
Vita bersiap-siap untuk bertemu Kinoy. Vita keluar kamar dan segera menemui Kinoy yang berada di bawah. Segera ia berlari menuruti anak tangga.
"Kinoy...apa kamu nggak papa. Ada yang luka?" tanya Vita refleks.
"Eh..!" Kinoy terkejut dengan perilaku Vita.
Perilaku Vita saat itu memang aneh. Membuat Kinoy menjadi curiga. Kinoy pun bertanya.
"Kok tumben, perhatian. Apa kamu...tau tentang.."
Kinoy bertanya pada Vita. Vita pun mengalihkan perkataan.
"Apaan sih kamu, aku sayang sama kamu. Aku takut kamu kenapa-kenapa. Apa aku nggak boleh perhatian, ya sama kamu?" tanya Vita dengan perasaan gugup.
Vita merasa gugup,karena Ia tidak sengaja berkata seperti itu. Mungkin Kinoy akan curiga dengan perkataannya tadi. Kinoy pun menatap Vita dengan penuh rasa curiga.
"Oh..begitu ya. Nggak papa aku cuma heran aja. Kamu, boleh kok perhatian sama aku!" balas Kinoy.
Kinoy merasakan curiga kepada Vita. Ia mencari cara agar bisa mendapatkan informasi mengenai kecelakaan itu.
Vita pun mengatakan kepada Kinoy.
"Kinoy, kamu mau ngajakain aku pergi jalan-jalan kemana?" tanya Vita.
"Oh..terserah kamu, aja!" sahut Kinoy.
Lalu Vita pun merangkul tangan Kinoy.
"Ya, udah ayo! kita jalan sekarang" ucap Vita.
Kinoy hanya tersenyum sedikit.
"Iya, ayo jalan!" sahut Kinoy sambil tersenyum sedikit.
Dengan berat hati Kinoy pun menyetujui Vita merangkul tangannya.Tiba-tiba Vita menyuruh Kinoy agar memakai mobil Ayahnya saja.
"Oh, iya Kinoy. Kita pake mobil Papah aja. Karena mobil aku lagi di pake Papah pergi ke kantor" ucap Vita.
Kinoy pun terdiam sendiri sambil berkata.
"Bagus! aku bisa menyelidiki siapa pelakunya!" ucap Kinoy dalam hati.
Vita tidak tahu, bahwa Kinoy baik kepadanya hanya untuk menyelidiki siapa pelaku penabrakan yang di alami Kinanti.
Vita memerintahkan Kinoy agar menunggunya di garasi mobil, sementara ia mengambil kunci mobil milik Ayahnya.
"Kinoy, kamu tunggu aja di depan garasi,a aku mau ngambil kunci mobilnya dulu" ujar Vita.
"Iya, baiklah!" sahut Kinoy.
Lalu Vita berjalan ke arah kamar tidur milik Ayahnya. Kinoy pun berjalan menuju garasi mobil. Ia juga memasukkan motornya di dalam garasi mobil milik Vita. Saat hendak memasukkan motornya di dalam garasi. Ia tidak sengaja melihat ada beberapa bercak aneh di dekat nomor plat mobil,ayahnya Vita.
Namun jika di lihat dari kejauhan bercak itu seperti bekas terkena lumpur di jalannan becek.Ia pun segera menghampirinya. Ia kebingungan saat itu.
Ia menyentuh bercak itu. Namun bercak itu sudah agak kering dan warna nya pun sudah mulai berubah kecoklatan, tapi bau dari bercak itu tidak hilang begitu saja. Bau dari bercak itu seperti amis nya darah. Bahkan mobil itu sama persis dengan mobil yang telah menabrak Kinanti.
Ia pun tidak ambil pusing dengan temuannya itu. Ia langsung mengambil sebuah handphone milikinya dan memotretnya sebagai bukti. Ia begitu yakin bahwa mobil itulah yang telah menabrak Kinanti.
"Astaga! apa ini? ini bercak apa ya? coba aku sentuh dulu" ucap Kinoy sambil menyentuh bercak darah itu.
"Astaga!ini adalah bercak darah! dan hampir mengering. Warnanya saja sudah berubah kecoklatan, tapi baunya masih amis. Apa jangan-jangan..mobil ini adalah mobil yang telah menabrak Kinanti, saat Kinanti menyelamatkan aku yang hampir tertabrak!" ujar Kinoy sambil memikirkan itu.
Kinoy pun tak sengaja menyentuh nomor plat mobil itu, tampak terkejut dengan itu. Ia menyentuh belakanng nomor plat mobil itu. Jarinya seperti menyentuh sebuah cairan. Ia langsung mengangkat tanganya ke atas sambil melihat tangannya.
"Hah! Darah! " ucap Kinoy.
Kinoy melihat ke arah luar, mengamati Vita kalau Vita datang menghampirinya. Saat Vita belum juga datang menghampirinya. Ia mengambil sebuah pelastik putih transparan. Ia memasukkan tanganya ke dalam plastik itu dan mencoba mengambil cairan darah yang menempel di belakang nomor plat mobil itu. Akhirnya ia pun berhasil mengambil bercak cairan darah itu. ia pun langsung mengikat plastik itu dan menaruhnya pada tasnya.
Vita pun akhirnya datang.
"Kinoy..ngapain kamu berdiri di depan mobil?" tanya Vita sambil terkejut.
Vita menyapa Kinoy yang berdiri sambil memandangi mobil seperti itu. Ia takut dengan sikap Kinoy. Karena jika Kinoy mengetahui siapa pelaku yang menabrak Kinanti, maka Kinoy akan melaporkan dirinya ke kantor polisi atas tindakan perencanaan pembunuhan.