
******
Kini siang pun berganti malam, saat semuanya sudah mempersiapkan tenda masing-masing. Kini giliran Ibu dan Bapak guru memberikan arahan. Beliau akan mengadakan sebuah permainan.
Ibu guru dan Bapak guru menyuruh semua murid berkumpul. Bapak guru pun mulai membuat api unggun itu.
"perhatian anak-anak. Sebentar lagi kita semua berkumpul di depan api unggun" perintah Ibu guru.
"iya, Bu" jawab semua murid.
Saat itu Kinanti duduk bersama temannya yang lain. Tiba-tiba Kinoy datang dan membawa Kinanti untuk duduk di dekat api unggun.
,"hai, Kinanti".
"iya, ada apa Kinoy?".
"maaf, ya teman-teman. Aku pinjam Kinanti dulu sebentar" kata Kinoy kepada teman-temannya Kinanti.
"iya, nggak papa kok" sahut teman Kinanti di dalam kelompok.
"tunggu sebentar, ya" ucap Kinanti kepada temannya.
Kinoy pun menarik tangan Kinanti. Saat itu Bapak guru pun memanggil mereka semua untuk berkumpul di dekat api unggun.
"ayo, anak-anak semuanya kita berkumpul di dekat api unggun !" kata Bapak guru.
"ayo, anak-anak berkumpul sambil mengelilingi api unggun" perintah Bapak guru..
Saat semuanya sudah berkumpul mengelilingi api unggun. Bapak dan Ibu guru menginginkan kita semua keakraban sesama teman, tanpa adanya permusuhan.
"mari kita hangatkan kebersamaan kita ini dengan bernyanyi bersama dan menikmati indahnya malam ini" ucap Bapak guru.
Lalu mereka bernyanyi bersama. Kinoy meminjam gitar kepada temannya. Kinoy memakai gitar itu. Pak guru mengawalinya dengan menyanyikan sebuah lagu dari band yang terkenal di Ibu kota. Lagu itu membuat semuanya berteman Dengan baik.
Kinoy dan Anton pun tidak berkelahi lagi. Mereka menyampingkan emosi mereka. Mereka ganti emosi mereka dengan kehangatannya saat meraka semua berkumpul dan bernyanyi bersama. Mereka pun bernyanyi bersama.
Lagu berjudul sahabat yang menjadi awal hangatnya kebersamaan malam saat itu. Tak ada permasalahan antara Kinoy dan Anton. mereka berdua seketika akur. Dan itulah menjadi momen yang paling menyenangkan saat acara api unggun berlangsung.
Lagu itu mewakili persahabatan semua murid di acara camping tersebut. Mereka menikmati bersama malam itu dengan bernyanyi bersama dan bercanda bersama. Saat Kinoy memainkan gitar, saat itu juga Kinanti dan Vita melihat Kinoy bersamaan dengan penuh kekaguman.
Namun perasaan kagum Vita kepada Kinoy sangatlah berlebihan. Ia menginginkan Kinoy menjadi kekasihnya dengan apapun caranya, walaupun harus membuat Kinanti dan Kinoy putus. Karena ia terlalu ambisius menginginkan Kinoy. Tapi secara langsung pernah di katakan kinoy,bahwa kinoy tak pernah menyukai Vita. Ia lebih memilih Kinanti menjadi kekasihnya karena sikap baik Kinanti pada semua orang.
Melihat tak ada permasalahan antara Kinoy dan Anton, sungguh pemandangan yang membuat hati menjadi tenang. Namun sementara Vita seketika menjadi galau.
Hatinya berkecamuk remuk dan retak saat melihat Kinoy saling berpandangan dengan Kinanti. Hati yang semula lembut sejak menatap Kinoy dengan penuh kekaguman seketika berubah menjadi merah padam, hatinya berubah menjadi sangat marah.
Menatap mereka yang saling berpandangan membuat dirinya di penuhi rasa cemburu dan marah. Tak terasa tangannya mencabut rumput yang ada di sekitarnya dengan muka kesal. Vita sungguh merasa cemburu sekali saat itu