wanita yang sedang membungkuk mengelus lututnya yang lecet.


"Saya..." ucap wanita itu terputus melihat siapa yang dia ajak bicara.


"Ada sesuatu yang perlu kita bicarakan," ucap Nadira.


"Anda tunggu di halte itu, saya mau menepikan mobil dulu," jawab Dirga.


"Mas Ada apa?" tanya April saat Dirga masuk ke dalam mobil.


"Aku menyerempet orang. Kita berhenti sebentar, aku mau menyelesaikan masalah," ucap Dirga.


"Iya mas," jawab April.


Dirga memberhentikan mobilnya dan berjalan ke arah Nadira yang sedang duduk di halte. April yang berada didalam Mobil sangatlah panik ketika mengetahui yang di serempet mobil itu ternyata adalah Nadira. Kalau mau turun rasanya tidaklah mungkin, karena kebohongannya kepada Nadira tentang keberadaan Dirga akan terbongkar. April terus memikirkan cara bagaimana agar bisa cepat membawa pergi Dirga dari sana?


"Mohon maaf saya tidak bisa mengantarkan anda ke klinik terdekat karena saya sedang buru buru," ucap Dirga sambil mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah dari dompet nya.


"Maksudku bukan itu, aku ingin bicara sesuatu kepadamu," ucap Nadira menjelaskan.


"Bicara apa?" tanya Dirga sambil menaruh lembaran uang tadi disamping Nadira.


"Anakku..." ucap Nadira terputus.


"Sebentar," sela Dirga mengangkat sambil ponselnya yang berbunyi.


"Mas, ayo pulang perutku terasa mual," ucap April dari sebrang telpon lalu menutup panggilannya.


"Maaf saya buru buru," ucap Dirga kepada Nadira sambil berlalu masuk kedalam mobil lalu pergi.


Dari balik jendela kaca mobil Dirga yang gelap, Nadira terus memandang samar sesosok gadis kecil yang menempelkan wajahnya ke kaca.


"Itu pasti kamu Nak, ternyata benar berita yang aku dengar kalau Dirga mengalami amnesia, dia tidak mengenaliku sama sekali," ucap Nadira sambil menangis memikirkan anaknya.


...****************...