April

April
Makan malam



April tinggal di sebuah rumah sederhana besama keluarganya, walaupun tidak berasal dari keluarga kaya Raya tapi kehidupan mereka selalu berkecukupan. Ayah sambung April juga tidak pernah membeda-bedakan April dan adiknya, dia sangat menyayangi April seperti menyayangi anak kandungnya sendiri.


"Mah, April pulang," ucapnya kepada ibunya yang sedang sibuk menyiapkan makan malam dimeja makan.


"Kamu buruan mandi, lalu kita makan malam," ucap Nadira yang masih terlihat cantik di usiannya yang sudah paruh baya.


April telah selesai mandi dan Menganti pakaiannya dengan setelan piyama tidur berbahan rayon favoritnya, dia duduk di ruang makan bergabung dengan Ayah, ibu, dan juga adiknya. April segera menambahkan nasi ke dalam piring miliknya serta menambahkan lauk favoritnya kedalam piringnya. Dengan lahapnya April segera menyantap makanannya.


"Mah, Kenapa hari ini harus masak kare, apa tidak ada yang lain? Luna nggak suka mah," protes adik April.


"Kamu jangan begitu donk Lun, sekali-kali kan boleh kita memasak makanan kesukaan kakak kamu," sahut Nadira.


"Kenapa harus selalu Kak April?" protes Luna yang selalu merasa cemburu jika April mendapatkan perhatian dari kedua orang tuannya.


"Kan kemarin 3 hari berturut-turut mama sudah masak makanan kesukaan kamu," jawab Nadira.


"Pokoknya Luna nggak mau makan," ucap Luna sambil menatap sinis ke arah April dan segera beranjak menuju kamarnya.


"Kapan anak itu bisa berubah," keluh Farhan (suami Nadira).


"Maafin April ya mah,pah ini semua gara-gara April," ucap April yang merasa tidak enak.


"Kok kamu malah minta maaf, kamu nggak salah apa-apa. Luna saja yang bersikap terlalu kekanak-kanakan," ucap Farhan mencoba menenangkan April.


Mereka bertiga segera menyelesaikan makan malam mereka, bagi mereka sikap Luna itu sudah biasa terjadi tak jarang dia memfitnah April hanya untuk mendapatkan perhatian dari kedua orang tuannya


Walaupun di didik oleh orang tua yang sama, namun April dan Luna memiliki sikap dan prinsip yang bertolak belakang. April rela bekerja keras demi untuk membantu perekonomian keluarganya sedangkan Luna lebih memilih mengejar impiannya terjun di dunia modeling yang tidak tentu penghasilannya karena dia sepi Job.


"April kapan kamu mengenalkan pacar kamu ke mama dan papa, teman-temanmu sudah pada menikah," ucap Farhan memulai percakapan lagi setelah selesai makan malam.


"April belum kepikiran ke arah sana pah," ucap April sambil meletakkan sendoknya.


"April umur kamu kan sudah 25 tahun, temen-temen kamu yang sering kesini itu sudah pada punya anak semua," timpal Nadira sambil membereskan piring kotor di hadapannya.


"Tapi April belum memiliki pacar Mah," jawab April.


"Kamu jangan terlalu pemilih, atau kamu mau papa kenalkan dengan anak teman papa?" sambung Farhan.


"April permisi Mah,pah. besok April masuk Pagi," ucap April sambil berlalu menuju kamarnya.


"Mah, tolong kamu bicara lagi dengan April," ucap Farhan sambil memegang tangan istrinya.


Sementara Nadira hanya menjawab dengan Anggukan kepala, dan melanjutkan pekerjaannya membereskan meja makan dan mencuci piring, Nadira memilih pindah dari kota B dan menetap di kota J mengikuti suaminya, semenjak Resign dari perusahaan milik April dia memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. Semua dia kerjakan sendiri tanpa memperkerjakan seorang asisten rumah tangga.


...****************...