
*****
Setelah sampai di rumah, kini Kinoy berjalan menghampiri ruangan kerja Ayahnya yang berada di samping kamar tamu. Kinoy pun mengetuk pintu.
"Tok..tok..tok"
"Silahkan masuk!"
Kinoy pun masuk ke dalam ruangan kerja Ayahnya. Ia mulai menyapa Ayahnya dengan nada suara, agak sedikit tinggi.
"Pah, ngapain Papah nyuruh aku pulang! pake di paksa segala!"
"Kinoy! jaga cara bicara kamu! ini Papah kamu, bukan teman kamu!"
"Karena, kamu nggak mau nurut sama apa yang Papah perintahkan"
"O..Papah rupanya masih bersikeras untuk melanjutkan perjodohan itu? Papah ini memang egois, ya"
"Kinoy, nggak mau berjodoh apa lagi sampai bertunangan dengan Vita!" bantah Kinoy.
"Kenapa? bukankah Vita, itu cewek yang cantik dan baik hati,"
"Papah, mau tanya sesuatu sama kamu?"
"Baiklah, Papah mau tanya apa?".m
"Apa benar, kamu sudah memiliki pacar? dan pacar kamu itu bernama Kinanti larasati, si cewek miskin itu?"
"Iya, memang benar Pah, walaupun Kinanti dari kalangan orang miskin, namun ia memiliki sikap dan perilaku yang baik. Bukannya kaya Vita, cewek centil, sok kecantikan,bangkuh pula,"
Tiba-tiba Ayahnya pun menampar mukanya. Ia pun terkejut mendengar perkataan Ayahnya yang marah, dan membela Vita di bandingkan dirinya. Ia tak menyangka, Ayahnya akan membela Vita.
"Plaakk!"
"Kinoy! jaga tuh mulut kamu, bisa-bisanya kamu menghina dan menjelek-jelekkan Vita. Apa salah dia. Dia itu sangat mencintaimu, tidak seperti si cewek miskin itu, yang hanya memanfaatkanmu saja!" ungkap Ayahnya.
Saat mendengar itu, Kinoy pun mulai terpancing emosi. Ia terpaksa memarahi ayahnya, karena terus memaksanya untuk melanjutkan perjodohan itu.
"Pah, Kinoy nggak mau di jodohkan sama Vita!" tegas Kinoy.
Kinoy pun segera meninggalkan Ayahnya yang, berada di dalam ruangan itu. Beberapa kali, Ayahnya memanggilnya, namun ia tak menghiraukannya.
Pak Herlambang Ayahnya Kinoy menelpon seseorang.Ia hendak merencanakan sesuatu kepada Kinanti.
"Halo..kalian cari perempuan yang bernama Kinanti itu, dan culik dia. Bawa dia di tempat yang sudah saya sediakan. Awas! jangan sampai Kinoy mengetahuinya. Mengerti!"
"Mengerti, boss"
Pak Herlambang kini kembali menelpon Vita. Ia menginginkan foto perempuan yang bernama Kinanti itu.
"Halo.. Vita?"
"Iya, halo..ini Vita, ada apa ya, Om?"
"Ini, Om bisa minta tolong nggak?"
"Minta tolong, apa ya, Om. Mungkin Vita bisa bantu?"
"Apa kamu punya foto perempuan yang bernama Kinanti, itu?"
"Buat, apa ya, Om?" Vita berpura-pura bertanya.
"Om, ingin tahu saja, siapa sih orangnya" sahut Ayahnya Kinoy.
Dengan cepat Vita pun, mengirimkan foto Kinanti itu beserta alamat rumahnya. Pak Herlambang pun langsung membuka pesan di whatsaap miliknya. Ia pun terkejut melihat gambar itu.
"O..ini rupanya Kinanti, pacarnya Kinoy. cantik juga tapi tidak selevel dengan Kinoy" ejek Pak Herlambang sambil memadangi foto Kinanti.
Lalu Pak Herlambang pun kembali menghubungi anak buahnya. Kini ia menginginkan hal paling terkecil dan mudah, sebelum mereka benar-benar menculik Kinanti.
"Halo..saya ingin sebelum kalian bergerak untuk menculiknya. Alangkah baik jika kalian mengancamnya kalo perlu, kalian acak-acak tokonya!"
"Baiklah boss"
Lalu, Pak Herlambang pun mengirimkan foto Kinanti beserta alamat rumah dan alamat tokonya. Pak Herlambang pun kembali menghubungi anak buahnya, tetapi hanya lewat pesan whatsaap saja.
"Kalian boleh beraksi, tapi jangan menyebutkan siapa yang menyuruh kalian ,dengar!"
"Siap! baik boss!" sahut anak buah Pak Herlambang.
~🌹🌹BERSAMBUNG~