Way Back To You

Way Back To You
Menjadi Headline Utama



Headline berita saat ini:


Hazer, Top Model Terlibat Drama Penyekapan


Nyawa Hampir Melayang, Hazer Top Model Selamatkan Tunangan Dari Sekapan Fans Fanatik


Fans Fanatik Berulah, Idola Menderita


Puteri Cassia Agency Diduga Pelaku Penyekapan Tunangan Top Model Hazer


Top Model Hazer Memiliki Tunangan


Karier Terancam Di Ujung Tanduk, Top Model Hazer Ternyata Sudah Memiliki Tunangan


.


.


“Wah, aku nggak menyangka Hazer begitu gentelemen. Caranya menyelamatkan tunangannya luar biasa.”


“Jadi dia punya tunangan? Hazer, aku kecewa padamu..”


“Hazer, aku mencintaimu. Selamat atas pertunaganmu.”


“Apakah tunangannya hamil? Perutnya sedikit membuncit!” – “Jawab: Ya, tunangannya sedang hamil.”


“Hei, bukankah komentar kalian sedikit berlebihan? Hazer manusia, biarkan dia hidup dengan bahagia.”


“Dia adalah laki-laki yang sangat bertanggung jawab. Alih-alih meninggalkan wanita itu, dia malah bertanggung ajwab penuh. Ahh, Hazer, kamu luar biasa.”


“Aku ingin laki-laki seperti Hazer di dunia ini.”


“Maaf Hazer T_T . Aku nggak bisa mendukungmu lagi. Selamat berbahagia idolaku.”


“Shit. Dia punya tunangan dan saat ini tunangannya hamil? No way, aku nggak akan mengidolakanmu lagi. Bye pengkhianat.”


“Aku hanya bisa menggunting semua photo card mu untuk menunjukkan seberapa kecewanya aku padamu Hazer.”


.


.


Noah melempar ipad nya ke atas meja setelah membaca komentar-komentar warganet yang terbagi dua, lalu mengurut keningnya dengan tangannya. Dia menuang wine ke dalam gelas dan menyesapnya. Kepalanya sakit membaca semua komentar tentang Hazer di laman internet sejak Hazer menjadi headline di hampir semua saluran berita elektronik dan cetak. Bahkan berita dengan kata kunci tentangnya memenuhi top ten trending topic di salah satu platform berita online dan hingga sekarang masih menjadi hot topic.


Jhon memang sedikit sembrono. Entah apa motifnya diam-diam menyalakan live di media sosialnya sehingga semua orang bisa melihat kejadian itu. Tidak ada alasan lagi untuk menghindar, tidak ada cara untuk menyangkal. Jika tadinya itu hanya sebatas issue, Noah tentu saja masih bisa menghandle semuanya dengan menyogok beberapa platform berita online untuk menyangkal berita itu. Namun sekarang ceritanya berbeda karena kejadian itu disiarkan secara live. Semua tahu kebenarannya.


“Kamu baik-baik saja?” Bobby turun menuju ruang minum di basement rumah Liam.


Noah mendesah, menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa dia baik-baik saja di situasi seperti ini? Sedari tadi panggilan terus berdering ke handphonenya, tidak ada henti-hentinya hingga rasanya dia ingin membanting benda itu ke lantai. Semua pihak mencari Liam, terlebih para petinggi pemilik brand mewah yang menjadikan Liam Brand Ambassadornya.


“Sedikit..” Bobby mengambil satu buah gelas dan menuang wine ke dalam. “Dia masih sangat shock dan belum mau bicara, tapi sekarang dia sudah tidur. Liam masih menemaninya.”


“Dia pasti sangat ketakutan.” Noah setuju. “Aku saja bisa terkencing-kencing jika sebuah senjata dihadapkan langsung ke depan mataku seperti yang dilakukan oleh wanita gila itu.”


Ngomong-ngomong soal wanita itu..


“Bukankah dia wanita yang kamu perintahkan untuk menjaga Hanna? Kenapa dia bisa menusuk Hanna dari belakang? Bukankah mereka dekat?” Noah tidak mengerti.


“Memang bukan dia pelakunya.” Bobby menatap Noah. “Maksudku, tubuhnya memang tubuh Gita, tapi pelakunya bukan Gita.”


“Bisakah kamu mengatakan lebih jelas? Aku nggak mengerti sama sekali?”


“Pernah dengar alter ego?”


Noah berpikir sejenak. “Seperti dalam film Dr. Jekyll and Mr. Hyde?”


Bobby mengangguk. “Hal itu pula yang terjadi pada Gita.”


“Benarkah?” Noah menganga. “Dia memiliki orang lain dalam tubuhnya?”


