The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 78



🥀🥀🥀🥀


Kinoy mencium tangan Kinanti sambil meneteskan airmata.


"Cepat sembuh, ya sayang. Aku sangat mencintaimu. Ku tak bisa hidup tanpamu. Cepat lah sembuh,"


Kinoy kembali berdiri sambil mencium kening Kinanti. Ia berkata.


"Cepat sembuh sayang.aku akan memperjuangkan cinta kita sampai kita bisa meraih hidup bersama dalam satu ikatan yang resmi suatu saat nanti"


Tak lama kemudian Nenek pun datang. Nenek membuka pintu, Kinoy pun terkejut.


"Eh, ada Nenek?"


"Ia, terima kasih ya, kamu udah jagain Kinanti"


"Iya, sama-sama, Nek!"


Kinoy mengatakan pada Kinanti yang masih terbaring lemah dalam koma.


"Tuh, Kinanti..Nenek sudah datang!"


Nenek pun menghampiri Kinoy dan berkata.


"Nenek tau kamu adalah lelaki yang baik Kamu memiliki cinta yang tulus pada Kinanti, tapi apa sebaiknya kamu lupakan saja Kinanti. Karena cinta kalian itu tak di restui oleh kedua orang tua kamu!" kata Nenek.


Kinoy pun mengambil tangan Nenek dan memohon pada Nenek.


"Nek, Kinoy benar-benar mencintai Kinanti. Apa pun akan Kinoy lakukan demi mendapatkan restu dari kedua orang tua Kinoy.bl Berilah Kinoy kesempatan Nek, agar bisa membuat orang tua Kinoy memberikan restu kepada Kinoy dan Kinanti" pinta Kinoy.


"Tapi, kamu tahu kan..Ayahmu tidak menyukai Kinanti! bagaimana Ayahmu bisa memberikan restu, sedangkan Ayahmu saja membenci Kinanti" keluh Nenek.


"Ayolah, Nek? Kinoy benar-benar tulus mencintai Kinanti"


"Baiklah..kalo itu mau mu. Nenek hanya bisa mengatakan, jangan sakiti Kinanti!" pinta Nenek.


"Alhamdulillah..terima kasih, Nek!" sahut Kinoy merasa senang.


Hari semakin sore menjelang malam. Kinoy pun pamit kepada Nenek, karena ada sedikit urusan.


"Nek, Kinoy pamit pulang dulu, ya. Karena ada sedikit urusan," ucap Kinoy sambil bersalaman dengan Nenek.


"Iya, hati-hati ya" balas Nenek.


Ia pun juga berpamitan kepada Kinanti.


"Kinanti, sayang..aku pamit pulang dulu ya.nanti aku ke sini lagi untuk menjenguk kamu" ucap Kinoy sambil mencium kening Kinanti.


Kinoy pun keluar dari ruangan itu.saat berjalan menuju keluar, Kinoy di panggil suster.


"Mas..mas.." kata suster sambil melambaikan tangan.


Kinoy yang kebingungan.


"Suster panggil saya" sahut Kinoy sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya saya memang Kinoy Prayoga! ada apa ya?"


"Oh..syukur lah kalo gitu.."


"Memang nya ada apa, ya?"


"Mas,di suruh menghadap Pak Dokter mengenai hasil cek Bercak darah kemarin?"


"Loh, kok secepat itu? kata anak buah saya besok pagi hasil cek nya keluar?"


"Saya juga nggak tau, Mas"


"Ya sudah saya akan ke sana! di mana Dolter itu?"


"Mari ikut saya,vMas!"


Kinoy pun mengikuti suster itu. Tak berapa lama kemudian ia pun sampai di depan ruangan Dokter itu.


"Ini, Mas ruangan Dokter itu!"


"Tok..tok..tok!"


"Iya, silahkan masuk"


"Maaf, Dok saya membawa Kinoy Prayoga ke sini!"


"Oh..suruh dia masuk!"


"Baik, Dok!"


"Mas, Kinoy Prayoga! Silahkan masuk"


"Iya, terima kasih"


Kinoy pun masuk ke dalam ruangan.


"Ini Dok, orangnya, permisi" ucap suster sambil keluar dari ruangan itu.


Dokter pun menyuruh Kinoy untuk duduk. Lalu Kinoy bertanya.


"Ada apa ya, Dok? kok saya di panggil ke sini?"


"Begini loh, Nak Kinoy. Sebenarnya saya memanggil kamu ke sini adalah..mengenai hasil darah itu,"


"Memang benar hasil cek itu akan keluar pada besok pagi. Akan tetapi saya takut kalo hasil ini sampai terdengar ke orang lain. Maka dari itu saya ingin memberitahukan secepatnya, bahwa bercak darah yang kamu temukan itu adalah bercak darah luka di kepala pasien bernama Kinanti Larasati, ini suratnya" ujar Dokter.


"Benar dugaan saya, jadi darah yang ada di mobil Vita itu adalah darah Kinanti. Dan Kinanti adalah korban tabrak lari" sahut Kinoy.


"Terima kasih, Dok!" kata Kinoy.


"Iya, sama-sama" sahut Dokter.