
🥀🥀🥀🥀
Pertemanan Kinanti dan Boy sudah terjalin beberapa bulan. Dengan berteman dengan Boy Kinanti tampak ceria seperti sebelum mengenal sakitnya patah hati.
Semenjak berkenalan dengan Kinanti dan mulai berteman dengannya Boy merasakan hal yang aneh. Ia sering memikirkan Kinanti dan selalu teringat akan senyum manis Kinanti.
Keesokan harinya ia berniat untuk mengajak Kinanti ke suatu tempat yang indah. Ia ingin sekali mengungkapkan semua rasa di dalam hatinya. Saat mereka jalan berdua,bBoy mengajak Kinnati ke suatu tempat.
"Kinan..gue ingin ngajak lo, lo maukan ikut gue sebentar?" ajak Boy.
"Ikut..kemana?"
"Ada deh! ikut nggak?" tanya Boy kembali.
"Iya, deh ikut!" sahut Kinanti.
Boy pun menyuruhnya untuk naik motor bersamanya. Kinanti pun merasakan penasaran dengan Boy.
Sesampainya di suatu tempat. Rupanya mereka pergi ke taman wisata yang lumayan bagus.
Kinanti turun dari motor milik Boy dan berjalan
"Waahh..bagus sekali tempat ini!" puji Kinanti.
"Ini dia..tempat yang ingin gue tunjukin sama lo!" ucap Boy.
Boy menggandeng tangan Kinanti dan membawanya masuk kedalam taman wisata itu. Taman wisata itu adalah suatu tempat yang bagus untuk orang melakukan swafoto.
"Ayo, ikut gue!" ajak Boy.
Mereka pun pergi. Sesampainya di tempat itu, Boy pun mulai memegang kedua tangan Kinanti seraya berkata.
"Kinan..gue.. aduh gimana ngomongnya, ya!" keluh Boy.
"Kinanti..jujur selama kita dekat aku cinta sama lo. Apakah lo mau menjadi pacar gue?" tanya Boy.
Kinanti terkejut dengan pernyataan Boy. Ia bingung harus menjawab apa. Lagi pula ia masih mencintai Kinoy. Ia tak mungkin membagi cintanya dengan orang lain.
Kinanti pun terdiam. Ia bingung harus menjawab apa.Boy pun berkata.
"Jadi apa jawaban lo?"
"Emm...gue nggak bisa jawab sekarang! gue butuh waktu untuk menjawabnya. Bolehkan?" tanya Kinanti seraya melepaskan tangannya yang di pegang oleh Boy.
Boy pun dengan lapang dada menuruti kehendak Kinanti.
"Iya, nggak papa. lo nggak perlu jawab sekarang kok! karena wajar saja kamu bingung, kita kan belum lama kenal?" keluh Boy.
Kinanti hanya tersenyum saja. Lalu Boy bertanya.
"Apa lo pernah merasakan patah hati gara-gara cinta?"
"Loh! kok tanya begituan?" tanya Kinanti
"Enggak papa kok! gue hanya nanya saja!" sahut. Boy.
"Oh..iya gue memang pernah merasakan patah hati gara-gara cinta." jawab Kinanti.
"Bisakah lo ceritakan kisah cinta lo itu? Eh, tapi jika nggak mau juga nggak papa. gue cuma mau meringankan beban di hati lo aja, siapa tahu lo mau berbagi cerita sama gue!" kata Boy.
Kinanti duduk di kursi taman sambil matanya memandangi panorama di taman wisata itu. Kinanti pun mulai bercerita.
"Saat ini gue merasakan patah hati!"
"Ceritalah! gue siap kok jadi pendengar yang baik," sahut Boy.
Kinanti pun mulai bercerita tentang masalah percintaannya yang kini membuatnya hilang semangat hidup.
"gue pernah memiliki kekasih. Dia orang asli jakarta. Ia pindah ke Banjarmasin dengan kedua orang tuanya. Ia cowok yang coll dan ganteng. Ia memiliki mata sipit, berkulit putih dan memiliki selera fashion ala korean style. Ia orang yang gampang cemburu dan marah, namun ia adalah cowok yang romantis" kata Kinanti memulai pembicaraan.
"Kok ciri-ciri fisik cowoknya Kinanti sama persis, ya dengan perawakannya Kinoy si anak konglomerat yang terkenal itu?" gumam Boy dalam hati.
