April

April
22



Empat tahun kemudian...


seorang wanita duduk di kursi roda sambil menatap keindahan taman belakang rumahnya yang dipenuhi dengan bunga-bunga kesukaannya. Tiba-tiba, kedua matanya ditutup oleh tangan seseorang dari belakang.


"Mas Arya," ucap wanita itu sambil tersenyum.


"Kamu benar, Pril," ucap Arya kepada wanita itu yang tak lain adalah April.


" Apa yang kamu sembunyikan di belakang?" ucap April sambil menadahkan satu tangannya.


Arya mengeluarkan sebuah kotak kecil dan memberikannya kepada April.


"Apa ini?" ucap April sambil menatap kotak kecil itu namun tidak membukanya.


Arya mengambilnya kembali, membuka nya, dan mengarahkannya pada April.


"Will you marry me?" untuk kesekian kalinya Arya melamar April.


Seperti biasa, April tidak menjawab dan langsung memutar balik kursi rodanya, dan bergegas meninggalkan Arya yang masih berlutut memegang cincin.Arya mengejar April dan menghentikannya. Arya berlutut di depan kursi roda.


"Plis, tolong jangan tolak aku lagi. Aku akan menjaga kamu, Pril," ucap Arya meyakinkan April.


"Aku nggak pantas buat kamu. Kamu bisa dapatkan wanita mana yang kamu mau, wanita yang jauh lebih baik dari aku. Aku hanya wanita cacat, aku hanya akan menjadi beban kamu nanti," balas April.


"Tapi aku cuma cinta sama kamu," ucap Arya ngotot.


"Nak Arya, pasti berantem lagi ya sama April?" tanya Bu Arini sambil tersenyum ramah.


Arya hanya menjawab dengan ekspresi memelas. Arya dan keluarga April sudah sangat dekat. Bu Arini sudah menganggap Arya seperti anaknya sendiri, karena Arya selalu ada membantu keluarga April. Bahkan di atas kursi rodanya, April memiliki lima cabang rumah makan dan tiga puluh pintu rumah kontrakan, belum lagi aset-aset April yang lain. Semua itu atas campur tangan Arya.


Di kamar April, April menatap ponselnya, membuka akun sosial media milik Dirga. "Kamu kelihatan bahagia, Mas. Selamat ya, Mas, atas kelahiran anakmu hari ini," ucap April sambil menatap ponselnya.


Setiap hari, April selalu mengikuti semua akun media sosial milik Dirga. Itulah cara mengobati rindunya pada Dirga. Saat melihat Dirga bahagia, April juga ikut bahagia.


Singkat cerita, Dirga sudah menikah lagi dengan seorang model bernama Kirana. Melalui Arya, April mengetahui kabar Nadira yang ketahuan berbohong soal kehamilannya dan dimasukkan ke dalam penjara.


April bergabung ke meja makan saat makan siang bersama Arya, Deril, dan ibunya.


"Kamu nggak marah lagi kan?" kata Arya sambil melirik April.


"Mas Arya, ibu... Tadi aku lihat di statusnya Mas Dirga. Mas Dirga sekarang punya baby, pasti Mas Dirga lagi bahagia banget sekarang," ucap April sambil mengusap air matanya dengan tangannya.


"Cukup, Pril... Dirga tidak mencintaimu. Aku yang mencintai kamu. Kalau aku yang menjadi Dirga, aku tidak akan menikah secepat itu. Bahkan mungkin aku tidak akan pernah menikah lagi," ucap Arya sambil mengebrak meja dan berlalu pulang ke rumahnya di sebelah.


Arya rela membeli rumah seharga tiga kali lipat dari harga pasaran demi dekat dengan rumah April, karena pemilik rumah terdahulu sebenarnya tidak ingin menjualnya.


"April, ibu tahu perasaan kamu, tapi tolong jaga perasaan Nak Arya. Tolong kamu lupain Dirga. Dia sudah jadi semua orang lain sekarang," ucap ibu menasehati April sambil mengusap air matanya.


...****************...