
Di malam yang gelap itu, turunnya hujan seakan menjadi saksi bisu kecelakaan yang di alami Kinanti. Kinoy yang terjatuh saat di dorong Kinanti di tepi jalan, melihat Kinanti tertabrak hingga tubuh Kinanti terpental jauh satu meter dari mobil itu.
Kinoy berteriak memanggil nama Kinanti.
"Kinanti..!Kinanti..!"
Kinoy pun menghampiri Kinanti yang tergeletak di jalan. Kinoy langsung memeluk Kinanti. Ia menangis sambil berkata.
"Kamu nggak perlu menyelamatkan aku. Biar aku aja yang tertabrak!"
Lalu ia mengmbil handphone nya dan mulai menghubungi rumah sakit.
"Halo, rumah sakit?"
"Iya, ada yang bisa kami bantu, Pak?"
"Tolong..tolong, cepat bawa ambulan ke sini karena pacar saya korban tabrak lari!"
"Iya, Pak katakan alamatnya, biar kami bisa secepatnya ke sana?"
Kinoy pun memberikan alamat tempat kejadian kecelakaan itu. Tak berapa lama kemudian mobil ambulan pun datang. Ia pun segera menghampiri mobil ambulan itu sambil menggendong Kinanti.
"Pak, cepetan Pak!" kata Kinoy dengan panik.
Para perawat itu pun dengan sigap membawa Kinanti ke rumah sakit. Kinoy pun ikut menemani Kinanti. Sepanjang jalan di dalam mobil ambulan Kinoy memegang tangan Kinanti dan menciumnya.
Setelah sampai di rumah sakit, para perawat itu langsung membawa Kinanti ke dalam ruangan IGD. Semua perawat hingga dokter pun segera masuk dan mulai merawat Kinanti. Kinanti mulai di obati. Ternyata Kinanti mempunyai luka robek di bagian kepala, namun itu tidaklah parah. Luka itu hanya lukanya tidak terlalu dalam, bukan luka yang mengkhawatirkan.
"Sus, beritahu keluarga pasien agar segera bisa mendonorkan darah bagi yang cocok!" perintah Dokter itu.
"Baik, Dok!" sahut Suster.
Suster keluar dari ruangan IGD. Kinoy yang duduk di kursi tunggu, pun langsung menghampiri Suster itu.
"Sus, bagaimana dengan keadaan Kinanti? apakah dia baik-baik saja?" tanya Kinoy dengan perasaan Khawatir.
"Luka yang di derita, pasien tidak terlalu parah. Hanya terdapat luka yg tidak terlalu dalam, namun tidak usah terlalu khawatir. Hanya saja pasien banyak memerlukan darah. Karena pasien banyak mengeluarkan darah. Siapa keluarga pasien yang memiliki golongan darah O!" kata Suster mulai memberitahu.
"Golongan darah O! tapi Sus, saya memiliki golongan darah O. Ambil darah saya saja!" Kinoy kepada Suster.
Kinoy pun mengikuti Suster itu ke dalam ruangan IGD untuk mempersiapkan donor darah. Namun sebelum itu Kinoy di periksa oleh suster itu. apakah betul darah Kinoy cocok dengan darah Kinanti.
Setelah semua tes itu selesai. Akhirnya Kinoy pun cocok tapi Kinoy tidak bisa mendonorkan darahnya kepada Kinanti, karena adanya penyakit yang di derita Kinoy.
Kinoy pun mulai menghubungi Nenek dan memberitahukan bahwa Kinanti mengalami kecelakaan. Dan ia lagi membutuhkan donor darah.
Tak berapa lama kemudian, Nenek pun akhirnya tiba di rumah sakit dan segera mendonorkan darahnya.
Sementara itu Kinoy masih berada di luar ruangan IGD. Tengah duduk di kursi tunggu sambil berkata.
"Aku mencintaimu, ku harap kamu bisa sadar kembali. Aku ingin kamu sembuh. Kita mulai lagi dari awal tentang kisah hubungan kita!"
Kinanti belum juga sadar. Kinanti masih pingsan. Kepala Kinanti di perban. Kinanti mengalami Luka di kepala, namun bukan cuma luka di kepala, tetapi Kinanti juga mengalami luka lecet pada siku dan lututnya.