
Di hari sabtu sore Vita, mencoba mendatangi Kinanti di rumah.Vita mendatangi Kinanti hendak mengundang Kinanti di acara ulang tahunnya.
"Tok..tok..tok!"
"Assaalamualaikum"
Di dalam rumah Nenek mengucapkan balasan salam.
"Waalaikumsalam, siapa ya?" Nenek sambil bertanya.
Nenek mencoba bertanya sambil berjalan ke arah depan pintu. Nenek pun membuka pintu.
"Eh, ada tamu.t Teman Kinanti, ya?"
"Iya, nek! Kinanti nya, ada?" tanya Vita.
"Ada, bentar ya, Nenek panggilkan dulu!" sahut Nenek.
"Silahkan masuk.."
"Enggak terima kasih, Nek di sini aja!" sahut Vita.
"Baiklah, jika itu mau mu!"
Nenek pun masuk ke dalam rumah menuju dapur menghampiri, Kinanti yang sedang mencuci piring.
"Kinanti..tuh di depan, ada temanmu sedang mencarimu!" tegur Nenek.
"Siapa, Nek? cewek ataukah cowok?" Kinanti kembali bertanya.
"Cewek!"
"Siapa, ya?" tanya Kinanti dengan perasaan kebingungan.
Kinanti pun menghampiri temannya itu di depan rumah. Sebelum itu, terlebih dahulu ia mencuci bersih dan mengelap tangannya yang basah itu.
Sesampainya di depan pintu, ia melihat seorang gadis kaya yang begitu menawan, sedang berdiri membelakangi pintu rumahnya. Ia merasa kebingungan dengan penampilan gadis yang di depannya itu.
"Hai..apakah kamu tadi mencari saya?" Kinanti bertanya pada gadis itu.
Gadis itu pun berpaling ke arahnya. Ia begitu terkejut, ternyata teman yang mencarinya itu adalah Vita Anggraini.
"Hai, Kinanti..apa kabarmu?" sapa Vita memulai percakapan.
"Oh..enggak kok, aku kesini bermaksud baik kok. Aku mau ngasih ini sama kamu!" sahut Vita sambil menyerahkan selembar undangan ulang tahun.
"Apa, ini,?" tanya Kinanti.
"ini undangan ulang tahunku. Aku mengundang kamu di acara ulang tahunku malam ini, ku harap kamu mau datang!" ucap Vita.
"Ulang tahun!" kata Kinanti dengan perasaan terkejut.
"Kenapa, terkejut? santai aja kali..nggak usah lebay deh!" ketus Vita.
"Enggak kok, aku hanya terkejut aja. Kok tumben kamu ngundang aku, biasanya aku selalu kalian kucilkan!" sindir Kinanti.
"Aku ngundang kamu malam ini, tapi dengan satu syarat wajib dalam acara tersebut" pinta Vita.
"Syarat? apa ?" tanya Kinanti semakin bingung.
"Syaratnya adalah..kamu harus wajib bawa pasangan kamu atau pacar baru, mungkin di acara malam ini, agar Kinoy bisa melanjutkan perjodohan ini. Kalo enggak kamu akan berhadapan dengan, Om Herlambang!" gertak Vita.
"Bagaimana?" sahut Vita kembali bertanya.
Mendengar syarat itu, tanpa pikir panjang, Kinanti pun menyetujui syarat itu.
"Oke, aku setuju dengan syarat kamu!" ujar Kinanti.
"Oke, baiklah akan aku tunggu!" sahut Vita.
"Jam berapa acaranya?" kembali bertanya.
"Sekitar jam 8 malam sampai jam 10 malam. di caffe dekat distro!" jelas Vita.
"Baiklah, nanti malam aku akan datang, memenuhi undanganmu!" ucap Kinanti dengan tegas.
" Jangan, sampai tidak datang, ya!" tegur Vita.
Vita pun menepuk bahu Kinanti sebanyak dua kali. Kemudian berbalik arah dan pergi meninggalkan Kinanti yang berdiri di depan rumah.
Vita merencanakan sesuatu yang jahat pada Kinanti.
"Kaya, nya ada film yang bagus nih malam ini! aku pastikan Kinanti nggak bakalan bawa pasangan malam ini. Dan itu berarti Kinanti siap untuk di marahi oleh Om Herlambang" ucap Vita sambil tertawa licik.