
🥀🥀🥀🥀
Pada malam ini Kinanti di rundung rasa gelisah. Ia ingin sekali membantu Anton untuk membebaskan Vita dari penjara, namun Kinoy selalu menolak untuk mencabut laporannya.
Ia harus bagaimana lagi agar Kinoy mau mencabut laporannya agar Vita segera bebas dari penjara. Beberapa kali ia berjalan mondar-mandir sambil berpikir.
"Aduuh..bagaimna caranya ya, agar Kinoy mau mencabut laporannya dan Vita bisa bebas dari penjara?" pikir Kinanti.
Ia tidak mungkin memberitahu Nenek tentang ini karena ia ingin kebebasan Vita adalah suatu kejutan untuk Nenek dan Om serta tantenya.
"Aku..harus bisa meyakinkan Kinoy agar bisa mencabut laporannya untuk Vita," kata Kinanti.
"Aku akan minta Kinoy untuk mencabut laporannya terhadap Vita."
Lalu Kinanti pun segera menghubungi Kinoy.
"Halo..sayang."
"Iya, sayang. Ada apa?" tanya Kinoy.
"Emm..bolehkah kamu temenin aku makan di caffe malam ini?" tanya Kinanti.
"Malam ini?" tanya Kinoy.
"I..ih sayang! inikan baru pukul 8 malam. Lagian nggak terlalu malam juga kan?" kata Kinanti.
"Emm..gimana, ya.." kata Kinoy sambil mengejek Kinanti.
"Gimana, mau nggak?"
"Mau nggak,Ya.."
"Kalo nggak mau juga nggak papa. Aku bisa minta temenin Anton untuk nemenin aku!" ucap Kinanti sambil merajuk.
Kinanti sedang merajuk. Lalu Kinoy pun berkata dengan.
"Eh..jangan! awas aja kalo kamu berani jalan sama Anton!"
"Lalu, bagaimana?"
"Iya, 5 menit lagi aku akan jemput kamu?"
"Terima kasih, sayang!"
"Iya sama-sama"
"I Love You." kata Kinanti sambil mencium handphonenya.
"I Love You Too, Kinanti sayang!" balas Kinoy.
Kinanti pun bersiap untuk pergi bersama Kinoy. Setelah bersiap Kinanti pun segera memghampiri Nenek yang berada di kamar.
Kinanti mengetuk pintu kamar Nenek.
"Tok..tok..tok"
"Nek..bolehkah Kinanti masuk?" tanya Kinanti.
"Masuklah Kinanti.." sahut Nenek.
Kinanti pun masuk ke dalam kamar Nenek. Kinanti duduk di atas kasur Nenek. Kinanti ingin meminta izin pada Nenek karena ia akan pergi makan malam bersama Kinoy.
"Nek, Kinanti mau minta izin. Bolehkan Nek?"
"Minta izin untuk apa?"
"Em..emmm..gimana ngomongnya?" ucap Kinanti dengan perasaan ragu karena takut tidak di izinkan.
"Coba katakan sama Nenek! sebenarnya kamu minta izin untuk apa?"
"Sebenarnya..Kinanti ada acara makan malam berdua sama Kinoy malam ini. Tapi Sebelum pergi Kinanti mau minta izin dulu sama Nenek, apakah boleh atau enggak?"
"O..begitu! ya tentu boleh dong."
"Bener, Nek Boleh?" tanya Kinanti.
"Iya.." sahut Nenek.
Dengan perasaan senang, Kinanti pun bersalaman kepada Nenek. Ia mencium pipi Nenek dan segera memeluk Nenek.
Kinoy pun sudah berada di depan rumah Kinanti. Sebelum Kinoy menjemput Kinanti. Terlebih dahulu ia menelpon Anak buahnya agar memesankan meja khusus di cafe favorit nya.
"Halo, Pak!"
"iya,Tuan muda Kinoy! ada apa?"
"Bisa kah, kalian pesankan meja khusus untuk saya dan Kinanti di cafe favorit saya. Jangan lupa hiasi cafe itu dengan suasana romantis, mengerti!"
"Iya, mengerti Tuan muda Kinoy."
Setelah itu anak buahnya itu segera mendangi Cafe itu. Kemudian ia memesankan meja khusus atas nama Kinoy Prayoga dan Kinanti Larasati, ia juga menyuruh pelayan cafe itu agar menghiasi cafe itu agar terlihat seperti suasan romantis.
Sementara itu Kinoy pun segera turun dari mobil menuju Ke depan pintu rumah Kinanti.
🥀🥀🥀🥀
Setelah sampai Kinoy pun mengetuk pintu dan memencet Bel. Kinanti yang saat itu masih memeluk Nenek karena manja. Nenek pun berkata.
"tuh, sepertinya Kinoy sudah datang,"
"Iya, Nek! Nek Kinanti berangkat dulu, ya."
Jangan pulang terlalu malam!"
"Iya, Nek" sahut Kinanti sambil mencium Nenek.