Bobby kembali mengangguk. “Gita nggak salah, yang salah adalah alternya.”


Noah berdecak, kagum sekaligus merasa ngeri. “Jika dia bukan pelakunya, bagaimana hukum akan menjeratnya sementara pelakunya adalah pribadi yang lain yang mendiami tubuhnya?”


“Entahlah..” Bobby mengaduk winenya dan menyesap pelan. “Mungkin sama saja dengan kasus-kasus sebelumnya di mana hukum nggak bisa menjerat seseorang yang memiliki alter ego. Pada akhirnya semua pelaku kriminal dengan kasus alter ego dilepaskan dan hanya menjalani hukuman karantina di rumah sakit jiwa.”


“Agak mengecewakan..” gumam Noah. “Padahal aku berharap dia menerima hukuman yang paling berat karena sudah berusaha beberapa kali untuk menghilangkan nyawa Hanna.”


Entahlah, Bobby juga bingung. Di satu sisi dia sangat mengenal Gita yang periang dan banyak bicara, sopan dan berbakat. Dia sangat dekat dengan Hanna dan Hanna sangat menyayanginya. Lalu Giselle mengambil alih tubuhnya dan berubah menjadi sosok monster yang mengintai nyawa Hanna. Di sisi lain, tentu saja Bobby ingin Giselle menerima hukuman yang berat. Namun bagaimana caranya mereka menghukum Giselle saja sementara Gita adalah tubuh tuan rumahnya? Bagaimana memisahkan Gita dan Giselle?


Sementara itu, Liam nyaris tidak tertidur sedetikpun karena memikirkan Hanna. Dampak psikologi yang ditimbulkan masalah ini ternyata lebih berat dari yang dia pikirkan. Sepanjang malam, Hanna tidak tidur dengan nyenyak. Dia mengigau, meracau dalam tidurnya, berteriak dan menangis, dan semua itu disertai ekspresi wajah yang ketakutan.


Pagi-pagi sekali Bobby pamit untuk mengantar Lona karena Lona harus masuk bekerja. Noah juga sudah kembali, mengurus semua masalah yang ditimbulkan oleh kejadian yang mereka alami. Liam belum menyentuh handphonenya sejak kejadian itu karena dia sudah bisa membayangkan seberapa kacau kabar dari dunia hiburan saat ini.


Dia pasti menjadi buah bibir. Di mana-mana hanya akan ada nama Hazer yang diperbincangkan orang-orang. Fansnya akan meninggalkanya satu per satu setelah mengetahui Hanna mengandung anaknya. Walau masih ada yang bertahan, Liam yakin mereka tidak seberapa lagi. Belum lagi dia juga harus menghadapi konsekuensi dari kontrak yang ditandatanganinya. Semua masalah itu berputar-putar di otak Liam, membuat kepalanya nyaris pecah.


“Apa yang harus ku lakukan?” gumam Liam, sendirian di dapur. “Ternyata semuanya memang akan berakhir.” Serunya lagi.


Liam berusaha mengenyahkan semua pikiran-pikiran itu dari otaknya. Dia harus segera menyiapkan makanan untuk Hanna karena sejak tadi malam Hanna belum memakan apa pun. Perutnya kosong dan dia pasti kelaparan jika nanti terbangun.


Hanna memandangi sekitarnya saat dia bangun, sedikit mengalami disorientasi. Dia tidak tahu di mana dia berada saat ini hingga perlahan-lahan ingatannya kembali tentang apa yang sudah dia lalui. Jantung Hanna berderap, tubuhnya mendadak dingin dan gemetar, dia ketakutan. Namun Hanna sudah berjanji menjadi wanita yang kuat demi bayinya. Dia tidak boleh dikalahkan oleh ketakutannya lagi.


Dia duduk, menarik nafasnya dalam-dalam berkali-kali hingga rongga dadanya terasa lebih longgar. Bayinya masih baik-baik saja, tidak ada hal lain yang lebih penting dari itu semua. Hanna meraih handphone nya yang terletak di sisi bantal dan membukanya. Dia berniat melihat jam, namun siapa sangka jika dia melihat ada ratusan notifikasi yang masuk. Ada puluhan panggilan dari orang tuanya, beberapa dari rekan-rekan kerjanya dan orang-orang kenalan Hanna. Dia terkejut saat melihat cuplikan beberapa video tentang penyekapannya, ketika Gita menari-nari, ketika Gita menembak Jhon hingga dia terkapar di lantai, ketika Gita mencium Liam...


Apa yang terjadi? Kenapa ada video tentang penyekapannya? Siapa yang merekam?