
🥀🥀🥀🥀
"Baiklah Kami ingin mencoba mendengarkan isi video tersebut, " ujar Pak polisi.
Lalu Kinoy pun membuka Video tersebut berulang ulang kali. Pak polisi pun mendengar dengan jelas kejujuran dari Vita.
Pak polisi juga mencoba melihat bukti-bukti yang lain. Pak polisi pun mulai bertanya kepada Kinoy.
"Apa yang bisa menyebabkan kamu begitu yakin bahwa saudari Vita terlibat dalam kasus penabrakan saudari Kinanti Larasati?"
"Kalau Bapak tidak percaya silahkan lihat sendiri di rumah Vita. Karena mobil yang telah menabrak Kinanti ada di sana, dan terdapat bercak darah yang tertinggal di mobil tersebut!"
"Oh..begitu, ya! kalau begitu laporan kamu akan kami tindak lanjuti!"
"Terima kasih banyak, Pak!" ucap Kinoy sambil berjabat tangan dengan para polisi.
"Pak Jono..!"
"Siap, Dan!"
"Siapkan anak buah, malam ini kita akan lakukan penangkapan!"
Sebelum Pak Polisi itu mengiyakan tugas dari Komandannya, Kinoy pun menghentikan rencana itu.
"Eits..Maaf Jangan sekarang, Pak!"
"Memangnya, Kenapa?"
"Jika Bapak berkenan setuju dengan usul saya!"
"Memangnya apa usul dari kamu?"
"Begini, Pak rencananya besok malam saya akan mengadakan pertunangan dengan Vita. Saat saya ingin memakaikan cincin di jari Vita, nah Bapak boleh masuk untuk menangkap Vita! gimana, Pak?"
"Emm...bagus juga usulmu. Jadi kita bisa mengagetkan Vita dan kita bisa mengepungnya, agar dia tidak bisa kabur!"
"Baiklah, Pak kalo gitu saya pamit pulang dulu. Terima kasih atas kerjasama nya, Pak!"
"Iya, sama-sama. Terima kasih atas laporannya, "
Kinoy pun segera keluar dari kantor tersebut. Ia akan melanjutkan perjalanannya menuju rumah Vita. Tak berapa lama kemudian, akhirnya sampai di depan rumah Vita.
Setibanya di depan rumah, ia meminta Pak penjaga rumah untuk membukakan pintu.
"Permisi.. Pak tolong buka pintunya dong!"
"Oh...teman nya Non Vita, ya?"
"Iya, Vita nya ada?"
"Oh..ada kok, Den!"
"Silahkan masuk, Aden!" sahut Pak penjaga rumah saat membuka pagar rumah.
Kinoy pun langsung masuk ke dalam. Ia memarkirkan motornya di halaman rumah Vita.ia berjalan menuju depan pintu.
"Tok..tok..tok"
"Permisi..Vita..Vita..!"
Pembantu itu pun membuka pintu.
"Eh..Den Kinoy! mari masuk, Den!" sapa Bibi.
"Bi, Vita dan orang tuanya ada?"
"Oh..ada, bentar ya bibi panggilkan dulu. Aden silahkan duduk dulu!"
"Iya, makasih, Bi"
Lalu pembantu itu pun berjalan menuju kamar orang tua Vita. Ia mengetuk pintu kamar.
"Tok..tok..tok! Tuan..Nyonya di depan ada Den. Kinoy hendak bertemu Tuan dan Nyonya!"
"Iya, mana Kinoy nya?" tanya Pak Bambang sambil membuka pintu kamar.
"Itu Tuan ada di ruang tamu. Katanya mau ketemu sama Tuan, Nyonya dan Non Vita"
"Oh..iya, Bibi tolong panggilkan Vita ke ruang tamu ya, Bi. Sementara kami menemui Kinoy dulu!"
"Baik, Tuan!"
Ayah dan Ibu Vita pun menghampiri Kinoy yang berada di ruang tamu.
"Eh..ada Kinoy rupanya?"
"Iya, Om"
"Tumben kamu malam-malam begini kesini? ada apa, ya?"
"Ini loh Om, maksud kedatangan saya kemari adalah ingin melanjutkan pertunangan kami kemarin yang gagal gara-gara saya. Saya minta maaf ya, Om dan Tante atas kejadian kemarin!"
"Benarkah itu? iya saya maafkan"
"Kapan acara pertunangan itu akan dilaksanakan?" tanya Ibunya Vita.
"Malam besok Tante, rencananya sih mau di sini acaranya,"
"Oh..Boleh juga itu! lebih baik di sini saja acaranya!"
🥀🥀🥀🥀
Sementara itu Bibi yang memanggil Vita di dalam kamar pun langsung menghampiri kedua orang tua Vita.
"Maaf,Tuan Nyonya! Non Vita nya ketiduran kaya nya pulas sekali!"
"Oh..ya sudah nggak papa, Bi!"
"Gimana menurut Om, atas rencana pertunangan ini?"
"Oh..ya sudah lanjutkan saja lebih cepat lebih baik"
"Oh,ya Om Kalau sudah setuju, Kinoy mau pamit pulang dulu!"
"Oh..iya silahkan!"