Boy pun menanyakan hal kepada Kinanti.
"Lantas apa yang terjadi? mengapa kamu bisa patah hati?"
"Ada banyak sekali peristiwa dan masalah besar yang membuat kami terpisah. Tak mungkin ku sebutkan satu persatu.hingga pada suatu hari, ketika malam kelulusan SMA, dia pergi,"
Kemudian Boy bertanya kembali.
"Pergi kemana, dia?"
"Dia pergi ke medan ke tempat Om dan Tantenya di sana. Dia ingin melajutkan sekolah ke fakultas terbaik di Medan. Di malam itulah pertemuan kami yang terakhir sebagai pasangan kekasih."
"Mengapa kalian tak LDR-an saja? itukan cara yang terbaik untuk kalian," desis Boy.
"Entahlah! gue sudah mencoba untuk menyuruhnya untuk LDR-an saja, namun dia nggak mau. Dia tak ingin di siksa dengan cinta jarak jauh" kata Kinanti sambil meneteskan airmata.
"Kalo boleh tahu siapa nama cowok yang tega putusin lo?" tanya Boy semakin penasaran.
"Namanya..Kinoy Prayoga anak dari Alm Herlambang" jawab Kinanti.
Boy pun terkejut.
"Apa? Ki..Kinoy..anak konglomerat itu?" tanya Boy.
Kinanti tak menjawab namun hanya menganggukkan kepalanya saja. Kinanti pun bertanya kepada Boy.
"Kenapa kamu terkejut? apa lo kenal sama Kinoy?" tanya Kinanti.
"Ya..jelas kenal lah! siapa sih yang nggak kenal anak konglomerat pengusaha permata di Jakarta!" sahut Boy.
"Lantas apa hubungan lo dengannya? kenapa lo begitu terkejut dengan nama Kinoy?" tanya Kinanti dengan penasaran.
Lalu Boy pun mengatakan semuanya saat mereka berteman satu sekolahan.
"Dulu sebelum dia pindah, gue dan dia satu sekolahan. gue teman satu geng dia. Dia adalah ketua geng kami. Karena ketampanannya makanya ia sering di sukai banyak cewek-cewek. Dia juga jago sekali balapan motor. Dia juga pernah di cap sebagai playboy! dia sering gonta ganti pacar. Lalu kamu tanya aku kenapa aku terkejut, bagaiman aku nggak terkejut kok bisa Kinoy yang begitu playboy bisa segitu bucinnya sama cinta!" ujar Boy sambil tertawa.
"Apa? dulu dia seorang playboy?" tanya Kinanti.
"Ya..begitulah kenyataannya. Mana mungkin sih playboy bisa tobat dan segitu tulusnya mencintai cewek!" ejek Boy.
"Di kampus kita juga ada satu cewek yang pernah di cintai sama Kinoy waktu SMA, namanya Mawar." ucap Boy.
"Jadi..aku adalah salah satu korban Cintanya Kinoy? begitu?" tanya Kinanti sambil menangis.
Lalu Kinanti pun menangis. Boy ikut perihatin dengan Kinanti yang sedih. Ia pun memberikan bahunya untuk sandaran Kinanti saat menangis. Ia juga mengatakan.
"Entah lah! gue juga nggak tahu. Kalo dia benar-benar mencintai lo seharusnya dia kasih kabar sama lo, kan?" ucap Boy.
Lalu Kinanti menangis dan berkata.
"Kinoy kamu jahat! dasar playboy!" ucap Kinanti.
Lalu Kinanti pun berkata.
"Jika aku menjawab iya pertanyaan lo tadi bagaimana?" tanya Kinanti.
"Apa lo terima jadi pacar gue? Ya.. gue merasa bahagia banget lah, tapi ini bukan karena pelampiasan cinta lo yang patah hati sama Kinoy, kan?" tanya Boy.
"Entahlah! gue nggak bisa pastiin. Tapi gue nggak bisa melupakan kenangan manis bersamanya!" balas Kinanti.
"ity berarti kamu masih mencintainya dan masih mengharapkannya. Tapi gue nggak mau jadi perebut cintanya sebaiknya kita bersahabat saja!" usul Boy.
"Baiklah! jadi mulai sekarang kita sahabat, ya!" kata Kinanti.
"Iya..tapi..jangan menangis lagi?" bujuk Boy sambil mengusap airmata Kinanti.