The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 83.Menantikan penangkapan Vita



🥀🥀🥀🥀


Sementara di butik berbeda Kinoy dan ayahnya membeli sebuah jas baru untuk di pakai malam ini. Sebenarnya Kinoy tidak menghendaki adanya pertunangan itu. Kinoy menahan rindu terhadap Kinanti, namun ia tidak mengetahui bagaimana keadaan Kinanti sekarang.


Setelah semuanya selesai Ayah dan Kinoy pergi menuju keluar dan pergi dari butik itu. ayahnya mulai berkata saat di dalam mobil.


"kali ini..Papah tidak mau kamu menggagalkan pertunangan itu. Papah ingin kamu segera bertunangan dengan Vita!"


"Iya, Pah!" sahut Kinoy dengan muka sedih.


Lalu Kinoy duduk di dalam mobil sambil memandangi jendela mobil. Ia selalu memikirkan Kinanti dan merindukannya.


"Gimana keadaannya Kinanti, ya? apa dia udah sadar ya?" tanya Kinoy dalam hati.


Hari menunjukan pukul 12 siang. Mereka bergegas pulang ke rumah. Kinoy selalu berdiam tanpa berkata mukanya seperti muram. Ayahnya berpikir sejenak.


"Ada apa dengan anak ini?" gumam ayahnya dalam hati.


Kinoy merasakan sedih karena malam ini ia harus bertunangan dengan Vita. Sedangkan cinta nya hanya untuk Kinanti. Bahkan ayahnya mengancam jika pertunangan kali ini tidak boleh gagal dan jika gagal lagi entah apa yang di lakukan ayah padanya.


ia pun berkata kepada ayahnya.


"Iya aku akan melanjutkan pertunangan itu tanpa menggagalkannya, "


"Baiklah..akan Papah pegang perkataanmu! "


Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah. Tak beberapa lama kemudian mereka pun sampai di rumah. Kinoy pun turun dari mobil Ayahnya.


"Uuh..capenya"


"Pah, Kinoy ke kamar dulu ya?"


Ayah pun menjawab" Iya!"


Kinoy pun berjalan membuka pintu.


"Aku..pulang!"


Kinoy pun berjalan menuju kamar. Di dalam kamar ia menghempaskan diri di atas kasur. Perasaannya di rundung rindu yang teramat dalam kepada Kinanti. Sesekali ia berkata sambil memandang foto Kinanti


"Bagaimana keadaanmu sekarang, sungguh aku sangat merindukanmu"


Lalu ia bangun dari kasur dan mengambil kunci motornya. Ia memakai jaket berwarna hitam segera keluar dari kamar. Ia pamit kepada orang tuanya.


"Pah..Mah! Kinoy jalan dulu, ya! Kinoy ada urusan sebentar. "


"Iya, jangan lama-lama ya?"


"Iya, Mamahku yang paling cantik, " goda Kinoy pada ibunya.


Kinoy pun berjalan menuju garasi mobil mengambil motor miliknya. Setelah memakai helm ia pun segera pergi menuju rumah sakit.


Di sepanjang jalan pikirannya tidak bisa beralih dari Kinanti. Sosok Kinanti yang selalu di ingatnya. Ia ingin sekali menjenguk Kinanti, mengetahui keadaan Kinanti.


Sesampainya di rumah sakit, ia berjalan menuju ruangan tempat Kinanti di rawat. Sampai di depan pintu.


"Tok..tok..tok"


"Eh, Kinoy!" tegur Nenek.


"Iya, Nek. Bagaimana keadaan Kinanti?"


"Kinanti..alhamdulillah Kinanti sudah sadar"


"Silahkan masuk!"


Kinoy pun masuk kedalam ruangan Kinanti. Nenek pun pamit keluar karena tak ingin mengganggu mereka berdua.


"Nenek..pamit keluar dulu, ya?"


"Oh..iya, Nek"


Kinoy berjalan mendekati Kinanti yang lagi tertidur. Kinoy duduk di sebelah Kinanti. Kinoy memegang tangan Kinanti dan berkata.


"Kamulah penyelamat hidupku. Cintamu begitu besar padaku hingga kamu memberanikan diri menggantikan diriku..hingga kamu yang tertabrak.."


Mendengar suara Kinoy, Kinanti pun bangun dari tidurnya.


"Ki..noy!"


Kinoy terkejut mendengar Kinanti memanggilnya. Kinanti pun dengan pelan-pelan duduk, Kinoy yang melihat langsung membantunya.


"Eits..pelan-pelan!"


