
Dirga sampai di kota b, bahkan Dirga memilih membeli rumah di depan rumah April yang kebetulan sedang di jual.
"April, ada oleh oleh dari tetangga baru depan rumah," ucap ibu sambil menyerahkan paper bag kepada April.
"Tetangga baru ternyata tau ya aku suka kacang Mede," sahut April sambil mengeluarkan beberapa toples kacang Mede dari dalam paper bag, yang baru diterimanya.
"Kenapa Arya belum datang ya? coba kamu telefon?" ucap Ibu Arini sambil menatap jam dinding dirumahnya. Walaupun punya pembantu di rumah nya, Arya sudah biasa sarapan di rumah April setiap pagi.
"Iya April akan menelfon anak sulung ibu itu," ucap April kepada ibunya, setengah meledek ibunya.
April mencoba menelpon Arya berkali kali, tapi tidak diangkat. Akhirnya April berniat menghampiri Arya kerumahnya, karena takut terjadi sesuatu.
Sampai di depan teras, April kaget dengan apa yang di lihatnya.
"Dirga kenapa dia disini? jadi tetangga baru itu adalah dia?" batin April.
"Aku melihatmu, ingin selalu melihatmu seperti dulu," batin Dirga dari sebrang, sambil menjaga Prilly yang berada di stroller.
Mereka berdua saling tatap hingga akhirnya Kirana datang menghampiri anak dan suaminya, membuyarkan lamunan April dan Dirga. Kirana yang melihat April tidak mengenalinya, karena saat dirawat bersama di rumah sakit April selalu tidur membelakanginya. April memilih segera pergi ke rumah Arya berjalan perlahan menggunakan kruk nya.
"Bik, Mas Arya dimana?" ucap April kepada sari (pembantu Arya).
"Tuan di kamarnya," jelas sari.
April sudah terbiasa dengan rumah Arya, langsung ke kamar Arya yang ada di ruangan bawah.
"Kamu mabuk Mas?" ucap April melihat April, Arya yang duduk di ranjang ya sambil memegang sebotol minuman beralkohol.
"Maksud kamu apa Mas?" jawab April tidak mengerti.
"Laki laki itu disini, kamu akan kembali padanya kan?" ucap Arya sambil menenggak minuman itu lagi.
"Kamu ini bicara apa Mas? aku nggak tau kalo dia bakal tinggal di depan rumahku, dia sudah menikah dan punya anak. Istri cantik mana mungkin dia mau sama aku yang cacat, jadi tolong jangan berpikiran seperti itu," ucap April menenangkan Arya.
Arya melempar botol minumannya hingga pecah, dia berjalan menghampiri April.
"Katakan, kamu mencintaiku," ucap Arya sambil memandang April tajam dan kedua tangannya memegang bahu April.
"Aku..."ucapan April terpotong, dia tidak tau apa yang harus dia katakan. Karena dia belum sepenuhnya mencintai Arya dan masih sering memikirkan Dirga.
"Hahahaha" Arya membalikan badannya dan tertawa keras. Suara tertawanya memenuhi ruangan kamarnya. Pria tampan itu tampak frustasi dengan kisah cintanya.
"Aku mencintaimu Mas Arya," ucapan April sambil menutup kedua matanya, karena dia tidak tau apa yang dia ucapkan itu benar atau salah.
Arya membalikan badannya lagi kearah April. Mengangkat kedua tangan April dan mencium tangannya.
Arya yang merasa kepalanya terasa berat karena efek minuman yang di minumnya, langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjang dan tertidur.
April duduk diatas ranjang menjaga Arya yang tertidur.
"Kamu kalau tidur tambah tampan Mas, tapi tolong jangan di ulang lagi seperti ini," ucap April memandangi Arya, dan sebenarnya April merasa kaget dengan apa yang di lihatnya barusan, karena selama ini Arya tidak pernah minum minuman keras.
...****************...