
*****
Saat tadi Kinanti hanya berjalan menuruti kemana arah kakinya melangkah. Ia berjalan dengan perasaan sedih akibat Kinoy memutuskan hubungan secara sepihak.
Ia tidak melihat dengan tikungan berbelok ke kanan untuk menuju ke tenda mereka. Kinanti melewati tikungan itu, seharusnya ia berbelok ke arah kanan. Kinanti pun salah mengambil jalan. Bukannya cepat sampai ke tenda, ia malah tersesat di dalam hutan.
"aku hanya ingin kamu percaya padaku, namun kau buat kita semakin menjauh" ucap Kinanti sambil menangis.
"cemburumu membutakan mata hatimu" keluh Kinanti.
"aku mampu berdiri sendiri tanpa cintamu, tanpa bersamamu lagi. Apa salahnya diriku, sehingga kamu mengakhiri hubungan ini" lirih Kinanti sambil berteriak.
Setelah itu Kinanti pun menghapus airmatanya, ia sangat terkejut karena ia melihat ke arah sekelilingnya hanyalah pepohonan saja.
"seperti nya aku tersesat deh. Aduh..Gimana nih kalo beneran tersesat" keluh Kinanti sambil melihat di sekelilingnya.
Lalu Kinanti pun berlari mencari jalan keluar, namun ia tidak menemukan jalan sama sekali. Ingin sekali ia marah dan berteriak sekeras-kerasnya karena kecewa dengan Kinoy yang tiba-tiba mengakhiri hubungan mereka di depan semua teman-temannya.
"Tuhan..Ku cinta dia. Ku harap kau satukan aku dengan dia lagi. Aku ingin menghabiskan hari-hari ku bersamanya, karena cuma dia yang bisa mengerti aku" Kinanti berdoa memohon kepada tuhan.
Sementara itu kelompok Kinoy telah sampai duluan dari pada kelompok Anton. Kinoy pun menyerahkan sepuluh buah bendera milik kelompok mereka.
"ini, Pak benderanya" kata Kinoy sambil menyerahkan 10 buah bendera.
"iya, taruh di sini, kelompok Anton mana?" tanya Pak guru.
"Anton, kamu baru sampai.Eh tunggu dulu, sepertinya kelompok kamu ada yang kurang satu orang deh. Tapi siapa ya?" tanya Pak guru dengan kebingungan.
Lalu Pak guru mulai menghitung dan mengabsen anggota kelompok Anton. Ternyata Kinanti tidak ikut kembali bersama Anton dan teman-temannya.
"Kinanti mana...Kinanti mana? Kaya nya cuma Kinanti yang nggak ada di rombongan kelompok kalian!" tanya Pak guru.
Lalu Anton pun ingin menjawab pertanyaan Pak guru, namun ia bingung harus menjawab apa.
"i..Itu Pak.I..Itu Pak" ujar Anton dengan suara terbata-bata.
"itu apa, jawab yang benar dong, Anton!" bentak Ibu guru merasa cemas dengan Kinanti.
Lalu Anton mengatakan bahwa tadi Kinanti akan menyusul mereka. Lalu Pak guru menyuruh anak-anak yang lain beserta guru-guru yang lain untuk mencari Kinanti.
Mendengar pernyataan Pak guru bahwa Kinanti menghilang dari rombongan kelompok, Kinoy sontak terkejut. Ia merasa Kinanti pasti merajuk karena ia tadi memutuskan hubungan bersama Kinanti. Mungkin Kinanti merasa sedih dan kecewa sehingga ia berjalan dan tersesat di dalam hutan.
"aduh, Kinanti hilang dari rombongan kelompok? pasti dia ngambek karena tadi aku putusin dia secara sepihak. Aduh kalo dia tersesat atau kenapa-kenapa" gumam Kinoy dalam hati.
Kinoy sangat khawatir dengan keadaan Kinanti. Ia pun langsung berlari menuju tempat dimana mereka berdua bertengkar. Setelah sampai di sana ia memanggil nama Kinanti, namun tidak ada jawaban. Ia mencoba menghubungi Kinanti dengan handphone, namun tidak ada sinyal sama sekali. Lalu ia berjalan menyusuri hutan sambil mencari Kinanti. Beberapa kali ia memanggil Kinanti, namun tak pernah ada jawaban dari Kinanti.
~🌹BERSAMBUNG🌹~