Kinanti pun segera menghampiri Kinoy. Kinoy sudah berada di depan pintu. Kinanti membuka pintu. Betapa terkejutnya ia melihat Kinoy yang berpenampilan rapi itu sudah di depan pintu.
Kinanti pun menghampiri Kinoy dan memeluk Kinoy.
"Akhirnya kamu datang juga, sayang. Aku senang banget karena kamu bisa datang."
"Yaiyalah aku datang..mana mau sih Aku mau nolak ajakan putri secantik kamu.." goda Kinoy sambil mencubit pipi Kinanti.
Kinanti pun segera memukul tangan Kinoy.
"Iih..sakit tau.."
"Jadi..pergi?" tanya Kinoy sambil mengulurkan tangan.
"Iya, jadi!" sahut Kinanti sambil menyambut tangan Kinoy.
Mereka pun berjalan menuju mobil. Sebelum Kinanti masuk kedalam mobil itu, Kinanti terhenti di depan pintu mobil dan Kinoy segera membukakan pintu mobil untuk Kinanti.
"Silahkan masuk Putri Cantiik.."
Kinanti pun masuk kedalam mobil itu. Lalu Kinoy pun juga masuk ke dalam mobil itu dan segera menjalankan mobil menuju cafe itu.
Tak berapa lama kemudian mereka pun akhirnya sampai. Kinoy segera turun dan ingin membukakan pintu mobil untuk Kinanti.
Mereka berdua pun masuk ke dalam cafe itu. Petugas cafe itu datang dan menghampiri mereka berdua.
"Ada yang bisa kamu bantu, mas/mba?"
"Kami mau makan di sini!"
"Apa kalian sudah pesan meja?" tanya petugas cafe.
"Iya, sudah"
"Atas nama siapa, ya?"
"Atas Nama Kinoy Prayoga!"
"Oh, Kinoy Prayoga! di sebelah sana, meja VIP."
"Terima kasih, mba."
Lalu mereka pun menghampiri meja itu. Sesampainya di meja itu, mereka duduk di kursi. Kinanti terkejut atas kejutan itu.
"Sayang..apa semua ini kamu yang buat?"
"Iya..gimana?"
"Uuh..romantis banget!" ucap Kinanti.
kemudian para pelayan itu mengantarkan makanan dan minuman untuk mereka. Setelah selesai makan Kinanti ingin mengatakan bahwa ia ingin Kinoy segera mencabut laporan itu.Tapi ia tidak tega mengatakannya.
Ia takut kalau perkataannya itu bisa membuat Kinoy marah. Dengan itu ia tidak jadi untuk meminta Kinoy mencabut laporan itu.
Kemudian ia berdiri melihat sekelilingnya banyak balon berbentuk hati di hiasi beberapa lampu merah. Ia melihat ada lilin-lilin putih menghiasi jalan. Ia berjalan sambil mengikuti lilin itu.
Kinoy pun mengikutinya berjalan di belakangnya. Kinanti berjalan dan terus berjalan. Hingga langkah kakinya itu terhenti sejenak tepat di dalam sebuah bentuk Love dengan memakai bunga mawar merah sebagai hiasannya.
Kinoy pun berjalan ke arah Kinanti. Kinanti tersenyum bahagia.lalu Kinoy pun berkata," Berjanjilah untuk terus bersamaku sekarang, esok, dan selamanya karena Aku telah terikat oleh cintaku padamu dan cintaku ini tertuju hanya padamu. Ku tak bisa jauh darimu karena hatiku telah di milikimu sepenuhnya. Ku akan hancur ketika kamu jauh dariku ," kata Kinoy.
"Kamulah Bidadari yang turun dari langit yang di tunjukan tuhan untukku!"
Kinoy pun mengeluarkan kalung dari saku celananya. Kalung itu berbentuk Love terukir nama KHUK. Kinoy pun memakaikan kalung itu pada Kinanti.
Kinanti merasakan bahagia yang luar biasa. Kinanti memegang kalung itu.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Kinoy.
"Kalungnya bagus, aku suka. Tapi.." kata Kinanti.
"Tapi kenapa? kamu tidak suka, ya dengan kalung itu?"
"Enggak, suka kok. Cuman ada tulisan huruf dengan menggunakan huruf besar"
"Oh..itu!" Kinoy.
"Apa, kamu tahu apa artinya?"
"Kamu mau tahu apa artinya?"
Kinanti pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Jadi tulisan huruf KHUK itu adalah..Kinanti Hanya Untuk Kinoy."
"Apa?"
"Kinanti Hanya Untuk Kinoy.. dan Kinoy Hanya Untuk Kinanti."
Kinanti pun tersenyum kepada Kinoy. Dan Kinanti pun memeluk Kinoy dengan penuh cinta. Ia mengatakan.
"Aku sangat mencintaimu..sungguh sangat mencintaimu. jangan pernah pergi dariku lagi."
Kinoy pun berkata.
"Aku juga sangat mencintaimu dan aku berjanji tak kan pergi lagi darimu." kata Kinoy sambil membelai rambut Kinanti.