
π₯π₯π₯π₯
Saat minggu pagi sekitar jam 10, Kinanti bergegas untuk pergi ke kantor polisi untuk menemui Vita. Ia mulai meminta Pak Agus supir pribadi milik Neneknya untuk segera mengantarkan dirinya ke tempat Vita di tahan.
"Pak, tolong antarkan saya ke suatu tempat."
"Kemana, Non?" tanya Pak supir.
"Saya mau Bapak antarkan saya ke tempat Vita di tahan."
"Aduuh..jangan Deh, Non. Nanti Non di marahi sama Nyonya Boss!" sahut Pak supir.
"Ayolah, Pak antarkan saya! Pliss.." pinta Kinanti memohon pada Pak Agus.
"Nanti..bagaimana kalau Nyonya Boss tau, nanti Bapak dan Non yang kena marah Nyonya Boss" ucap Pak Agus.
"Gampang, aja Pak. Nanti Kinan yang urus,"
"Ya sudahlah..kalau itu maunya Non Kinan"
Pak Agus pun mulai mengambil mobil di garasi.bKinanti segera masuk ke dalam mobil itu. Saat di depan Pagar, Kinanti berpesan kepada Pak Satpam jika Neneknya mencarinya katakan saja pergi keluar sebentar.
"Pak, kalau Nenek nanti nyariin saya. Bilang aja saya keluar sebentar," ucap Kinanti pada Pak Satpam.
"Tapi, Non!" sahut Pak Satpam.
Belum selesai Pak satpam mengatakan sesuatu kepada Kinanti, Kinanti malah pergi menggunakan mobil diantarkan oleh Pak Agus, supir pribadi milik Neneknya.
Tak berapa lama kemudian mereka pun sampai di tempat itu. Pak Agus pun turun dari mobil membukakan pintu untuk Kinanti keluar dari mobil. Pak Agus pun bertanya.
"Non, apa perlu saya temani untuk ke dalam?"
"Terima Kasih, Pak! tapi tidak usah, saya sendirian saja ke dalam, Bapak tunggu di mobil saja."
"Baiklah, Non!"
Kinanti pun masuk kedalam untuk menemui Vita. Sesampainya di dalam, ia Pak Polisi menghampirinya dan mengatakan.
"Selamat pagi, Dek?"
"Selamat pagi, Pak"
"Ada, perlu apa Adek ke sini?"
"Pak, apakah saat ini saya masih bisa besuk Vita?"
"Ia masih bisa, tapi adek silahkan melapor dulu"
"Iya,terima kasih, Pak"
Lalu Pak Polisi mengarahkan Kinanti melapor kepada bapak Polisi yang bertugas untuk mendata siapa saja yang ingin membesuk di penjara itu.
setelah selesai melapor, Kinanti di arahkan Pak Polisi untuk menunggu di ruang besuk.
"Mari, ikut saya!"
Di tempat besuk.
"Adek silahkan tunggu di sini."
Pak Polisi pun menghampiri Vita untuk mengatakan bahwa ada yang ingin bertemu.
"Vita..! ada yang ingin bertemu kamu" kataPak polisi sambil membuka pintu sel.
"Ada yang ingin bertemu saya, siapa?" tanya Vita.
"Seorang gadis!"
"Ayo, cepat waktu besukmu 30 menit!"
Pak Polisi mengarahkan Vita untuk menemui seseorang di ruang tunggu. Sesampainya di ruang tunggu, Vita melihat ada seorang gadis cantik yang modis berdiri membelakanginya. Ia pun menyapa.
"Hai..apa kamu yang ingin bertemu aku?"
"Ya!" sahut gadis itu.
Vita terkejut,mulutnya menganga terbuka lebar. Ia tidak menyangka gadis yang modis itu adalah Kinanti. Ia berkata dalam hatinya.
"Kinanti?Ah, yang benar nih! masa cewek modis ini adalah Kinanti? aku nggak percaya!"
"Hai, Vita? apa kabar?" sapa Kinanti memulai pembicaraan.
"Ba..baik kok!" sahut Vita dengan terbata-bata.
Dengan penuh kebingungan Vita pun mulai bertanya.
"Kamu ini siapa, kok sok kenal banget sih?"
" Ya..ampun! Vita..masa kamu nggak kenal sama aku sih! aku Kinanti Larasati, temen kamu di SMA!"
"Apa? Kinanti?"
Kinanti pun menganggukkan kepalanya. Vita pun bertanya kembali.
"Apa yang membuatmu datang ke sini?"
"Aku ke sini..cuma mau bantuin kamu supaya kamu bisa bebas dari sini!"
"Bohong! kamu pasti mau mengejek aku saja kan?" ketus Vita sambil memukul meja.
"Enggak kok! aku tulus mau bantuin kamu bisa keluar dari sini!" sahut Kinanti.
πΊπΊπΊπΊ
"Benarkah? tapi aku masih nggak percaya?" balas Vita dengan nada keras.
"Iya, tapi apa yang bisa aku lakukan agar kamu percaya sama aku?" tanya Kinanti.
"Kamu siapa sih! kok beraninya mau ngeluarin aku dari sini? apa urusannya sama kamu!" ketus Vita.
"Aku adalah sepupu kamu. Ayahmu adalah adik kandung dari ayahku dan semua kekayaan yang kalian miliki sekarang adalah kekayaan dari almarhum ayahku" ucap Kinanti menjelaskan kepada Vita.
"Apa? bohong kamu? kekayaan itu milik ayahku dan bukan milik siapapun" ketus Vita.
"Kamu boleh saja tidak percaya, tetapi itulah kenyataannya. Dan apa urusanku denganmu, aku hanya ingin memperbaiki hubungan keluarga kita."
"Apa bukti nya jika semua itu benar?" tanya Vita.
"Oke, aku akan buktikan!"
Lalu Kinanti pun menghubungi Pak Agus, yang merupakan Supir ayah Vita dulu.
"Halo, Pak? bisakah Bapak kesini sebentar?" tanya Kinanti.
"Oh, iya bisa, Non!"
Lalu tak berapa lama kemudian datanglah seorang bapak-bapak berseragam supir berwarna hitam. Dan ternyata itu adalah Pak Agus, supir pribadi milik ayahnya dulu.
"Pak, Agus!" kata Vita dengan terkejut.
"Pak, coba katakan dengan jujur siapa saya dan apa urusan saya dengannya!"
"Baik, Non!"
"Maaf, Non Vita! ini Non Kinanti sepupunya Non. Dia adalah anak dari Pak Ali Wijaya pemilik semua kekayaan yang pernah di ambil alih oleh Ayahnya Non, dan dia ke sini hanya untuk memperbaiki hubungan keluarga yang pernah rusak!"