"Aku..sangat bahagia hari ini aku masih bisa melihatmu"


Kinoy pun membalas pelukan Kinanti.


"Aku..sangat merindukanmu. Sungguh merindukanmu..tetaplah bersamaku karena ku tak ingin kamu pergi lagi dariku" ujar Kinoy.


"Aku pun sangat merindukanmu..aku mau kita tetap bersama seperti ini..!" sahut Kinanti.


Kinoy pun melepaskan pelukan itu dan kembali menggenggam tangan Kinanti.


"Aku janji..aku akan tetap bersamamu dalam cinta ini.aku janji..tak kan meninggalkanmu karena aku sungguh benar-benar mencintaimu"


Lalu Kinoy mencium kening Kinanti dengan penuh perasaan dan kembali memeluk Kinanti.


"Ku ingin selamanya seperti ini..ku ingin selalu berada di pelukanmu" gumam Kinanti dalam hati.


lalu Kinoy membawa Kinanti untuk pergi ketan rumah sakit. Ia keluar untuk mencari kursi roda.


"Aku ingin mengajakmu keluar sebentar. Apa kamu mau?" tanya Kinoy.


Kinanti hanya mengangguk saja tanpa mengatakan sesuatu. Setelah berada di kursi roda. Kinoy pun membawa keluar untuk jalan-jalan di taman rumah sakit. Mereka pun menghabiskan waktu untuk berdua.


🌺🌺🌺🌺


Karena terlalu lama berada di taman rumah sakit, Kinoy pun mengajak Kinanti kembali masuk. Setelah sampai di ruangan kamar inap. Kinoy pun membopong Kinanti dan membantu Kinanti untuk berada di atas kasur.


"Sayang..udah sore nih! aku pulang dulu, ya" ujar Kinoy yang berdiri di dekat Kinanti.


Kinanti pun menjawab,"Iya sayang.."


Kinoy pun mencium kening Kinanti dengan penuh cinta dan memeluknya.


"Kamu istirahat yang banyak supaya lekas sembuh. Jangan lupa makan ya"


"Siap Boss!" ejek Kinanti.


"Sayang..aku pamit pulang dulu ya!"


"Iya!"


Saat Kinoy berada di depan pintu Kinanti pun berkata,"Sayang..I Love You. Terima kasih untuk hari ini"


" I Love You Too, sama-sama sayang"


Kinoy pun segera pergi.hari semakin sore. sekarang waktu menunjukan pukul 18.25. Kinoy pun segera pulang. Tak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Ia pun segera ke kamar untuk mandi dan besiap-siap untuk malam ini.


Setelah mandi, ia pun segera mempersiapkan diri untuk acara malam ini. Ayah pun memanggilnya beberapa kali. Setelah selesai Kinoy keluar dari kamar menuju ruang tamu tempat ayah dan ibu menunggunya.


Kinoy kelihatan tampan dengan balutan jas berwarna abu-abu. Rambut rapi dan muka nya yang putih tambah mempesona jika melihatnya. seperti Oppa Korea di dalam TV. Kinoy terlihat tampan sekali walaupun memakai jas.


Ia pun segera menemui orang tuanya. Ayah memanggilnya.


"Kinoy..ayo buruan nanti kita terlambat!" kata sang ayah.


" Iya!"


"Ayo!" tegur ayahnya.


Kinoy pun berjalan menuju mobil. Kinoy memakai kacamata hitam berjalan memasuki mobil. Kereka pun pergi menuju rumah Vita.


Sesampainya di depan rumah Vita, Kinoy pun turun. Ayah dan ibunya berjalan masuk ke dalam rumah itu. Ayah memanggilnya.


"Kinoy...!"


"Bentar, Pah! Papah dan Mamah duluan saja ke dalam! nanti Kinoy masuk" balas Kinoy yang berusaha menelpon Pak Polisi.


"Nanti masuk ke dalam, ya awas! kabur!" kata Ayah.


"Iya..nggak akan kabur lagi! sumpeh deh!"


Kinoy pun mengeluarkan handphone nya untuk menelpon Pak Polisi.


"Halo, Pak! saya sudah di rumahnya Vita! sebentar lagi acaranya akan di mulai"


"Iya,baiklah kami segera ke sana!"


"Terima kasih, Pak!"


Lalu Kinoy pun masuk ke dalam rumah Vita. Sesampainya di dalam, Kinoy berjalan menghampiri orang tuanya yang berbincang-bincang dengan orang tua Vita.


🌺BERSAMBUNG🌺